Gandeng Swasta dan BUMN

Budi Karya Ahmadi.JPNN

eQuator.co.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan melibatkan unsur swasta dan BUMN dalam program tol laut. Keterlibatan dua pihak ini dirasa perlu guna mengembangkan program yang dilucurkan sejak akhir 2015 lalu itu.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyampaikan, ada banyak sisi yang bisa diisi dengan menggandeng swasta dan BUMN. Seperti, dalam upaya merevitalisasi pelabuhan-pelabuhan untuk rute tol laut.

Diakuinya, Kemenhub sudah mengelolah banyak pelabuhan. Namun, hingga kini sinergitas masih kurang. Dengan keterlibatan swasta dan BUMN, maka diharapkan bisa lebih mengembangkan pelabuhan sehingga lebih sinergi. ” Sehingga lebih bisa memberikan nilai tambah bagi daerah tersebut,” ungkapnya di Jakarta, kemarin (9/11).

Selain urusan pelabuhan, tentu sinergi ini juga terkait angkutan kapal. Dengan menggandeng dua pihak tersebut, paling tidak pengisian muatan untuk diangkut saat pergi maupun balik bisa terjamin. Seperti yang sudah direalisasikan untuk rute Jakarta-Natuna. Beberapa BUMN membentuk konsorsium untuk bisa mengisi muatan kapal.

Hal ini pula yang sedang dilirik untuk rute ke Timur. Namun menurutnya, hal pertama yang harus dilakukan adalah memberi stimulus bagi para pelaku-pelaku agrikultur di sana. Sehingga, bisa tercipta suatu produk dari wilayah tersebut yang dapat mengisi muatan balik kapal-kapal dari wilayah timur ke wilayah barat.

“Stimulus ini perlu dilakukan agar ada daya dobrak dari wilayah timur untuk menghasilkan barang produktif yang bisa dibawa kembali oleh kapal-kapal ke wilayah barat,” ujarnya.

Keterlibatan swasta lainnya yakni terkait perkapalan dan galangan. Pelaku industri perkapalan dan galangan kapal akan diberi ruang lebih. Salah satunya dengan pengajuan proses pembelian kapal tidak lagi dilakukan Kemenhub, tapi oleh swasta. Selain itu, Budi juga telah mengajukan pada Kementerian keuangan agar bisa berikan kontrak jangka panjang antara 5 sampai 10 tahun kepada perusahaan pelayaran. Sehingga mereka bisa hidup.

”Jadi, Swasta beli kapal ke galangan, kami (Kemenhub) tinggal memberikan subsidi ke masing-masing pihak dan mengontrol apakah uang subdisidi  itu manfaatnya sampai ke masyarakat,” tutur Mantan Dirut Angkasa Pura II itu.

Dari evaluasi yang dilakukan,Menhub mengklaim bila program tol laut beserta pembangunan dan pengembangan infrastruktur transportasi telah membuahkan hasil nyata. Pada tahun ini, telah ada 96 trayek perintis dan 6 trayek tol laut.

”Pengembangan ini terbukti mampu menurunkan disparitas harga antara wilayah Timur dan Barat,” katanya. Dia mencontohkan, untuk harga semen di pulau Sabu, NTT misalnya. Harga sudah turun hingga 14 persen. Begitu juga harga ayam ras di Namlea, Maluku yang turun 49 persen. (mia)