Jamaah India Meninggal di Masjid Quba

Sempat Makan Roti Cane, Kondisi Drop

SERANGAN JANTUNG. Jenazah Mazharuddin setelah ditemukan meninggal, disemayamkan di Masjid Quba, Selasa (3/11). IST

eQuator – Pontianak-RK. Innalillahi, Allah berkehendak di manapun maut tak bisa mengelak seperti suratan Mazharuddin, 64. Jauh-jauh dari India, ia ditemukan tak bernyawa di Masjid Quba, Jalan Parit Haji Husein II, Pontianak Tenggara, dinihari Selasa (3/11).

Jamaah Quba itu berpaspor nomor J0383092. Mazharuddin diduga mengalami serangan jantung. Namun kebenarannya masih harus divisum. Almarhum datang ke Pontianak bersama empat rekannya. Mendarat di Bandara Supadio, Senin (2/11) sekitar pukul 12.00, dijemput oleh Arif.

“Rombongan kemudian dibawa Saudara Arif untuk makan siang di Jalan Johan Idrus. Mazharuddin saat itu tidak makan,” tutur AKP Kartyana, Kapolsek Pontiabak Selatan, Selasa (3/11).

Usai makan, rombongan dibawa ke rumah Arif di Jalan Mujahidin dekat masjid Mujahidin, Kelurahan Akcaya. “Di rumah Saudara Arif, kondisi korban semakin lemah. Namun rekan lainnya menganggap kalau korban hanya kecapekan dan tidak makan,” tambah Kapolsek.

Dalam kondisi lemah itu, lanjut Kapolsek, Mazharuddin minta kepada rekan-rekanya untuk dicarikan roti cane. Sempatlah kuliner India itu dimakan sedikit, namun korban muntah-muntah.

“Kemudian minta minyak kayu putih dan obat herbal habatussauda. Kondisi korban kemudian tampak sedikit segar,” kata Kartyana.

Karena kondisinya tidak sehat dan stamina drop, Mazharuddin berdiam diri di rumah sementara rekan lainnya itikaf di Masjid Mujahidin sambil menunggu waktu ashar, magrib dan isya untuk salat berjamaah.

Sepulangnya dari Masjid Mujahidin, sekitar pukul 19.30, rekannya melihat kondisinya semakin melemah. “Oleh rekannya bersama Arif, korban dilarikan ke rumah sakit Anton Soedjarwo Polda Kalbar yang dekat dari rumah Arif, untuk perawatan medis,” jelas Kapolsek.

Setelah mendapat perawatan medis dan rekam jantung, lanjut Kapolsek, Mazharuddin ternyata memiliki riwayat penyakit jantung. Oleh dokter RS Anton Soedjarwo dirujuk ke RSUD Soedarso, karena peralatan medisnya lebih lengkap.

“Setelah melihat kondisinya sudah agak baikkan dan mengingat mereka juga terkendala biaya, maka sementara usai dari RS Soedarso dibawa ke Masjid Quba,” katanya.

Di Masjid Quba itulah Mazharuddin diistirahatkan di ruangan Foren, khusus untuk jamaah atau tamu asing. Rencananya, keesokan harinya akan kembali dibawa ke rumah sakit lain, RS Antonius.

“Senin itu sekitar pukul 23.25 kondisi korban semakin memburuk. Namun setelah dicek ternyata sudah meninggal dunia,” ungkap Kapolsek.

Sekitar pukul 04.30, Arif menghubungi Polsek Pontianak Selatan menginformasikan peristiwa itu. Kemudian korban disemayamkan di Masjid Quba.

“Tindakan selanjutnya, kita koordinasi lebih lanjut dengan pihak RS Anton Sudjarwo dan pihak Imigrasi Pontianak untuk penanganan jenazah korban lebih lanjut,” pungkasnya.

 

Laporan: Ocsya Ade CP

Editor: Mohamad iQbaL

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.