Jangan Panik jika Tersiram Air Panas

Tips Penanganan Setelah Tersiram Air Panas Dengan Baik Ditulis oleh dr. Tomi Juliandi, Unit Kerja RSUD Pemangkat

329
ilustrasi. net

eQuator.co.id – SEBERAPA jauhkah akibat yang bisa ditimbulkan jika delapan langkah penanganan setelah tersiram air panas itu tidak dilakukan dengan baik.

Resiko bila luka bakar tidak ditangani dengan baik, maka akan menimbulkan hasil penyembuhan luka yang tidak maksimal. Contohnya scar (bintik-bintik kehitaman/suatu jaringan ikat fibrosa [fibrous] yang menggantikan sel-sel kulit yang normal setelah terjadi perlukaan pada kulit).

Biasanya, setiap orang pasti panik ketika dalam keadaan tersiram air panas. Apa yang paling utama dilakukan agar tidak panik saat tersiram air panas?

Hal yang segera dilakukan ialah membilas daerah yang tersiram dengan air mengalir sekitar 5-10 menit. Dengan begitu, luka yang tersiram akan sedikit mereda dan tidak sakit. Lalu, rawatlah luka seperti delapan penanganan jika tersiram air panas.

Siapa yang berperan agar tidak panik? Karena korban jika tersiram, secara refleks pasti panik. Bila sudah dilakukan penyiraman dengan air mengalir di daerah luka, segeralah ke dokter terdekat untuk penanganan luka yang benar, sehingga akan menghasilkan penyembuhan luka yang maksimal tanpa meninggalkan scar.

Biasanya dan umumnya jika tersiram air panas, yang lazim terjadi pertolongan awal dengan mengoles pakai pepsodent atau odol? Apakah itu cara yang tepat?

Itu cara yang salah. Karena dengan dioleskannya odol atau pasta gigi, maka akan terjadi infeksi dan tidak dapat mendinginkan kulit yang terkena air panas.

Pada air panas dengan suhu 100 derajat celsius, kerusakan kulit yang akan ditimbulkan tergantung seberapa lama terpaparnya. Jika hanya terkena percikan air 100 derajat celsius, akan semakin ringan kerusakan kulitnya. Namun jika terpapar semakin lama serta luas, akan merusak kulit sampai ke lapisan bagian dalam yaitu dermis.

Dan, jika tersiram air panas, maka kulit yang paling sulit disembuhkan dengan maksimal tanpa meninggalkan bekas luka adalah bagian muka atau bagian kulit yang tipis.

Scar sendiri adalah luka parut yang timbul ketika kulit kita terluka. Sedangkan dermis itu lapisan kulit yang paling dalam. Jika sudah mengenai bagian dermis, akan sulit sembuh sempurna tanpa meninggalkan scar.

Dalam rentang berapa lama biasanya luka akibat tersiram air panas baru sembuh? Nah hal ini biasanya dapat disembuhkan dalam rentang waktu antara 7-14 hari atau bervariasi tergantung dari berat atau ringannya luka yang ditimbulkan. (***)

Berikut adalah delapan langkah yang dilakukan jika tersiram air panas:

– Siram bagian yang terkena air panas dengan air keran/mengalir selama 15-30 menit. Langkah ini dapat menurunkan suhu panas dan mengurangi kerusakan kulit.

– Bila yang tersiram adalah bagian tubuh masih dilapisi pakaian, siram langsung. Setelah itu, buka pakaian dengan hati-hati atau gunting saja lalu siram lagi bagian yang terluka.

– Tutup/balut bagian tubuh yang terluka dengan kain kassa steril untuk menghindari terjadinya infeksi. Sebelumnya, dapat dioleskan salep/cream seperti bioplacenton, mebo, atau burnazin. Bila ragu, segera dibawa ke puskesmas/klinik/dokter praktek terdekat.

– Ingat! Jangan sembarangan mengoleskan minyak, pasta gigi atau yang lainnya. Karena akan memperparah luka bahkan beresiko terkena infeksi.

– Perhatikan kodisi luka. Apabila muncul rasa sakit yang lebih, keluar air dan nanah bahkan demam, tandanya sudah terinfeksi dan harus segera dibawa ke dokter.

– Pada luka bakar sering terjadi gelembung air. Kalau gelembung airnya sangat kecil atau tidak sampai 2 cm, jangan dipecahkan, langsung saja dioleskan salep. Bila gelembungnya berukuran besar, segera dibawa ke dokter.

– Kulit pada luka bakar jangan dirobek/dikopek, karena akan melindungi dan membantu penyembuhan kulit. Jika belum sepenuhnya sembuh lalu dikopek maka akan menimbulkan bekas luka, warna kulit berbeda bahkan infeksi.

– Jangan biarkan luka meradang, luka tidak boleh digaruk, dicuci dengan air panas atau bergesekan dengan pakaian, karena akan menyebabkan infeksi dan menimbulkan bekas luka.