Hewan Kurban Harus Sehat dan Sesuai Syariat

12
Ilustrasi. Net
Ilustrasi. Net

eQuator.co.id – PONTIANAK-RK. Untuk mengawasi hewan kurban baik sapi maupun kambing jelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan Kota Pontianak melakukan pengawasan. Tim selalu diterjunkan.

Tim tidak hanya dari Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan Kota Pontianak. Tapi ada juga Satpol PP. Tim Kota Pontianak bergabung dengan Dinas Peternakan Provinsi dan dikawal Bhabinkhamtibmas dari Polsek masing-masing kecamatan.

“Sampai tadi malam masih turun, melakukan pengawasan di beberapa titik yang harus kita cek syarat hewan kurban,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perternakan dan Perikanan Pontianak Bintoro, Senin (20/8).

Baca Juga: 12 Lokasi Penjualan Hewan Kurban di Pontianak

Pengawasan terhadap hewan kurban harus betul-betul. Karena demi kepentingan agama, bukan untuk pemotongan biasa. Hal itu pun sudah ia sampaikan kepada camat, lurah bahwa pemilihan kurban betul-betul yang syar’i. Yang sudah dicek kesehatannya dan diberi tanda. “Kalau kambing itu dikasi cat warna putih itu sudah layak, kalau yang warna merah itu tidak layak, itu dari kita,” jelasnya.
Dirinya berharap mudah-mudahan warga sadar akan pentingnya memperhatikan kesehatan hewan. Selain itu, hewan kurban juga jangan sampai kurus. Karena kalau kurus bisa saja terkena penyakit.

“Ini yang menjadi tujuan kita dalam rangka untuk mensyari’i kan bahwa hewan yang sehat harus dipotong seperti itu,” ungkapanya.

Tahun lalu, sapi kurban mencapai 1500 ekor lebih untuk Kota Pontianak. Sedangkan kambing hampir 3000 ekor. Bahkan ada juga domba dan beberapa kerbau.

Barang kali tahun ini banyak yang sadar untuk berkurban. Ia juga berharap mudah mudahan dengan syiar agama yang begitu gencar untuk ibadah. Hewan kurban pada tahun ini bisa lebih dari tahun lalu.

Baca Juga: Cek Hewan Kurban di Pinggir Jalan

Sementara Sekretaris Panitia Kurban Masjid Raya Mujahidin, Joni mengaku untuk hewan yang akan dikurbankan baik itu sapi maupun kambing sudah dilakukan komunikasi dengan dinas terkait. Ketika hewan kurban tiba akan dilakukan pengecekan apakah layak atau tidak. Baik dari segi kesehatan maupun usia.
“Sapi kan dua tahunan lebih, cukup syarat untuk dilakukan penyembelihan. Biasanya untuk mengecek usia sapi dilakukan pengecekan dari gigi,” ujarnya.
Ia menyebutkan target untuk hewan kurban tahun ini adalah sapi 30 ekor dan kambing 50 ekor. Sementara tahun lalu sebanyak 32 ekor sapi dan 54 ekor kambing. Saat ini yang sudah terkumpul untuk hewan kurban sapi sebanyak 16 ekor dan kambing 19 ekor.

“Penyaluran untuk kurban sapi kita salurkan pada H-1 dan ada juga pas pelaksanaan Salat Id. Kita harap H – 2 dan – 1, itu semua bisa tercover,” harapnya.

Maksud dari H-1 itu karena di Masjid Mujahidin menyembelih tidak banyak yaitu 10 sampai 12 ekor sapi. Selebihnya akan disalurkan kepada masjid-masjid lainnya untuk mencukupkan. Misalnya ada masjid yang kurang mampu atau hanya empat orang yang berkurban. Maka dari Masjid Mujahidin akan mencukupi. Dan di sana nanti dilakukan penyembelihan dan pemotongannya. Penyembelihan tetap usai Salat Id.

Sedangkan pelaksanaan penyembelihan di Mujahidin diakuinya kurang lebih 10 – 12 ekor pada malam atau dini hari. Misalnya hari ini adalah lebaran, besok subuh malam dan pagi baru disalurkan. Penyalurannya bagi yang berkurban di Masjid Mujahidin. Para duafah tidak disalurkan tapi melalui masjid yang ia sebut mencukupkan.

Joni menjelaskan pembagian terhadap kaum duafah tetap dilaksanakan tapi sistem yang berubah. Dulunya berapa hewan kurban yang diterima lalu di sembelih dan di cincang kemudian dibagikan. Ternyata setelah di kaji dan mendapat masukan serta saran dari berbagai pihak bahwa jangan melakukan penumpukan kemiskinan.

Baca Juga: Pastikan Stok dan Kesehatan Hewan Kurban

“Untuk mengantisipasi kami tidak membagikan hewan kurban yang terhimpun di Mujahidin secara terpusat tapi menyebar di Masjid lainnya yang tidak melakukan kurban. Lalu misalnya ada empat orang yang berqurban, tapi berqurban kan harus tujuh orang maka dari Mujahidin akan mencukupi,” ujarnya.

Ia menambahkan, ada beberapa titik yang akan disebarkan bahkan ada yang diluar kota Pontianak, Kubu Raya, Sambas dan Landak. Hewan kurban yang mereka himpun ada yang berasal dari OSO dua ekor, Bank Kalbar Syariah tiga ekor, Bank Indonesia satu ekor. Selebihnya merupakan gabungan dari jamaah masjid Mujahidin.

Sementara untuk kambing, sistem penyaluran melalui proposal yang masuk kepada pihak Panitia Kurban Masjid Raya Mujahidin. Sekarang ini kurang lebih ada 70an proposal yang masuk. Hewan kurban kambingnya ada 19. Artinya proposal lebih banyak dari hewan yang tersedia. Kalau seperti itu kami akan melakukan cabut undi proposal yang masuk.

“Hewan Qurban kambing akan kita bagikan setelah shalat Idul Adha sekitar pukul 08:00. Apabila pemohon tidak datang, maka anggap mengundurkan diri. Jadi yang datang kita undi. Karena nanti akan kita absen,” jelas dia. (lid)