Korupsi Proyek Embung, ASN dan Mantan Kabid Dinas PU Sintang Ditahan

Tipikor. Kajari Sintang, Imran memberikan keterangan dengan menghadirkan tiga tersangka Tipikor pekerjaan jasa kontruksi Pembangunan Embung di Desa Landau Kodam, Kecamatan Kelam Permai, Selasa (5/11/2019). Saiful Fuat/eQuator.co.id

SINTANG – eQuator.co.id Hujan deras mengiringi keberangkatan tiga tersangka Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Sintang menuju Kota Pontianak untuk dilakukan penahanan, Selasa (5/11/2019) sekira pukul 15.18 Wib.

Tiga tersangka itu terjerat kasus Tipikor pekerjaan jasa kontruksi Pembangunan Embung di Desa Landau Kodam, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang tahun 2015 silam. Yaitu Suherman alias Fito ( Pensiunan ASN jabatan terakhir Kabid PU), Marselus Kelly Piet (penyedia barang dan jasa) dan Harry Nopiyanto (status PNS di Dinas PU).

Kepala Kejaksaan Negeri Sintang, Imran mengatakan, bahwa kasus ini pelimpahan dari penyidik Polres Sintang tahap dua perkara korupsi pekerjaan kontruksi embung, pukul 13.00 WIB siang tadi.

“Kita terima para tersangkanya beserta Barang Bukti, selanjutnya kita teruskan untuk dilakukan penahana di Lapas Pontianak hari ini juga,” ujarnya.

Imran mengatakan, bahwa berdasarkan penghitungan negara oleh BPK RI atas perbuatan para tersangka, mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp598.475.899.

Sementara itu, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sintang, Acep Subhan mengatakan, bahwa proyek pekerjaan jasa kontruksi pembangunan embung ini berasal dari anggaran APBN.

“Tersangka Melanggar pasal 2 ayat (1) paling ringan hukuman 4 tahun penjara atau pasal 3 undang undang RI Nomor 31 tahun 1999 Jo Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP paling ringan 1 tahun penjara,” pungkasnya.

Dari pantauan di lapangan, keluarga tersangka hanya bisa menagis melihat tiga tersangka itu saat dimasukan di dalam mobil saat hendak dibawa ke Pontianak untuk dilakukan penahanan. (pul)