Hujan Tak Bikin Jamaah Beranjak dari Tausiah UAS

Haul ke 217 Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie

14
BERDOA. Ustadz Abdul Somad dan Sultan Pontianak Syarif Machmud Melvin Alkadrie membaca doa saat ziarah ke makam Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, Senin siang (10/9). Maulidi Murni.-RK

Masyarakat dari berbagai penjuru Kalbar berdatangan ke haul akbar Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie yang ke 217. Meski hujan, Istana Kadriah tetap dipadati jamaah, Senin malam (10/9).

Maulidi Murni, Pontianak

eQuator.co.id – Pemberi tausiah adalah Ustad Abdul Somad (UAS). Sedari awal, halaman Istana Kadriah sudah didatangi jamaah. Padahal, acara haul pendiri Kota Pontianak itu dimulai bakda Isya. Jamaah sangat menantikan da’i kondang tersebut.

Begitu pula ketika hujan turun, jamaah tetap tidak beranjak. Masyarakat bahkan terus berdatangan memenuhi halaman dan jalan masuk istana. Tak bergeming, walaupun dibasahi air turun dari langit. Jamaah menunggu UAS memulai tausiahnya.

UAS yang sering berkelar dalam menyampaikan isi tausiah dan mudah dicerna ini menyebutkan bahwa dirinya, meski berada di Pontianak, tetapi tetap serasa di Riau. “Di sana (Riau) berbahasa Melayu, di sini juga saya dengar telinga sayup-sayup orang Melayu berkata-kata,” ujarnya mengawali tausiah.
Kesamaan lainnya kata Ustadz lulusan S-2 Maroko ini, istana di tempatnya di tepi sungai Siak. Sedangkan di Pontianak tepi sungai Kapuas. Begitu pula Sultan di tempatnya bernama Sultan Syarif Kasim. Sedangkan di Pontianak: Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie.
“Bedanya mendarat di sana, langsung landing di Airport Sultan Syarif Khasim. Dan di sini, Insya Allah, tahun depan saya mendarat di sini, akan diberitahu. Anda mendarat di Airport Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie,” sebutnya yang disambut tepuk tangan jemaah.
Dalam suasana turun hujan itu, UAS menyampaikan lima poin dari kehidupan Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie. Pertama, punya kekuasaan. “Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie bukan sekedar Habib, alim, saudagar kaya. Tapi punya kekuasaan,” ucapnya.
Kedua, Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie orang yang kaya. Seorang bisnisman. Maka daripada itu, UAS mengajak untuk membangkitkan ekonomi umat. Anak muda harus menjadi enterpreneur.
Ketiga, Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie sosok yang taat beragama. Hal ini ia ketahui dengan adanya lambang bulan bintang di Istana Kadriah. Keempat, Sultan selalu ingat mati. Setelah kematian meninggalkan hal yang baik dan dikenang oleh masyarakatnya. “Walaupun sudah ratusan tahun meninggal, tapi tetap selalu dikenang,” ucapnya. Dan kelima, tidak putusnya hubungan, walau Sultan telah lama mangkat.
Tidak hanya itu, UAS dalam kesempatan tersebut juga memuji Gubernur Kalbar Sutarmidji. Gubernur menjanjikan akan melindungi dan mengayomi ketika ia berceramah di Kalbar.  Dia juga memuji program 1000 penghapal Alquran.
“Gubernur Kalbar perlu ditiru oleh Gubernur, Wali Kota, Bupati, Camat dan Kades. Dimana didepan orang ramai dia berjanji tidak akan melakukan penyimpangan,” puji UAS.
Sementara sebelumnya, Sultan Pontianak Syarif Machmud Melvin Alkadrie mengungkapkan terima kasih kepada semua yang turut membantu hingga terselenggaranya haul Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie. “Saya ucapkan terima kasih, baik yang membantu materi, pikiran maupun tenaga,” ungkap Sultan.
Sedangkan Gubernur Kalbar, Sutarmidji dalam sambutannya menyampaikan bahwa semua patut bersyukur karena UAS kembali hadir. Karena ini merupakan kehadiran yang kedua kalinya. “Beliau punya talenta yang luar biasa. Yang semua orang terpesona,” ucapnya.
Selain itu, Midji juga memohon doa, untuk dalam menjalankan amanah sebagai Gubernur Kalbar. “Insya Allah, program yang akan saya teruskan pada waktu menjadi Wali Kota Pontianak, adalah anak tamat SMP harus khatam Alquran,” ungkapnya.
Kemudian bersama para alim ulama, guru agama dirinya berusaha melahirkan 1000 hafidz di Kalbar. Midji juga kembali memohon doa dalam menjelaskan tugas pemerintahan dengan adil.
“Dan saya janji tidak akan melakukan penyimpangan anggaran dalam bentuk apapun. Karena itu duet masyarakat, duet rakyat,” lugasnya.
Mantan Wali Kota Pontianak dua periode ini menambahkan, bahwa Kalbar selalu terbuka untuk UAS. Kapan pun UAS datang.
“Kita akan lindungi dan secara terbuka menerima kehadiran beliau di tengah-tengah kita,” pungkas Midji.
Untuk diketahui, sebelum menyampaikan tausiah dalam acara haul Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie di Istana Kadriah, UAS melaksanakan Salat Subuh berjamaah di Pondok Pesantren Darunnaim, Jalan Ampera. Selanjutnya menjelang siang hari, UAS dikawal dan diantar rombongan melakukan ziarah di Makam Kesultanan Pontianak, Batu Layang.
Untuk membaca surah yasin dan tahlil dan memberikan tausiah. Titik kumpul awal mereka di depan Alun Kapuas menuju Makam Batu Layang. Lokasi ini sudah dipenuhi warga. Kendati UAS belum tiba. (*)

 

Editor: Arman Hairiaidi