Harga Daging Ayam Meroket Rp50 Ribu per Kilogram

Ayam Potong. Penjual ayam potong, Deni disela-sela kesibukan menjual ayam potong di Pasar Markasan Nanga Pinoh. Dedi Irawan/RK.
Ayam Potong. Penjual ayam potong, Deni disela-sela kesibukan menjual ayam potong di Pasar Markasan Nanga Pinoh. Dedi Irawan/RK.

eQuator.co.id – Melawi-RK. Harga daging ayam di sejumlah Pasar Nanga Pinoh meroket. Daging ayam yang biasa dijual dikisaran Rp35 ribu hingga Rp38 ribu, kini naik menjadi Rp45 ribu sampai Rp50 ribu per kilogram. Lonjakan tersebut mulai mengalami kenaikan sejak H-1 bulan suci Ramadan 1439 Hijriah.

Seorang ibu rumah tangga di Nanga Pinoh, Uti yang ditemui di Pasar Nanga Pinoh mengatakan, kenaikan harga daging ayam cukup tinggi. Bahkan harganya nyaris dua kali lipat dari harga sebelumnya.

“Seminggu sebelum puasa saya beli hanya Rp35 ribu per kilonya. Eh, tadi tanya pedagangnya ternyata sudah naik jadi Rp50 ribu perkilonya,” keluhnya, Jumat (18/5).

Mendengar harga yang begitu mahal, Uti pun hanya mampu membeli daging ayam setengah kilogram saja. “Sebenarnya daging ayam menjadi kebutuhan untuk sahur di rumah. Jadi mau tidak mau beli. Namun hanya setengah kilogram saja.  Entah apa yang membuat harga daging ayam tiba-tiba meroket begini,” ungkapnya.

Sementara itu, seorang penjual daging ayam, Deni mengatakan, kenaikan harga ayam dipengaruhi tingginya permintaan pasar terutama menjelang bulan suci Ramadan, sehingga membuat harga daging ayam mengalami kenaikan. “Memang sepekan lalu biasa dijual Rp38 ribu. Tapi untuk kenaikan sekarang ini masih terbilang wajar,” sebutnya.

Secara terpisah, Padilah, seorang peternak ayam di Nanga Pinoh mengatakan, memang sudah menjadi hal yang lumrah jika terjadi kenaikan harga pada saat menjelang Ramadan atau hari besar lainnya. Ini sebetulnya bukan karena stok ayam tidak ada, namun karena permintaan tinggi, sehingga harganya naik.

“Dari kandang kita jual ke para pedagang di pasar saat ini berkisar Rp30 ribu per kilogram. Pada hari-hari sebelumnya hanya berkisar Rp23 ribu per kilogram. Kenaikan itu mengingat stok ayam di Melawi masih terhitung sedikit. Bahkan seringkali kami membeli ayam hidup siap jual dari kabupaten lain,” terangnya.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskumdag) Melawi, Alexander menilai, harga barang sembako di Melawi masih terbilang normal. Ia juga mengaku dari hasil pengecekan jajarannya bahwa stok sembako masih mencukupi selama Ramadan.

“Belum ada keluhan dari masyarakat. Harga masih stabil, beras dan bawang masih seperti biasa,” tuturnya.

Begitu pula dengan ketersediaan LPG 3 kg, Alexander mengungkapkan, sampai hari ini masih mudah didapati di tingkat pengecer. Walau memang harga jual gas melon masih tinggi karena dijual di atas Rp20 ribu.

“Yang pasti stoknya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Kita juga merencanakan akan melakukan sidak dan memantau ketersediaan barang kebutuhan pokok,” ulasnya.

Reporter: Dedi Irawan

Redaktur: Andry Soe

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!