Ibnu Utomo: Mulyadi Pantas Jadi Sekda Kota Pontianak

509

eQuator – Keberhasilan Dr H Mulyadi, MSi memajukan sektor pendidikan di Kota Pontianak diapresiasi Tengku Dewangga dari Kesultanan Pontianak, Ibnu Utomo. Ibnu berpendapat bahwa orang nomor satu di jajaran Dinas Pendidikan Pemerintah Kota Pontianak itu sangat konsisten dengan tipikal pekerja keras.

“Dr H Mulyadi MSi sudah banyak berkontribusi memajukan dunia pendidikan di Kota Pontianak. Masyarakat Bumi Khatulistiwa sudah melihat dan merasakan hasil kerja keras beliau,” ucap Ibnu kepada wartawan koran ini, Minggu (15/11).

Salah satu bukti keberhasilan Dr H Mulyadi MSi dalam membangun sektor pendidikan di tanah Kota Bersinar ialah; hampir seluruh bangunan sekolah di Kota Pontianak telah direvitalisasi. Bahkan, bangunan sekolah yang sudah rusak dan tak layak juga sudah diperbaharui.

Hebatnya, Mulyadi tidak hanya merevitalisasi sekolah negeri saja. Akan tetapi sekolah swasta di seantero Kota Pontianak. Baik sekolah berbasis Islam maupun sekolah-sekolah berbasis agama lain. Semua turut difasilitasi untuk direvitalisasi.

“Makin hari fasilitas di sekolah semakin baik. Pembangunan inikan bertujuan supaya pelajar yang ada di seluruh Kota Pontianak semakin cerdas,” ujar Ketua Forum Masyarakat Anti Pembodohan Pontianak ini.

Oleh karena itu, Ibnu berharap sekaligus mendukung Dr. H. Mulyadi MSi menjadi calon pengganti Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak menggantikan Muhamad Akip yang tidak lama lagi akan pensiun dari jabatannya.

“Dr H Mulyadi MSi layak menjadi Sekda Kota Pontianak. Saya berpendapat beliau mampu memimpin birokrasi di kota kita ini. Masyarakat tentunya juga akan mempunyai seorang birokrat yang berpengalaman dan mempunyai dasar pendidikan yang sangat mumpuni,” seru Ibnu.

Lantas apa yang melatarbelakangi Ibnu mendukung Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak itu menjadi Sekda Kota Pontianak? “Dukungan ini saya berikan karena kemampuan dan kompetensi yang dimiliki seorang Dr H Mulyadi MSi. Beliau mempunyai hal hal itu,” ulasnya.

Ibnu berharap, agar masyarakat tidak beranggapan bahwa keberhasilan Dr H Mulyadi MSi dalam pemerintahan ini lantaran karena kerabat dekat Walikota Sutarmidji. “Karir Dr H Mulyadi MSi di pemerintahan selama ini tidak ada sangkut pautnya dengan Walikota,” lugasnya.

Menurut Ibnu, jauh hari sebelum Sutarmijdi terpilih menjadi Walikota Pontianak, Dr H Mulyadi MSi telah mengabdikan dirinya menjadi seorang guru.

“Istri saya salah satu murid beliau waktu beliau mengajar di SMK Negeri 1. Beliau sudah bertahun-tahun menjadi PNS dan mengabdikan dirinya untuk kemajuan Pemerintah Kota Pontianak ini. Tentu dengan jam terbang yang sudah sedemikian panjangnya di birokrasi akan menjadi modal yang sangat kuat untuk menjadi seorang Sekda,” paparnya.

“Selama ini Dr H Mulyadi MSi memimpin 8.737 guru dan 495 sekolah di seluruh Kota Pontianak. Dan semuanya beres diurus beliau. Artinya sama saja ¾ jumlah pegawai di Pemerintah Kota Pontianak telah diurus beliau,” urainya.

“Informasinya ada lima calon yang mencalonkan diri menjadi sekda. Tapi menurut saya, Dr. H. Mulyadi MSi yang punya kompetensi untuk itu,” ucapnya.

Ibnu berpendapat, Walikota H. Sutarmidji punya karakteristik profesional. Artinya, dalam bekerja Sutarmidji tidak mau pilih kasih. Benar dikatakan benar dan salah dikatakan salah. “Saya menilai Sutarmidji punya jiwa independen,” ucap Ibnu yang merupakan pendukung setia Walikota Sutarmidji.

Ibnu berpendapat, Pemerintah Kota Pontianak telah membentuk tim independen sebagai penyeleksi pemilihan Sekda Pontianak. Tim independen itu diketuai oleh Prof. Dr. H. Edi Suratman yang merupakan ekonom dan salah satu tokoh pendidikan di Kalbar.

“Ini adalah bukti nyata sikap dan ketegasan pemerintahan H. Sutarmidji untuk bersikap amanah dan transparan,” tuturnya.

Keprofesionalan kinerja Dr H Mulyadi MSi sebagai kepala dinas dan birokrat sudah pernah dibuktikan Ibnu. Singkat cerita, kala Pemilihan Walikota (Pilwako) pada 2013 silam. Ada seorang kepala sekolah di Kota Pontianak yang menjelek-jelekkan H. Sutarmidji.

“Ini terjadi di hadapan saya, kepala sekolah itu berkata; ‘Macam mana mau milih dia (Sutarmidji). Anak saya kerja di Kantor Lurah, mau menerima pemberian orang sebagai tanda ucapan terima kasih karena telah membantu kepengerusan KTP dan surat-surat saja tidak boleh,” kata Ibnu menyittir perkataan kepala sekolah yang bersangkutan.

“Apalagi sekarang menarik sumbangan kepada murid-murid SD tidak boleh. Nah, usai pelantikan walikota terpilih. Saya sampaikan ucapan kepala sekolah itu kepada Kepala Dinas Pendidikan. Pak Mulyadi kala itu malah menasehati saya untuk sabar. Orang seperti itu akan dibalas oleh Allah SWT dengan sendirinya. Kata Mulyadi menasehati saya,” terang Ibnu.

Jadi Ibnu berkesimpulan, “Dr H Mulyadi MSi selalu bersikap hati-hati dan amanah. Beliau tidak mau terprovokasi dan menggunakan kekuasaannya untuk bertindak semena-mena. Mulyadi sangat bijak dan arif. Bahkan hingga sekarang ini kepala sekolah yang menjelek-jelekkan Sutarmidji tersebut masih menjadi kepala sekolah,” paparnya.

Ibnu menambahkan, keluarga besar Kesultanan Pontianak juga mendukung Dr H Mulyadi MSi menjadi Sekda Kota Pontianak. “Sultan Pontianak ke-8, Syarif Abubakar Alkadrie mendoakan beliau dan mendukung Dr H Mulyadi MSi untuk menjadi Sekda Kota Pontianak,” tutur Ibnu.

Reporter: Deska Irnansyafara

Redaktur: Andry Soe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here