eQuator.co.id-Pontianak. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat (KPw BI Kalbar) berkolaborasi bersama Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kalbar menggelar kegiatan ‘Membangun Literasi Finansial Negeri: Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah’ di Kantor BI Kalbar di Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 2, Kota Pontianak pada Jumat, (28/8) Agustus.
Sebanyak 100 orang peserta dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM), pelajar, hingga insan pers di Pontianak.
Gubernur Kalbar Ria Norsan yang dipimpin Kepala Dinas (Diskominfo) Kalbar, Christianus Lumano, mengatakan komitmen pihak Pemprov Kalbar yang siap untuk terus bersinergi bersama BI Kalbar demi memperkuat literasi finansial masyarakat, khususnya Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP) yang menjadi satu diantara program kampanye BI Kalbar.
Ia juga berharap agar dengan diselenggarakannya kegiatan ini, seluruh peserta yang hadir dapat semakin memahami cara merawat, menghargai, dan menggunakan mata uang Rupiah dengan bijak.
“Saya berharap kegiatan edukasi yang diinisiasi FJPI Kalbar ini dapat berjalan lancar dan melahirkan ide-ide inspiratif untuk memperluas wawasan dan mengasah keahlian peserta,” ujar Lumano dalam keterangan resminya, jumat.
Deputi KPw BI Kalbar, Reinaldy Akbar Ariesha, mengatakan mata uang Rupiah berfungsi sebagai satuan hitung, alat pembayaran, dan alat penyimpan nilai.
Oleh karena itu, perawatan Rupiah dinilai begitu penting karena kondisi fisik uang yang terjaga dapat memperpanjang masa edar dan membuat Rupiah tetap layak digunakan dalam transaksi masyarakat. BI sendiri mengedukasi masyarakat untuk menjaga kualitas fisik Rupiah melalui prinsip 5J.
“Kita bisa merawat uang Rupiah dengan gerakan 5J: Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Diremas, Jangan Distepler, Jangan Dibasahi,” ucap Reinaldy.
Kemudian, selaku Kepala Seksi Kehumasan, Malinda Merrys J., turut menyampaikan penghargaan kepada FJPI Kalbar yang telah mengusung digelarnya kegiatan ‘Membangun Literasi Finansial Negeri: Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah’ dalam rangka menyemerakkan Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026.
Selain itu, saya juga berterima kasih karena FJPI Kalbar telah mengajak masyarakat secara luas untuk mendukung peningkatan edukasi CBP.
“Melalui kegiatan ini, kami mengapresiasi karena membantu kami sebagai perpanjangan tangan Bank Indonesia dalam memperluas edukasi terkait kesadaran Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah,” ungkap Merry.
Selaku Ketua FJPI Kalbar, Dina Prihatini Wardoyo, menuturkan, kolaborasi ini dinilai penting karena bertujuan untuk meningkatkan kesadaran literasi finansial terhadap CBP yang menurutnya masih belum diketahui banyak orang.
Dlengan menggaet peserta dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas UMKM, mahasiswa, hingga rekan-rekan media, kegiatan edukasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih bagi para peserta mengenai perawatan uang rupiah.
“Kegiatan ini diinisiasi oleh FJPI Kalbar mengingat Kalbar banyak sekali kawasan yang bersinggungan langsung dengan negara lain, termasuk Malaysia sehingga kesadaran literasi finansial terhadap CBP dinilai masih kurang untuk diterapkan masyarakat. Dengan adanya peserta dari berbagai kalangan, mereka akan mensosialisasikan ke yang terkait CBP lain ini,” ungkap Dina.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai ruang edukasi bagi para peserta, tetapi juga menjadi langkah awal untuk memperluas pemahaman mengenai pentingnya masyarakat mencintai, menghargai, dan memahami Rupiah.
Kolaborasi antara BI Kalbar, FJPI Kalbar, komunitas UMKM, mahasiswa, dan insan pers diharapkan mampu memperkuat pesan CBP Rupiah hingga ke berbagai lapisan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan Kalbar.
Dengan semakin kuatnya literasi finansial dan kesadaran masyarakat dalam memperlakukan Rupiah secara bijak, semangat Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah diharapkan dapat tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus memperkuat Rupiah sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan RI. (Ova)




