Kembangkan Kerja Sama RI-Tiongkok

Perlancar Arus Informasi, Dorong Saling Pengertian

MASJID NIUJIE. Sejumlah muslim di Tiongkok menjalani ibadah Zuhur di Masjid Niujie, Beijing, Rabu (3/5). Masjid tersebut terbesar di Ibukota Tiongkok, yang menjadi titik awal masuknya Islam di daratan Tiongkok. Imam Husein-Jawa Pos
MASJID NIUJIE. Sejumlah muslim di Tiongkok menjalani ibadah Zuhur di Masjid Niujie, Beijing, Rabu (3/5). Masjid tersebut terbesar di Ibukota Tiongkok, yang menjadi titik awal masuknya Islam di daratan Tiongkok. Imam Husein-Jawa Pos

eQuator.co.idBEIJING–RK. Posisi Indonesia kini kian strategis di mata Tiongkok. Dua bulan lalu, Tiongkok membuka kantor perwakilan China Radio International (CRI) di Jakarta.

Pembukaan kantor perwakilan seksi bahasa Indonesia itu diharapkan memperlancar arus informasi sehingga bisa mengembangkan kerja sama antar dua negara. Mulai bidang perdagangan, teknologi, pendidikan, kesehatan, hingga kebudayaan.

’’Sebenarnya sejak 1990-an kami ingin membuat kantor perwakilan di Indonesia. Tapi, baru sekarang kami mendapat izin,’’ ujar Direktur CRI Wilayah Asia Tenggara, An Xiaoyu, kepada sejumlah perwakilan media dari Indonesia, Kamis lalu (3/5). CRI memiliki pengikut hingga 13 juta orang di seluruh dunia. Kebanyakan di antara mereka adalah pendengar setia di Indonesia hingga kini.

Sejarah panjang CRI dengan pendengar asal Indonesia tersimpan di lantai 2 kantor pusat stasiun radio milik pemerintah Negeri Panda itu. Di sana ada globe raksasa berisi surat dari berbagai negara yang dikumpulkan pada era 1960-an. Tiga ribu surat di antaranya berasal dari Indonesia.

Executive Secretary All China Journalist Association (ACJA), Wang Dongmei, menyatakan informasi bisa mendorong percepatan pembangunan negara. Dia mencontohkan kerja sama Tiongkok dengan Laos untuk membangun kereta cepat. Para pekerja lokal tak tahu apa yang mereka kerjakan.

“Setelah diberitakan, mereka akhirnya tahu bahwa ini bagus untuk negara,’’ ungkap perempuan yang pernah mengabdi di CRI itu.

Pembangunan kereta cepat Jakarta–Bandung juga bakal dilakukan atas kerja sama dengan Tiongkok. Dia berharap ada banyak kerja sama lain yang terus berlanjut.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga melakukan konferensi tingkat dunia. Topiknya adalah peran jurnalistik dalam pembangunan negara. Menurut Dongmei, media punya peran untuk mendorong rasa saling pengertian.

Pada hari kedua lawatan ke Tiongkok kemarin (4/5), rombongan media asal Indonesia mengunjungi Tembok Besar. Pada hari sebelumnya, rombongan juga mengunjungi Masjid Niujie untuk salat Zuhur berjamaah.

Presiden Joko Widodo berkunjung ke masjid tertua di Beijing itu pada 14 Mei tahun lalu. Di sekitar Jalan Niujie, banyak penduduk muslim yang bermukim. Di Beijing ada 70 masjid lain dan 23 ribu lagi di seluruh Tiongkok. Selain itu, di daerah tersebut banyak restoran yang menyediakan makanan halal. (Jawa Pos/JPG)