Hampir Setengah Pembebasan Lahan Bandara Sukadana Milik Negara

FOTO BERSAMA: Bupati Kayong Utara, Citra Duani (kiri) dan pengusaha nasional asal Sukadana, Raja Sapta Oktohari (kanan) berfoto bersama di Masjid Agung Oesman Alkhair Sukadana, belum lama ini. Kamiriluddin-RK

eQuator.co.id – SUKADANA-RK. Bupati Kayong Utara, Drs Citra Duani optimis penyelesaian pembayaran tanah milik warga yang akan digunakan untuk Bandar Udara (Bandara) Sukadana, selesai di akhir 2019. Apalagi ada sebagian tanah yang akan dibebaskan ada tanah negara.
“Insya Allah akhir tahun ini pembebasan lahan selesai. Pembangunan Bandara Sukadana akan memakan lahan  sekitar 190 hektar, hamper setengahnya itu lahan negara,” ungkap Citra Duani di Sukadana, kemarin.
Ia juga yakin jika pembangunan Bandara Sukadana dimulai tahun 2020. Alasannya izin prinsip sudah terbit dan master plan (rencana induk) sudah dibahas di Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI).
“Izin prinsip sudah terbit, master plan bandara sudah clear di Kemenhub RI. Detailed Engineering Design (DED) atau desain teknik terperinci di sisi darat sudah dianggarkan di APBD tahun ini, dan sudah lelang. DED sisi udara 2020 dianggarkan di Kemenhub RI,” kata Citra Duani di ruang kerjanya, kemarin.
Ditambahkannya, rekomendasi tentang Military Training Area (MTA) dari Mabes TNI-AU juga sudah terbit pada 18 Oktober 2019. Sebelumnya, penetapan lokasi pembebasan lahan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalbar, juga sudah terbit 1 Oktober 2019 dan diumumkan ke publik pada 2 Oktober 2019.
“Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Kayong Utara menggalang kerjasama banyak pihak. Satu di antaranya dengan penguasaha nasional asal Sukadana, Raja Sapta Oktohari dalam program realiasi percepatan pembangunan Bandara Sukadadana,” kata Citra Duani.

Reporter: Kamiriluddin
Redaktur: Andry Soe