Gerakan Santri Madura Deklarasi Dukungan Untuk Jokowi-Ma’ruf

eQuator.co.id – Jakarta-RK. Masyarakat pemilih diajak untuk menggunakan hak pilih dengan melihat rekam jejak calon. Dalam Pilpres 2019, lihatlah rekam jejak pasangan calon serta kinerja dan prestasinya. Demikian disampaikan Koordinator Gerakan Santri Madura (GSM), Sayuti saat deklarasi “Santri Madura Pilih Jokowi-Ma’ruf” di Pulau Dua Senayan, Jakarta Pusat, Senin (21/1).
Sayuti menjelaskan, kalau prestasi sang calon kerap berdusta dengan menyebarkan fitnah dan informasi bohong (hoax), maka sebaiknya ditinggalkan saja, jangan dipilih. Karena hal itu tidak akan mendatangkan kebaikan.
“Kami dulu pendukung Prabowo tapi sekarang kapok. Gara-gara hoax di sekelilingnya. Ada Ratna Sarumpaet, selang cuci darah, 7 kontainer surat suara tercoblos dan lain-lain. Maka kami sepakat beralih dukungan ke Jokowi-Ma’ruf,” kata Sayuti.
Keputusan GSM mendukung pasangan dengan nomor urut 01 atas dasar masukan dari berbagai santri Madura yang bermukim di berbagai daerah. Pertimbangannya, karena lebih rasional dan objektif.
Selama empat tahun memimpin, Presiden Joko Widodo telah memperlihatkan kinerjanya yang baik di berbagai bidang dan lebih dari 70 persen masyarakat Indonesia puas dengan kinerjanya.
“Kami ingin Presiden Joko Widodo melanjutkan kepemimpinannya untuk 5 tahun mendatang atau untuk satu periode lagi. Kami percaya beliau pasti akan bekerja lebih keras lagi di periode berikutnya. Jokowi sudah terbukti dan teruji, jadi tidak perlu belajar lagi dari nol dan pasti langsung tancap gas,” tambah Sayuti lagi.
Pihaknya menyakini publik Tanah Air khususnya masyarakat Madura akan memberikan dukungan kepada paslon Jokowi-Maruf. Jokowi sebagai petahana terbukti dalam bekerja sehingga bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. (rmol/JPG)