Hasil Kaderisasi Partai, Tepis Politik Dinasti

Tanggapan Karol atas Anggapan Sebagian Kalangan terkait Status Ayahnya

68
TERSENYUM. Bakal Calon Gubernur Kalbar, Karolin Margret Natasa tersenyum saat diwawancarai sejumlah wartawan usai menjalani pemeriksaan Psikiatri di RSJD Sungai Bangkong Pontianak, Kamis (11/1) sore. Beberapa petugas medis juga tersenyum mendengar jawaban Karol. OCSYA ADE CP-RK

eQuator.co.idPONTIANAK-RK. Bakal Calon (Balon) Gubernur Kalbar, Karolin Magret Natasa, menjalani pemeriksaan Psikiatri di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Sungai Bangkong, Kota Pontianak, Kamis (11/1). Tes kesehatan jiwa tersebut dilewatinya dengan mulus.

Yang menarik adalah setelah pemeriksaan tersebut, ketika Karolin diwawancarai awak media. Saat itu, ia menepis anggapan sebagian kalangan yang menilai pencalonan dirinya dalam kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018, yang melanjutkan trah ayahnya, Gubernur Kalbar Cornelis, sebagai sebuah politik dinasti.

“Saya kira, saya merupakan proses dari kaderisasi partai. Jadi, bukan sesuatu yang mendadak dan terlepas dari dinasti,” tegasnya.

Ia juga memaparkan, semua calon wajib memenuhi ketentuan dan tahapan yang berlaku sesuai peraturan perundang-undangan. “Saya kira itu yang lebih penting,” terang Karol, karib Bupati Landak itu disapa.

Selain itu, ia menjelaskan, semua calon diawasi lembaga terkait, dalam hal ini KPU dan Bawaslu serta tentu saja masyarakat sebagai pemilih. Kata Karol, semua calon pun harus melewati proses Pilgub Kalbar 2018 secara sportif.

Karol sepertinya sudah sering menghadapi anggapan bahwa politik dinasti melekat kepadanya. Semenjak ia pertama kali duduk sebagai legislator dari Kalbar di Senayan pada 2009.

“Sampai nanti juga pasti masih akan dipertanyakan. Saya tidak bisa menjawab, yang bisa saya lakukan hanya berupaya bekerja sebaik mungkin. Ya. Pak Cornelis, memang bapak saya,” tukasnya.

Soal tes yang dia hadapi kemarin, Karol memperkirakan hasilnya baik. Hasil pemeriksaan psikiatrinya ini selanjutnya akan diserahkan pihak RSJ kepada KPU Provinsi Kalbar sebagai bahan pertimbangan untuk Pilgub Kalbar 2018.

“Menentukan apakah kami memenuhi syarat untuk dapat ditetapkan sebagai calon gubernur Kalimantan Barat,” terangnya.

Baik tes tertulis maupun wawancara, ia menyatakan tanpa kendala. Sebab, pernah mengikuti hal serupa saat mendaftar sebagai legislatif maupun eksekutif di tingkat pusat dan kabupaten.

“Saya ikut Pemilu Legislatif dua kali tes ini, 2009 (dan) 2014. Kemarin sebelum pemilihan bupati juga sudah tes. Jadi, soalnya saja sudah hafal,” beber Karol.

Imbuh dia, “Kalau tes tertulis saya cuma 35 menit, dan tidak perlu diulang”.

Direktur RSJD Sungai Bangkong, dr. Batara Sianipar mengatakan, proses pemeriksaan psikiatri seluruhnya berjalan lancar. “Kita sudah sesuai prosedur dan sudah sesuai apa yang kita rencanakan semuanya,” ucap dia.

Masa pemeriksaan psikiatri masih berlanjut hingga tiga hari ke depan. “Yang rencananya sampai hari Minggu (14/1) ini,” pungkasnya.

Di tempat berbeda, Balon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar lainnya, Milton Crosby dan Boyman Harun (MilBoy) melakukan serangkaian tes kesehatan di RSUD dr. Soedarso, Pontianak. Pasangan usungan Gerindra-PAN ini mengenakan baju berwarna putih. Mereka berdua mengunjungi setiap ruangan yang ditujukan untuk tes kesehatan tersebut.

Saat keluar dari ruang pemeriksaan pertama, yaitu Unit Medik Sentral, Milton sembari berjalan mengatakan kepada awak media, bahwa dirinya tidak merasa deg-degan. Karena check up sudah sering dilakukannya, setidaknya enam bulan sekali.

“Kalau di hari biasa, kita enam bulan sekali, urine kita negatif narkoba, bagus,” ujar Milton, menuju lantai tiga.

Ia membeberkan,  pemeriksaan terhadapnya antara lain pemeriksaan darah, gula darah, jantung, cek kolesterol, gigi, paru – paru, dan syaraf. “Ini kita mau tes gigi dan mata,” ucapnya.

Usai pemeriksaan gigi di lantai tiga, Milton kembali turun ke ruangan di lantai dua. Tempat pemeriksaan telinga. Ketika keluar ruangan, Milton mengatakan alat pendengarannya itu dalam keadaan bagus.

“Paru – paru check up harus ronsen, terus kita diminta untuk mengeluarkan nafas, nanti ada grafik. Grafik normal, tidak masalah, karena kita tidak merokok,” terangnya.

Laporan: Zainudin, Maulidi Murni

Editor: Mohamad iQbaL