Info Transaksi Narkoba Bocor, Bandar Singkawang Dicomot

PAPARKAN PENANGKAPAN. Wakapolres Singkawang, Kompol Wahyu Jati Wibowo, saat membacakan kronologis penangkapan bandar narkotika di Mapolres Singkawang, Selasa (29/10) SUHENDRA RK

eQuator.co.id – SINGKAWANG-RK.  Senin petang yang sial bagi Ka Kauw alias Asen. Transaksi bandar Narkoba itu, di depan toko Alfamart, Jalan Raya Padang Pasir, Kelurahan Sedau, Singkawang Selatan, Rabu (28/10), sekitar pukul 17:00, bocor.

Informasi warga itu tak disia-siakan Kasat Narkoba Polres Singkawang, dan mengirim Tim Gabungan Polres dan Polsek Singkawang Selatan. Asen pun dibekuk di Komplek Villa Permata Blok EQ No. 03, RT 022/RW 004 Kelurahan Sedau.

Bagaikan adegan film, Ka Kauw dibuntuti. Kasat Narkoba Polres Singkawang memerintahkan Satgas Tindak Operasi Antik Kapuas 2019 mem-back up pelacakan gerak Asen.

Ternyata tak sulit-sulit amat. Asen bisa dicomot dari rumah itu. Dibekuk. Digeledah. Ditemukanlah satu kantong plastik klip diduga narkotika jenis sabu seberat 0,05 gram.

Tentu operasi tak mau tanggung. Dari pengembangan, di lokasi kedua Komplek Villa Permata digeledah lagi. Dan ditemukan dua kantong plastik klip.

“Dua paket kantong plastik klip diduga berisi sabu dengan berat bersih 25, 94 gram, dua bungkus kantong plastik diduga ekstasi dalam bentuk bubuk seberat 0,24 gram,” ujar Wakapolres Singkawang, Kompol Wahyu Jati Wibowo.

Total barang bukti 26,18 gram, dan 0,2 gram untuk pengujian Balai POM Pontianak serta 26,16 gram dijadikan alat bukti di persidangan. “Barang bukti sabu telah disita Polres Singkawang sebanyak 26,18 gram dari Ka Kauw alias Asen,” katanya.

Seperti biasa, disebutkanlah oleh Kapolres bahwa Polres Singkawang menyelamatkan 655 warga Kota Singkawang dari barang celaka itu. Menurut para tersangka, satu paket kecil seberat 0,04 gram seharga Rp50 ribu digunakan satu orang. Dan dari satu gram dapat dijadikan 25 paket.

“Tersangka adalah pengedar di wilayah Kota Singkawang. Dari pemeriksaan urin, tersangka Ka Kauw positif pemakai sabu,” ujarnya.

 

Laporan: Suhendra

Editor: Arman Hairiadi