Kapolresta: Korban dan Pelaku Mediasi

Proses Kasus Penyerangan Relawan Caleg Demokrat di Rasau Jaya

Ilustrasi.NET

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Penyelesaian perkara penyerangan terhadap relawan Dessi Fithri Anggraeni, Caleg Demokrat Dapil 4 (Rasau Jaya-Teluk Pakedai) kini masih berproses.

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Muhammad Nasir Anwar memastikan, perkara tersebut tertangani dengan baik oleh kepolisian. Beberapa orang yang terlibat dalam aksi penyerangan itu telah dilakukan pemeriksaan. “Alhamdulilah sudah tertangani dengan baik,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, Rabu (30/1).

Anwar mengatakan, kedua kubu telah bermediasi untuk mencari jalan penyelesaian yang terbaik. “Ini kami juga masih menunggu lagi untuk mediasi selanjutnya,” ucapnya.

Ia pun menegaskan, kepolisian akan menjamin dua belah pihak itu tidak punya ekses lagi untuk terlibat keributan. “Kejadian ini kan terjadi secara spontanitas saja,” katanya.

Dengan kejadian tersebut, Anwar mengimbau kepada seluruh masyarakat agar semakin cerdas dalam berdemokrasi. Jangan sampai karena beda pilhan terjadi perselisihan antar sesama masyarakat. “Frame kita adalah untuk kemajuan Pontianak dan Kubu Raya. Kalau semua minsed sudah begitu, beda pilhan tidak akan menjadi soal,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, penyerangan oleh sekelompok orang terhadap relawan caleg tersebut, terjadi disaat para relawan sedang istirahat makan siang usai memasang bendera partai, Minggu (27/1) siang. Akibat penyerangan itu, satu orang relawan bernama Miskari mengalami luka gores di bagian dada. Dia terkena bambu tiang bendera yang digunakan sekolompok orang tersebut untuk menyerang.

Salah satu relawan yang menyaksikan peristiwa penyerangan itu, Zainal Abidin menduga, sekelompok orang yang menyerang mereka adalah tim sukses dari caleg tertentu. Ia pribadi pun sangat mengenal orang-orang yang melakukan penyerangan tersebut. “Mereka, orang-orang sekampung juga,” katanya belum lama ini. Diperkirakannnya ada belasan orang yang terlibat dalam aksi penyerang tersebut.

Sementara itu, Urai Juliansyah, Ketua Bawaslu Kabupaten Kubu Raya saat dikonfirmasi lewat telepon mengaku, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan secara resmi terkait peristiwa penyerangan yang diduga  dilakukan salah satu relawan caleg itu. “Selama ada laporan kita pasti akan tindaklanjuti,” katanya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi 3 DPR RI, Erma Suryani Ranik meminta kepolisian menindaklanjuti kejadian ini dengan tegas sesuai undang-undang yang berlaku. “Saya minta polisi menindaklanjuti dengan tegas. Ini tindak pidana. Jangan dibiarkan,” ujar Legislator Partai Demokrat ini kepada Rakyat Kalbar, kemarin.

Laporan: Abdul Halikurrahman dan Andi Ridwansyah

Editor: Ocsya Ade CP