IFC Chapter Pontianak, Wadah Para Pegiat Fashion

Lahirkan Berbagai Program Kerja dan Peluang Bisnis Mode

Mengajar. Member IFC kolaborasi BLKI saat memberikan pelatihan menjahit. Foto [email protected]_pontianak

eQuator.co.id – PONTIANAK-RK. Para pegiat fashion semakin berkembang. Mereka telah memiliki wadah tersendiri, yakni Indonesia Fashion Chamber (IFC). Di Kalbar sendiri ada IFC Chapter Pontianak.

Berdiri sejak 2015 lalu, IFC Chapter Pontianak kerap menggelar pertemuan. Mereka  berbagi wawasan antar anggota grup.

“Bahasan kami bisa tentang trend, kreativitas, mengenai manajemen fashion terkini, macam-macam deh,” kata Arief, ketua IFC Pontianak, saat ditemui Rakyat Kalbar di kediamanya Jalan Pancasila, Jumat (19/7) lalu.

Komunitas ini dibentuk untuk memfasilitasi para desainer dan pengusaha untuk memperkuat fondasi demi kemajuan industri mode.

Para member berkontribusi melahirkan berbagai program kerja yang mumpuni dan memberikan dampak positif besar bagi kesejahteraan industri mode salah satunya adalah pengenalan produk lokal. “Seperti kami para desainer menggunakan tenun khas Kalbar. Kita juga berusaha untuk mempromosikan budaya yang ada disini,” kata  Arief.

Programnya tidak sekedar membuat acara pameran atau fashion show saja,  mereka juga berkontribusi untuk kemajuan daerah. Dimulai dari semangat untuk menghargai perajin dengan manaikan kelas bahan tekstil dalam setiap rancanganya, para desainer itu juga mencoba berkerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas).

Kerja sama itu, mereka  melakukan  pendampingan serta menggerakan kelompok kerja di daerah. Salah satunya bersama BLKI (balai latihan kerja industri). “Dimana kami menjadi tenaga profesional yang mengajar orang-orang dari membuat bahan mentah kain hingga baju jadi,” tutur Arief.

Salah satu member IFC, Abdul Hadi. Desainer muda Kalbar ini bahkan merekrut tenaga yang sudah dilatih untuk menjahit baju para penari di upacara pembukaan STQ (Seleksi Tilawah Qur’an) Nasional di Kota Pontianak, beberapa waktu lalu.

“Ya hebatnya mereka sekarang sudah bisa memproduksi pakaian. Sehingga keahlian mereka bisa digunakan sekarang,” kata lelaki yang sering disapa Hadi itu.

Membuat program berkelanjutan hingga pada akhirnya membuat karya yang membanggakan.  Tidak berhenti disitu, para membernya yang baru saja mengadakan agenda rutin yakni Mid Year Meeting (MYM). Juga membuat rencana menarik yang  berkerja sama dengan pemerintah. “Agustus team IFC bakal ada projek dengan PKK Provinsi untuk busana fashion show,” ujar Hadi.

Organisasi yang memiliki akun Instagram @ifc_pontianak ini berharap para membernya dapat memberikan inovasi dan juga manfaat dalam setiap karyanya. “Terutama di bidang ekonomi kreatif. Semoga kami bisa membanggakan Kalbar,” tutup Hadi.

Laporan: Suci Nurdini Setiowati

Editor: Ambrosius Junius