Kondisi Jembatan Sungai Boli Berlubang dan Mengancam Keselamatan Warga

20
Jembatan Berlubang. Warga berkendara melalui jembatan Sungai Boli yang kondisi lantainya sudah berlubang serta mengancam keselamatan warga yang melintas. Warga for Rakyat Kalbar
Jembatan Berlubang. Warga berkendara melalui jembatan Sungai Boli yang kondisi lantainya sudah berlubang serta mengancam keselamatan warga yang melintas. Warga for Rakyat Kalbar

eQuator.co.id – Melawi-RK. Setakat ini jembatan beton yang membentang di atas Sungai Boli yang terletak di Desa Meta Bersatu, Kecamatan Sayan kondisi berlubang. Padahal sudah tiga tahun jembatan penghubung antardesa tersebut mengalami rusak serta mengancam keselamatan masyarakat yang melintas. Ironisnya hingga kini Pemerintah Melawi seolah abai ihwal kondisi lantai jembatan tersebut.

Keberadaan jembatan yang menghubungkan Desa Mekar Pelita dan Desa Nanga Kasai yang kondisinya memprihatinkan itu menuai perhatian anggota DPRD Melawi, Pencon.

“Jembatan beton ini merupakan akses alternatif jalan yang bisa mempercepat warga dari Desa Mekar Pelita dan Desa Nanga Kasai, sehingga jembatan tersebut sangat dibutuhkan dan perlu perbaikan,” tegasnya.

Menurutnya, saat ini kondisi jembatan tersebut semakin parah. Bahkan sebagian lantai jembatan yang terbuat dari beton sudah jebol dan berlubang besar. Yang paling dikhawatirkan kondisi jembatan sepanjang 24 meter dengan lebar 4 meter ini adalah kondisi abudmen tanah di kedua bagian bawah ujung jembatan yang saat ini sudah longsor akibat tergerus air.

“Perbaikan jembatan ini sudah 3 tahun berjalan melalui APBD Melawi yang kami usulkan. Namun hingga saat ini belum ada respon atau tanggapan dari pihak Pemkab Melawi,” ujar Pencon kepada Bupati Melawi, Panji saat sesi tanya jawab dalam paripurna DPRD Melawi tentang Jawaban Bupati Melawi soal Hak Interpelasi DPRD Melawi, beberapa hari yang lalu.

Pencon menyampaikan, kalau jembatan dengan tiang penyangga konstruksi kayu ulin ini tidak ditangani, saat musim hujan nanti maka abudment tanah kedua bagian bawah ujung jembatan ini akan semakin habis dan dikhawatirkan jembatan akan roboh.

Dalam kesempatan itu, Pencon berharap Pemkab Melawi untuk tidak menunggu jembatan itu roboh dan jatuh korban dulu baru diperhatikan. Diharapkan perhatian Pemkab Melawi melalui instansi terkait untuk bisa melakukan renovasi pada tahun ini.

“Kalaupun tidak masuk usulan tersebut di APBD Melawi Tahun 2018, kami berharap untuk bisa direnovasi melalui UPJJ kabupaten. Yang kita khawatirkan anak-anak ke sekolah menggunakan jembatan tersebut dan dikhawatirkan roboh ketika warga melalui jembatan itu. Karena lantainya berlubang, belum lagi dibawah ujung jembatan sudah longsor,” ulasnya.

Reporter: Dedi Irawan

Redaktur: Andry Soe