Kisah Bilques yang Geluti Pantomim Sejak SD

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Penampilan Kafka Bilques Alfath berpantomim mampu memukau Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono beserta penonton Pentas Seni dan Budaya Pelajar Kota Pontianak di Halaman SMPN 2 Pontianak, Kamis (22/8).

Kepiawaian aksi pantomim bocah sebelas tahun yang akrab disapa Bilques ini, mendapat apresiasi dari orang nomor satu di Kota Pontianak. Dengan menghadiahkannya satu sepeda yang nanti akan diantar langsung ke sekolahnya.

“Senang karena Bilques tidak pernah menyangka akan mendapat sepeda dari Bapak Wali Kota,” ungkap pelajar Kelas VI SDN 31 Pontianak Barat ini.

Ketertarikan Bilques terhadap dunia pantomim lantaran menurutnya gerakan yang diperagakan unik dan memiliki tingkat kesulitan tinggi sehingga butuh kelenturan tubuh.

“Jadi ada tantangan bagaimana menirukan gerakan dan mimik wajah yang ditampilkan semirip mungkin dengan jalan cerita,” jelasnya.

Sebelum menggeluti seni pantomim, dirinya telah lebih dulu terjun di dunia model fashion, tari dan teater. Latar belakang itulah yang membuat dirinya tidak begitu sulit memperagakan gerakan pantomim.

“Persiapan sebelum tampil adalah make up wajah dengan warna putih sebagai ciri khasnya. Ibu saya yang meriaskan wajah saya,” tuturnya.

Desi Apriyanti (38), ibu dari Bilques mengatakan, putranya memang sejak sebelumnya menggeluti model, fashion show, tari dan teater hingga sekarang ini. Berawal dari potensi ini, guru di sekolah anaknya memberitahu bahwa Bilques memiliki bakat untuk pantomim.

“Jadi saya kira pantomim dan teater erat hubungannya karena sama-sama ekspresi mimik muka dan gerak sehingga saya dukung dia untuk berpantomim,” katanya.

Bakat Bilques di seni pantomim pun menuai hasil. Prestasinya diawali dengan juara pertama tingkat kecamatan. Kemudian tahun selanjutnya juara I dan II tingkat Kota Pontianak. Terakhir, beberapa bulan lalu meraih juara III tingkat kota. “Kalau latihan, dia menyesuaikan waktu. Karena aktivitas dia padat, khusus saat menghadapi lomba, dia akan rutin latihan yang dilombakan,” terangnya.

Prestasi Bilques tak hanya di bidang pantomim, berbagai lomba berhasil dijuarainya, baik tingkat daerah hingga nasional. Tahun 2018 lalu, ia juara terpilih untuk seluruh penari anak Indonesia di TMII Jakarta. Fashion show juga pernah menjadi juara tingkat nasional.

“Bakatnya muncul saat kelas 2 SD, saya cobakan ikut fashion show masuk 10 besar dari 56 peserta, dia menjadi juara 2,” imbuh Desi.

Di sekolah, Bilques termasuk anak yang berprestasi. Meskipun kesibukannya di dunia seni, dia masih termasuk 10 besar siswa berprestasi di sekolahnya.

“Kami sebagai orang tua mensupport dia melihat dari talenta atau bakatnya,” tukasnya.

Sementara itu, Feni Marsalena, pelatih Bilques berpantomim, mengaku tidak begitu banyak mengalami kesulitan mengajari siswanya lantaran gerak tubuhnya yang lentur.

“Karena dia sering joget di kelas, jadi saya lihat bilques ini ada bibit atau potensi untuk belajar pantomim,” sebutnya.

Melihat kemampuan Bilques, ia pun mengajak untuk belajar pantomim. Dalam waktu singkat, siswa yang diajarinya mampu beradaptasi dan melakukan gerakan pantomim. Diakui Feni, selain dirinya mengajarkan Bilques, ia sendiri juga belajar dari Youtube.

“Saya tidak punya basicnya tetapi saya berupaya untuk belajar agar bisa meneruskan ilmunya ke Bilques. Kami saling belajar. Beruntungnya ia cepat belajar dan beradaptasi,” paparnya.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, dirinya memberikan hadiah sepeda kepada dua siswa untuk memberikan motivasi kepada mereka agar lebih maju dan berprestasi. Dua siswa yang dihadiahi sepeda adalah Bilques dan Satrio. Bilques dihadiahi sepeda karena penampilan pantomimnya yang memukau, sedangkan Satrio, siswa SMPN 2, karena keseriusannya menyaksikan Pentas Seni dan Budaya.

“Semoga mereka termotivasi untuk lebih berprestasi sebagai generasi penerus bangsa,” katanya.

Edi menilai, kegiatan pentas  seni dan budaya tingkat pelajar TK, SD dan SMP se-Kota Pontianak ini patut diapresiasi dalam rangka menggali potensi-potensi yang ada, terutama budaya dan seni di Kota Pontianak yang harus kita lestarikan.

“Dengan kegiatan ini kita bisa mendapatkan para siswa yang mempunyai talenta seni dan budaya yang nanti bisa membawa nama Kota Pontianak di tingkat provinsi maupun nasional bahkan tingkat dunia,” ucapnya.

Menurutnya, seni adalah bagian dari budaya. Untuk itu ia meminta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak meningkatkan kegiatan ini di tahun mendatang.

“Baik itu kualitas maupun cakupannya agar semakin luas,” pungkasnya. (jim/humpro)

 

 

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!