Gula Malaysia Dilarang, Omzet Pedagang Turun

PENJUAL GULA. Azan menjual gula di pasar Flamboyan Pontianak, Sabtu (2/10). Suci Nurdini Setiowati/RK

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Ayam jago belum berkokok, hiruk pikuk di Pasar Flamboyan Pontianak sudah dimulai. Kegiatan jual beli pasar terbesar di ibukota provinsi Kalbar itu dari tengah malam buta.

Salah seorang pedagang di Pasar Flamboyan yaitu Azan, pemilik kios gula “Raja Manis”.

“Kalau di pasar ini saya emang dari kecil udah main di sini ikut paman saya,” ujar Azan, saat ditemui Rakyat Kalbar di kios jualannya, Sabtu (2/10).

Pepatah jualannya ‘Di situ ada gula, di situ ada azan’. Dihari weekend atau Sabtu-Minggu jualannya laris manis.

“Biasa kalau ramai bisa sampe 15 karung,” jelasnya.

Ia mengatakan dalam 1 karung terdapat 50 kg gula. 1 kg harga Rp12.300.

“Kalau sepi hari biasa paling ya 500 kg ramai 750 kg lah, tapi kalau paling ramai itu pas bulan puasa bisa 1 ton lebih,” ucap Azan.

Tak kurang untung bersih yang didapatnya setelah membayar pegawai adalah di kisaran Rp500.000-Rp750.000 per hari. Sedangkan di bulan Ramadan bisa mencapai di atas Rp1.500.000 per hari. “Ya Alhamdulillah lah,” syukur Azan.

Namun kata dia, kini keuntungnya menurun. Akibat tidak dapat memasok gula dari Malaysia. Sebab, gula dari negeri Jiran tersebut memang lebih murah modalnya.

“Sekarangkan dicegah jadi gak bisa masuk lagi. Sekarang udah pakai gula Indonesia,” tuturnya.

Dalam keseharian menjadi pedagang ia sudah biasa bangun awal. Jam operasionalnya dari pukul 02.00 Wib sampai 10.00 Wib.

“8 jam lah kaya orang kantor biasa kerja katanya, hehe,” katanya sambil tak berhenti mengemas gula.

Ketrampilan Azan berjualan ia dapat dari keluarganya. Bisnisnya tersebut merupakan usaha turun temurun. Dari kecil ia sudah sering main di pasar.

“Dari umur 5 tahun saya dah ikut paman saya jualan. Nah, sekarang ni saya baru 4 tahun lanjutkan usaha bapak saya jual gula,” jelas lelaki 40 tahunan itu.

Ia tak hanya berjualan gula saja, tapi juga susu kaleng. Menurutnya, berjualan gula dan susu tidak susah-susah amat. Sebab siapapun orangnya pasti membutuhkannya. Asalkan tekun saja dalam menjalankan usaha.

Untuk menarik pembeli Azan selalu ramah melayani konsumen. Sering kali dia bercanda. Pembawaanya yang jenaka membuatnya memili banyak pelanggan setia. Tak jarang ia melepaskan lelucon-lelucon segar.

“Yok Bu beli gulanya, lihat jak pembelinya ni Bu udah manis,” tutupnya. (uci)