Kancil BBK Pontianak Gagal Raih Poin Penuh

Lapangan Basah, Atap GOR Pangsuma Bocor

JADI TUAN RUMAH. Kancil BBK saat menjamu Black Steel Manokwari di GOR Pangsuma Pontianak, Sabtu (19/1) siang. Zainudin-RK

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Laga lanjutan Pro Futsal League 2019 pekan ke-3 group A berakhir dengan kekecewaan besar bagi tim tuan rumah. Kancil BBK Pontianak gagal meraih 3 poin. Setelah ditundukkan Black Steel Manokwari dengan skor tipis di GOR Pangsuma Pontianak, Sabtu (19/1) siang.

Dari pantauan Rakyat Kalbar, tampak hadir Gubernur Sutarmidji, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, dan Anggota DPR RI Maman Abdurahman. Yang menyemangati Kancil BBK. Tak hanya itu, suporter tidak henti bernyanyi untuk memberikan support kepada tim kesayangannya itu.

Pada babak pertama, Kancil BBK tertinggal 1-3. Goal tuan rumah diciptakan pada menit akhir oleh Maryono. Di babak kedua, Kancil BBK terlihat tidak ingin tertinggal lebih jauh.

Sayang, meski mencetak tiga gol tambahan, Kancil BBK tetap kebobolan dua gol. Hingga pluit akhir pertandingan, skor menjadi 4-5 untuk keunggulan Black Steel Manokwari.

Gol Kancil BBK di babak kedua dipersembahkan pada menit ke 28 oleh Rahmatullah. Kemudian pada menit 38 dan 39 oleh Diaz Riansyah.

Usai pertandingan, Pelatih Kancil BBK, Naim Hamid mengatakan, anak asuhnya sudah berlaga sangat maksimal. Serta dapat menjalankan intruksinya.

“Pemain kita sudah sangat luar biasa dalam bermain,” tegasnya.

Tetapi, ia kurang puas dengan permainan di babak pertama. “Seperti yang saya sudah bilang, jangan sampai mereka unggul duluan,” ungkap Naim.

Ia berterima kasih kepada Gubernur Kalbar, Wali Kota Pontianak serta anggota DPR RI yang turut menyaksikan. Dan memberi dukungan semangat kepada para pemain Kancil BBK. Juga kepada suporter yang sangat antusias mendukung timnya dalam ajang itu.

Kancil BBK memang tak perlu berkecil hati. Sebab, pelatih Black Steel Manokwari, Yori van der Torren, yang berasal dari Belanda menyatakan melawan Kancil sangat berat. Menurut dia, Kancil punya banyak pemain dengan kecepatan dan skil individu yang mumpuni.

“Counter (serangan balik,red) mereka berbahaya,” bebernya.

Tak hanya itu, suporter di Pontianak, diungkapkan Yori, benar-benar oke. “Saya juga mau bilang, bahwa penonton di sini (Pontianak, red) sangat luar biasa,” ucapnya.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan bahwa dirinya menghadiri pertandingan tersebut memang khusus untuk menyaksikan dan memberi dukungan kepada para pemain Kancil BBK.  “Agar mereka bersemangat untuk memenangkan pertandingan,” tuturnya.

Menurut dia, permainan Kancil BBK sudah sangat baik. Hanya saja kurang beruntung.

“Semua pemain kancil BBK sudah bagus tidak kalah dengan pemain lainnya,” jelasnya.

Selain gagalnya tuan rumah memetik poin penuh, ada kekecewaan lainnya. Ketika pertandingan baru berjalan di menit ke-29 babak kedua, wasit harus menghentikan sementara.

Pasalnya, hujan yang sangat deras di luar gelanggang olahraga (GOR) Pangsuma “terasa” sampai ke dalam lapangan indoor tempat pertandingan dihelat. Tetesan air dari atas yang diduga karena atap GOR bocor menyebabkan lapangan basah. Membahayakan keselamatan para pemain futsal.

Menyikapi kondisi itu, Gubernur Sutarmidji langsung berkoordinasi dengan instansi terkait. Untuk segera memperbaiki atap GOR tersebut.

“Kita segera perbaiki atap yang bocor agar lapangan bisa digunakan kembali,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat, diungkapkan Sutarmidji, Pemprov Kalbar berencana membangun GOR yang baru. “Kita berencana membangun gor yang baru, arah Jalan M.Sohor, supaya tidak mengganggu lalu lintas, kita sedang desain dan 2 tahun sudah selesai,” tegasnya.

Salah seorang suporter Kancil BBK Pontianak, Hermansyah, mengungkapkan kekecewaannya. “Kita sebagai suporter juga merasa kecewa karena atapnya ada yang bocor, akibatnya air masuk ke dalam GOR yang jadinya lapangan basah,” tuturnya ditemui usai pertandingan.

Meski begitu, ia tetap setia mendukung Kancil BBK. “Berharap pertandingan besok Kancil BBK bise meraih 3 poin,” harapnya.

 

Laporan: Zainuddin

Editor: Mohamad iQbaL