Komisi II Studi Banding di Yogyakarta

H Suriansyah: UMKM Ditata Secara Baik, Sehingga Mampu Menjadi Penopang Utama Perekonomian

20
Studi Banding. Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Ir H Suriansyah, MMA memimpin studi banding Komisi II ke DI Yogyakarta. Dalam rangka mempelajari pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kantor Gubernur DI Yogyakarta, Kamis (26/7). Humas for Rakyat Kalbar
Studi Banding. Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Ir H Suriansyah, MMA memimpin studi banding Komisi II ke DI Yogyakarta. Dalam rangka mempelajari pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kantor Gubernur DI Yogyakarta, Kamis (26/7). Humas for Rakyat Kalbar

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Komisi-Komisi di DPRD Provinsi Kalbar melaksanakan studi banding ke beberapa provinsi di Indonesia. Studi banding dimulai dari Rabu (25/7) hingga Sabtu (28/7) mendatang.

“Salah satunya Komisi II DPRD Provinsi Kalbar yang melaksanakan studi banding ke DI Yogyakarta. Dalam rangka mempelajari pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM),” ujar Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Ir H Suriansyah, MMA, Kamis (26/7). 

Wakil rakyat asal Dapil Kabupaten Sambas ini menjelaskan, Komisi II DPRD Provinsi Kalbar mengunjungi Kantor Gubernur DI Yogyakarta dan diterima oleh Asisten I Bidang Pemerintahan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM serta Kepala Biro Perekonomian.

Dari studi banding tersebut disimpulkan bahwa DI Yogyakarta menggantungkan pertumbuhan dan perekonomian pada usaha bidang perdagangan dan jasa yang bertumpu pada UMKM.

“Di Yogyakarta tidak ada satu pun industri besar yang beroperasi murni menggantungkan pada perekonomian rakyak yang bertumpu pada kegiatan UMKM,” ulas H Suriansyah.

Untuk mengembangkan UMKM, legislator Partai Gerindra ini melanjutkan, Pemprov DI Yogyakarta benar-benar melakukan pembinaan, baik industri konvensional maupun industri kreatif yang berbasis anak muda maupun yang berbasis teknologi.

Sementara itu, UMKM DI Yogyakarta antara lain bergerak dibidang kuliner, pariwisata, agro industri kuliner, agro industri kecil, perdagangan kecil dan lain-lain.

“Jadi untuk bisa berkembang pemerintah menyediakan suprastruktur berupa peraturan daerah yang menciptakan industri yang baik menjadi tumbuh kembangnya industri kecil. Misalnya, bagaimana supaya perizinan bisa sangat mudah dan murah. Kemudian, perpajakan bisa tidak memberatkan masyarakat, retribusi ringan, perbankan mampu melayani UMKM secara mudah, cepat, murah dan berbunga rendah serta ditopang oleh Badan Perkreditan Rakyat (BPR) yang mampu menunjang pertumbuhan yang memperdagangkan barang dan jasa UMKM,” ulasnya.

Jadi, lanjut dia, kegiatan UMKM benar-benar ditata secara baik, sehingga mampu berkembang dan menjadi penopang utama perekonomian.

“Kalbar dengan potensi yang tidak kalah, baik segi kebudayaan, kerajinan, sumber daya alam, sumber daya lahan, sumber daya pertanian dan lain-lain. Seharusnya bisa mencontoh DI Yogyakarta dalam pengembangan ekonomi rakyatnya, sehingga tidak hanya bertumpu pada industri besar. Tapi, seharusnya bertumpu pada industri kecil yang secara langsung mensehjaterakan masyarakat,” tegasnya. 

H Suriansyah berpendapat, industri besar hanya menjadi pendorong dan pemicu saja. “Tetapi, pertumbuhan harus bertumpu pada perekonomian rakyat yang secara liner untuk mensejahterakan,” ucap Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Kalbar ini.

Reporter: Zainudin

Redaktur: Andry Soe