Hapkido Membuat Kubu Raya Diperhitungkan di Pentas Olahraga Nasional

10
Sambutan. Pelatih Hapkido, Rusli sedang memberikan sambutan usai penyambutan Devi Safitri di Kantor Bupati Kubu Raya, belum lama ini. Syamsul Arifin/RK.
Sambutan. Pelatih Hapkido, Rusli sedang memberikan sambutan usai penyambutan Devi Safitri di Kantor Bupati Kubu Raya, belum lama ini. Syamsul Arifin/RK.

eQuator.co.id – Kubu Raya-RK. Kabupaten Kubu Raya mulai diperhitungkan di pentas olahraga hapkido nasional. Diawali prestasi 4 medali emas dan 1 perak dalam kejuaraan nasional hapkido 2017, berlanjut medali perak di kejuaraan hapkido Asia Tenggara 2018 serta medali emas di kejuaraan dunia hapkido 2018 di Korea Selatan, sehingga menjadikan Kubu Raya sebagai kekuatan baru hapkido di kancah nasional.

Sederet prestasi mentereng tersebut tak lepas dari sosok Rusli sang pelatih. Rusli merupakan perintis hapkido di Kalbar sejak 2016. Lewat tangan dinginnya lahir pula juara hapkido Asia Tenggara, Ichsan Pradikso serta juara dunia hapkido Devi Safitri. Kedua atlet tersebut merupakan putra-putri terbaik Kabupaten Kubu Raya.

Rusli menuturkan, pada 2016 dirinya memutuskan menjadi pelatih hapkido. Sebelumnya ia merupakan pelatih taekwondo. Bahkan menjabat Sekretaris Umum Pengurus Daerah Taekwondo Indonesia Kalimantan Barat. Kepindahannya ke hapkido didasari motivasi dari Founder Hapkido Indonesia, Master Yoyok Suryadi.

Master Yoyok, kata Rusli, yang meyakinkan dirinya bahwa hapkido ke depan akan menjadi cabang olahraga yang besar. “Hapkido akan menjadi olahraga prestasi dan insya Allah akan masuk Pekan Olahraga Nasional dan menuju ke Olimpiade. Kalau Kalimantan Barat tidak memulai sekarang, kapan lagi. Kalimantan Barat akan ketinggalan,” ucap Rusli mengutip motivasi dari Master Yoyok.

Menurut Rusli, dari komunikasi tersebut dirinya terpanggil untuk memulai hapkido di Kalbar. Hal itu diawali dengan mengikuti pelatihan intensif di Yogyakarta. Setelah menguasai hapkido, Rusli melanjutkan dengan membuka sejumlah program pelatihan singkat untuk membina kader-kader pelatih hapkido di Kalbar.

“Pada tahun 2016 kita membina leader kader hapkido, sehingga pada hari ini hapkido bisa merambah hingga ke sejumlah daerah. Seperti Ketapang, Sintang, Singkawang, Pemangkat dan sebagai pusatnya adalah Kabupaten Kubu Raya,” ulasnya.

Ternyata hanya perlu setahun bagi Rusli dalam membina atlet. Pada 2017, ia memberanikan diri membawa atlet-atletnya mengikuti kejuaraan nasional hapkido di Yogyakarta. Hasilnya mencengangkan. Kelima atlet Kubu Raya yang dibawa mewakili nama Kalbar sukses meraih medali. Yakni, 4 medali emas dan 1 medali perak.

Dari raihan tersebut tiket ke kejuaraan dunia 2018 pun didapat. Dan atlet yang ditunjuknya untuk masuk tim hapkido Indonesia, Devi Safitri menjawab amanah itu dengan tuntas. Devi sukses menjadi juara dunia hapkido kelas under 57th kilogram. Menurut Rusli, keberhasilan tersebut tak lepas dari dukungan KONI Provinsi Kalbar.

“KONI Provinsi merestui pembentukan pengurus daerah hapkido Kalimantan Barat. Terima kasih jajaran KONI Kalbar. Karena hapkido sebagai cabang olahraga baru belum masuk ke dalam KONI Pusat. Namun Kalbar adalah satu-satunya provinsi yang berani menerima hapkido menjadi anggota resmi KONI Kalbar,” ujar Rusli.

Sementara itu, terkait pencapaian atlet-atlet hapkido Kubu Raya, Rusli berterima kasih kepada semua pihak terhadap dukungan serta doa yang diberikan selama ini, sehingga membuat Kubu Raya kini semakin dikenal di pentas nasional.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, KONI Kalbar, dinas terkait, KONI Kubu Raya dan doa masyarakat Kalbar khususnya Kubu Raya, sehingga kami bisa mempersembahkan prestasi untuk daerah,” ujar Rusli. (sul)