Kepala Desa pun Pasang Bendera Setengah Tiang

Korban Terpapar Banjir Sambas Sudah 3.869 Jiwa

DUKA. Kades Semangak, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, Jube Herzami memasang bendera setengah tiang, di depan kantor desa tanda berduka akibat banjir yang terus menerus terjadi, Rabu (24/2). Pemdes Semangak for Rakyat Kalbar.
SPEEDBOAT MEJENG. Pemukiman masyarakat Desa Semangak, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, yang terendam banjir, Rabu (24/2). Terlihat sebuah speedboat milik warga bisa mengapung di depan rumahnya. Kades Jube for Rakyat Kalbar.
SPEEDBOAT MEJENG. Pemukiman masyarakat Desa Semangak, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, yang terendam banjir, Rabu (24/2). Terlihat sebuah speedboat milik warga bisa mengapung di depan rumahnya. Kades Jube for Rakyat Kalbar.

eQuator.co.id – Sambas-RK. Banjir yang melanda Kabupaten Sambas, tepatnya di Desa Sepantai dan Desa Semangak, Kecamatan Sejangkung, semakin tinggi debit airnya. Pasang sungai disertai hujan dan banjir kiriman dari kabupaten tetangga, Bengkayang, menyebabkan ketinggian air setakat ini 1,75 meter di jalan dan 50 centimeter di dalam rumah warga. Total korban bencana tersebut mencapai 3.869 jiwa dari 949 Kepala Keluarga (KK).

Data yang diterima Rakyat Kalbar, Rabu (24/2) pukul 16.00 WIB, dari Kades Semangak, Jube Herzami, dan Kades Sepantai, Herlin, jumlah rumah yang tergenang air terus bertambah. Pagi kemarin, di Desa Semangak sebanyak 657 rumah berpenghuni 2.667 jiwa (728 KK) terendam.

“Sore ini peningkatan debit air sudah hampir 2 meter di titik terendah, dan jumlah rumah terendam kembali bertambah menjadi 757 rumah, 763 KK, dan 3.181 jiwa,” ungkap Kades Jube Herzami.

Ia melanjutkan, banjir di desanya terjadi tiap hari sejak awal Februari 2016. “Full hampir satu bulan, baru saja mau surut sudah banjir lagi bahkan ketinggiannya semakin parah. Sebagai tanda berduka atas musibah banjir ini, kami memasang bendera setengah tiang di halaman kantor desa,” ujarnya didahului mengirimkan foto via Whatsapp (WA).

Sebelumnya, jelas Jube, banjir hanya merendam 526 Rumah dan 611 KK (2.204 jiwa) di Desa Semangak. “Melihat kondisi cuaca saat ini, hari masih mendung, sungai pasang, ditambah lagi banjir kiriman dari Bengkayang masih berlangsung, tentu debit air bakal meningkat,” terang dia.

Jube sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah (kabupaten, provinsi, maupun pusat) mengingat stok Sembako warga semakin menipis. Pihaknya telah menganggarkan Rp27 juta menggunakan ADD untuk membeli sebanyak 2,5 ton. “Namun saat ini sudah habis, mengingat banjir yang terus menerus,” bebernya.

Sementara di Sepantau, Kades Herlin menyebut, pada 12 jam terakhir hingga pukul 16.00 WIB kenaikan air sekitar 25 centimeter. Yang berarti banjir di sana sudah berkisar 170-175 centimeter di jalan desa yang telah dibeton. Sama dengan di Semangak, jumlah rumah yang terendam meningkat. “Di Dusun Satai, rumah tergenang 48 dari 58 KK, sedangkan Dusun Sepandak 119 rumah dari 128 KK. Total 167 rumah dari 186 KK dengan jumlah jiwa 688 yang kediamannya tergenang air,” paparnya.

Saat ini, warga Sepantau telah mendirikan panggauan atau parak di dalam rumah. “Setinggi 1 hingga 1,5 meter agar tidak terkena banjir. Tapi bagaimanapun, tidur tetap tidak tenang karena air masih terus naik,” ungkap dia.

Panggauan tersebut memang berfungsi sebagai tempat untuk tidur, masak, dan menyelamatkan barang-barang elektronik. Belakangan, ada warga yang membuat lanting mini (rakit) menggunakan kayu balok.

“Sebetulnya banyak foto-foto kondisi banjir. Karena sinyal tidak ada, maka tidak bisa dikirim. Untuk berkomunikasi, kita cari dataran tinggi, tapi hanya untuk telpon,” ujar Herlin.

Desa Sepantai, jelasnya, berada di perhuluan Sungai Sambas yang berbatasan dengan Bengkayang. Nah, ketika Bengkayang banjir, maka aliran sungai akan turun ke Sepantai, Senabah, Semakuan, Sajingan Kecil, Semangak, yang berujung ke Sungai Sambas.

“Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Sejangkung merupakan banjir kiriman dari Bengkayang, karena Kecamatan Sejangkung masuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Kumba dan Sentangau, Bengkayang,” tandas dia.

Terpisah, Pemerintah Kabupaten Sambas telah menyalurkan sejumlah bantuan makanan, diantaranya 746 karung beras (13.421 Kg), 101 kaleng sarden, 238 kotak Indomie, 13 kotak mi goreng instan, 44 botol kecap, 37 sambal botolan, dan 70 bungkus biskuit. Juga telah memberikan 55 peralatan makan, 64 tenda, 24 teko, 113 selimut, 111 tikar, 108 tempat nasi, dan 6 panci.

“Ini dari Kementerian Sosial (Kemensos) bagi desa-desa yang mendapat musibah banjir. Bantuan Kemensos itu telah disalurkan baik pada banjir lalu dan banjir susulan yang saat ini terjadi,“ terang Kasi Penanggulangan Bencana dan Bansos Dinas Sosial Sambas, Shanty, mewakili Kabid Sosial Irwansyah, Rabu (24/2).

Shanty menjelaskan, bantuan sosial ini dapat disalurkan sesuai permohonan bantuan dari kepala desa yang wilayahnya tertimpa musibah dengan melampirkan data korban dilengkapi dengan dokumentasi. “Ini memang peraturannya, sehingga bantuan yang disalurkan tepat sasaran,“ ujarnya.

Ia melanjutkan, pihaknya telah dua kali mengambil stok di Dinas Sosial Provinsi Kalbar. Bantuan yang ada telah disalurkan sejak tanggal 12 Februari 2016 dari gudang logistik hingga sekarang.

“Dari data yang masuk, cadangan beras ada 100 ton di Bulog Singkawang dan telah diambil secara bertahap. Pertama 10 ton dan baru-baru ini diambil lagi 10 ton. Stok beras cadangan di Bulog Singkawang kini tinggal 80 ton,” beber Shanty. Untuk setiap pengambilan beras cadangan tersebut, harus ada usulan dari Bupati Sambas berupa Surat Tanggap Darurat.

Laporan: Muhammad Ridho

Editor: Mohamad iQbaL