Keberadaan Pohon Tua Ancam Keselamatan Warga

158
ilustrasi

eQuator – Pontianak-RK. Keberadaan beberapa pohon tua yang berpotensi tumbang dan menimpa warga di sejumlah kawasan di Kota Pontianak perlu mendapatkan perhatian serius dari Dinas Kebersihan Kota Pontianak.

Terlebih pergantian dari musim kemarau ke musim penghujan yang biasanya disertai angin kencang sehingga keberadaan pohon-pohon tersebut dikhawatirkan tumbang dan membahayakan para pengguna jalan.

“Kita minta Dinas Kebersihan Kota Pontianak mendata kembali pohon-pohon se-Kota Pontianak. Karena sekarang sudah musim penghujan yang ditambah angin kencang. Ini sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat. Jangan sampai kejadian baru mau bertindak,” ucap anggota Komisi B DPRD Kota Pontianak, Mashudi, Jumat (20/11).
Menurut pantauannya, di beberapa ruas jalan di Kota Pontianak sering terjadi pohon tumbang. Oleh karena itu, ia minta harus ada pemantauan untuk memfokuskan keberadaan pohon-pohon yang mengkhawatirkan masyarakat tersebut.
“Yang sering kejadian ini adalah di kawasan Kecamatan Pontianak Utara. Di mana banyak pohon-pohon besar yang kerapkali tumbang. Makanya sebelum masalah ini kembali terjadi, kami minta dinasnya menurunkan tim sesegera mungkin untuk melakukan pemangkasan,” lugasnya.
Lantaran memiliki wewenang penuh ihwal urusan tersebut, Dinas Kebersihan Kota Pontianak harus aktif memeriksa di lapangan. Jangan hanya duduk di meja kerja saja dan sebatas menunggu laporan dari masyarakat baru mau menjalankan tugas dan fungsinya.
“Ini memang tugas dinas kebersihan, karena aturannya masyarakat tidak boleh menebang pohon kalau tanpa ada persetujuan mereka. Sedangkan dinasnya seakan kurang tanggap dengan hal ini, di sisi lain masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa selain berhati-hati,” paparnya.

Jangan salahkan jika masyarakat bertindak sebagai akibat dari kurang tanggapnya Pemerintah Kota Pontianak. Karena mau tidak mau masyarakat harus melakukan tindakan sendiri demi keselamatan mereka.
“Masyarakat khawatir, sedangkan untuk menebang atau memangkas itu adalah wewenang dinas, tapi tak ada tindakannya. Ya wajar saja masyarakat yang merasa khawatir demi keselamatan mereka dan orang banyak memangkas dan sebagainya,” cetus Mashudi.

Mashudi juga menjelaskan jika dinas kebersihan supaya tidak segan-segan untuk menebang pohon jika sudah memungkinkan untuk ditebang. “Misalnya ada yang terkena kabel di bawah tanah dan sebagainya, tebang saja. Tapi gantikan dengan pohon yang baru agar penghijauan itu tetap berjalan juga sebagai regenerasi bagi pohon itu,” tutupnya. (agn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here