Jembatan Desa Perbatasan Nyaris Ambruk

365
NYARIS AMBRUK. Jembatan di Desa Wirayuda yang merupakan akses utama ke Ibukota Kecamatan Ketungau Tengah nyaris ambruk, Jumat (6/11). Achmad Munandar-RK.

eQuator – Sintang-RK. Kondisi jembatan di Desa Wirayuda mengancam keselamatan warga. Akses utama ke Ibukota Kecamatan Ketungau Tengah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga itu nyaris ambruk.

“Sejak dibangun pada 1970-an, jembatan ini tidak pernah diperbaiki,” ungkap Lusi, salah seorang warga Desa Wirayuda, Kecamatan Ketungan Tengah, Kabupaten Sintang kepada wartawan, Jumat (6/11).

Jembatan yang berdiri di atas Sungai Hantu tersebut sepanjang 70 meter dan lebar 3 meter. Tingginya dari dasar sungai sekitar 15 meter. Semua materialnya dari kayu.

“Kalau jembatannya masih bagus, mobil dan sepeda motor bisa melintas. Tetapi sekarang, posisi tiang jembatan sudah bergeser karena terpaan hujan dan angin kencang,” kata Lusi.

Karena kondisi tersebut, tambah dia, jangankan kendaraan bermotor, pejalan kaki pun dituntut untuk lebih hati-hati melintasinya, karena sangat berbahaya. “Jembatan itu sudah tidak layak untuk dilewati, tetapi mau bagaimana lagi, itu akses utama ke ibukota kecamatan,” ujar Lusi.

Menurut Lusi, kalau pemerintah tidak segera memperbaiki jembatan tersebut. Tidak lama lagi tentu akan ambruk, dan dipastikan akan memakan korban jiwa. “Beberapa warga sudah menjadi korban, karena dihantam lantai jembatan yang tidak seimbang. Satu orang juga ada yang terjatuh dan sampai sekarang tidak bisa berjalan,” ungkapnya.

Lusi mengatakan, warga Desa Wirayudi sudah kerapkali mengusulkan perbaikan jemabatan tersebut kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang. Tetapi tidak ditanggapi, alasannya bukan menjadi prioritas pembangunan.
“Kami harap jembatan ini dibangun baru. Bukan tambal sulam. Minimal menggunakan rangka baja supaya kuat. Kami menagih janji pemerintah yang memerhatikan kawasan perbatasan. Jembatan ini merupakan akses utama masyarakat perbatasan,” tutup Lusi. (Adx)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here