-ads-
Home Headline Jika Prajurit Bisa Dibeli, Berarti Menjual Negara

Jika Prajurit Bisa Dibeli, Berarti Menjual Negara

Pesan Pangdam Kepada Satgas Pamtas RI-Malaysia

PENJAGA PERBATASAN. Mayjen TNI Achmad Supriyadi menerima Prajurit Yonif 320/Badak Putih di halaman Makodam XII/Tpr, Minggu (27/5). Pasukan ini akan menjadi pasukan penjaga perbatasan RI-Malaysia di Kalbar sektor timur. Ambrosius Junius-RK
PENJAGA PERBATASAN. Mayjen TNI Achmad Supriyadi menerima Prajurit Yonif 320/Badak Putih di halaman Makodam XII/Tpr, Minggu (27/5). Pasukan ini akan menjadi pasukan penjaga perbatasan RI-Malaysia di Kalbar sektor timur. Ambrosius Junius-RK

eQuator.co.idSUNGAI RAYA-RK. Prajurit TNI AD Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-Malaysia di Kalbar sektor timur, berganti. Bataliyon Infanteri (Yonif) 123/Rajawali digantikan Yonif 320/ Badak Putih.

Ratusan prajurit Yonif 320/Badak Putih yang akan menjaga kedaulatan negara di wilayah Kapuas Hulu dan sekitarnya ini diterima Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Achmad Supriyadi. Mereka duduk di tribun yang berada di halaman Makodam XII/Tanjungpura, Minggu pagi (27/5).

Di hadapan prajurit dari Kodam III/Siliwangi itu, Pangdam mengingatkan, di perbatasan banyak sekali perlintasan yang tidak resmi. Anggota Satgas Pamtas jangan mau disogok.

-ads-

“Saya ingatkan, semua itu menjanjikan,” ujar Pangdam.

Anggota Satgas Pamtas RI-Malaysia kata Pangdam, bisa meloloskan apa saja yang lewat di perbatasan dengan imbalan. “Jika kalian bisa dibeli, maka kalian menjual negara ini,” tegasnya.

Terlebih kata Pangdam, jika yang diloloskan narkoba. Maka, ikut andil membunuh generasi muda. Berapa banyak yang harus mati dan kecanduan? “Bertugaslah dengan baik, jangan menjadi bagian sindikat, bagian dari yang meloloskan penyeludupan itu,” lugasnya.

Memang mudah bisa mendapatkan Rp2 juta atau Rp5 juta dalam satu kesempatan. Itu gampang. “Tapi saya ingatkan kalau sampai terjadi seperti itu,  saudara-saudara pengkhianat,” ujarnya.

Anggota Satgas Pamtas jangan mau diajak kompromi. Teliti dan selalu waspada. Sebab para penyelundup barang haram sangat pintar.”Kalian pasti berhasil gagalkan. Kalau dilatihan kalian bisa, tunjukan di medan penugasan sebenarnya,” pesan Pangdam.

Usai memberikan pengarahan, Pangdam menjelaskan kepada sejumlah wartawan, bahwa Satgas Pamtas RI-Malaysia di sektor barat telah berganti beberapa hari lalu. Yonif 642 /Kapuas digantikan Yonif 511/Dibyatara Yudha.”Yang ini di sektor timur, di perbatasan marak penyelundupan,” sebutnya.

Di samping menjaga kedaulatan, Satgas Pamtas juga mencegah penyelundupan. “Termasuk pengawasan keluar masuk kendaraan membawa barang yang terkait terorisme pasti akan kita tangkap,” tegasnya lagi.

Jika dilihat dari panjangnya garis perbatasan negara, prajurit TNI yang bertugas di garda terdepan NKRI itu belum bisa mencukupi. Tidak ada idealnya berapa kekurangan tersebut. “Yang jelas kita akan menjaga tempat-tempat yang strategis, bukan semua tempat kita tempati, kemudian ada masyarakatnya di situ, kita laksanakan pembinaan,” tutur Pangdam.

Sementara Danrem 121/Alambhana Wanawai, Brigjen TNI Bambang Ismawan mengatakan, Satgas Pamtas sebelumnya pernah menggagalkan penyeludupan narkotika. Jumlah personel penjaga perbatasan di sektor ini lebih banyak dari sebelumnya. Dia pun berharap Satgas Pamtas yang baru ini akan lebih baik lagi. “Dan sekarang tambah jumlah, (Satgas) dulu 350 prajurit.  Sekarang 450 prajurit jadi harus lebih baik,” ujarnya kepada wartawan

Danrem menuturkan, tugas negara ini adalah kehormatan bagi tentara. Oleh karena itu, di perbatasan prajurit  harus mejaga kehormatan itu. Prajurit jangan mau dibeli oleh siapapun yang dapat merusak intergritas TNI.

Penyeludupan kata Danrem, akan melakukan berbagai upaya agar bisa lolos dengan cara menyuap penjaga. Sederhananya sembako, seperti mau menerima memasukkan gula. Untungnya besar sekali. Perbedaan harga di Malaysia dengan di Kalbar cukup jauh. Sebab gula di Malaysia Subsidi, sehingga harganya murah.

“Maka tidak heran orang menyelundupkan ke Kalbar. Itu lewat pos kita, makanya kalau pos kita bisa dibeli, itu yang bahaya. Itu tidak boleh ditawar,” tegasnya.

Danrem menjelaskan, ada 58 pos penjagaan di sepanjang garis perbatasan. Yang belum ada pos yaitu di di kawasan taman nasional di Kapuas Hulu. Danrem berharap di kawasan itu pun harus dijaga. Pucuk pimpinan kata Danrem, sudah membicarakan persoalan ini.

“Belum ada pos di sana, kita boleh sembarangan masuk ke hutan lindung. Kita harus jaga kerena itu masuk ke wilayah kita, kita ngak tau yang terjadi di dalam hutan lindung itu apa,” demikian Danrem.

 

Laporan: Ambrosius Junius

Editor: Arman Hairiadi

Exit mobile version