Ide Bamsoet agar Kuliah Zaman Now Lebih Murah dan Efisien

39
Ketua DPR, Bambang Soesatyo ketika saat menyampaikan orasi ilmiah pada pada wisuda Universitas Nasional Periode I Tahun Akademik 2017/2018 di Jakarta Convention Center, Minggu (4/3). (Ist/Jawapos.com)
Ketua DPR, Bambang Soesatyo ketika saat menyampaikan orasi ilmiah pada pada wisuda Universitas Nasional Periode I Tahun Akademik 2017/2018 di Jakarta Convention Center, Minggu (4/3). (Ist/Jawapos.com)

eQuator.co.id – Ketua DPR Bambang Soesatyo mendorong perguruan tinggi terus berinovasi dalam mengembangkan pendidikan. Tujuannya agar perguruan tinggi mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Politikus yang akrab disapa dengan panggilan Bamsoet itu mengatakan, kini perkembangan teknologi informasi sudah sangat cepat. Pengembangan pendidikan tinggu melalui sistem online pun menjadi keniscayaan.

“Penting untuk mengantisipasi perkembangan zaman dan memanfaatkan kemajuan teknologi agar masyarakat memperoleh pendidikan perguruan tinggi dengan murah dan efisien. Tidak diperlukan lagi biaya indekos yang tinggi dan biaya transportasi yang mahal,” ujar Bamsoet saat menyampaikan orasi ilmiah pada pada wisuda Universitas Nasional Periode I Tahun Akademik 2017/2018 di Jakarta Convention Center, belum lama ini.
Karena itu, kata Bamsoet, pola pendidikan berbasis IT dan online harus lebih digalakkan. Dengan demikian, semua masyarakat Indonesia bisa melek teknologi dan mengakses pendidikan dari mana saja.

“Pola pendidikan era milenial di Indonesia harus terus ditingkatkan lagi. Pendidikan zaman now harus mengarah kepada pola pendidikan berbasis IT dan online,” tegasnya.
Bamsoet menambahkan, dengan sistem online pula warga desa bisa menimba ilmu tanpa harus ke kota.

“Bayangan saya, nantinya anak-anak petani bisa menimba ilmu melalui gadget yang dimiliki, sembari menggarap sawah atau menggembala sapi,” harapnya.
Menurut Bamsoet, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Perguruan tinggi harus menjadi salah satu benteng dalam merencanakan tatanan bangsa ke depan.

“Dari sinilah kelak dihasilkan ekonom, dokter, dosen, ahli hukum, budayawan, politisi, dan lain sebagainya,” pungkas Bamsoet. (JawaPos.com/JPG)