Dorong Ponpes Tak Bergantung pada Donatur

CENDERA MATA. Kepala KPw BI Kalbar, Prijono menyerahkan cendera mata kepada Umi Waheeda, Pimpinan Ponpes Nurul Iman, Bogor, Selasa (15/1). Umi hadir dalam kegiatan talkshow fastabiqul khoirot untuk membangun ekonomi umat yang digelar di Aula Keriang Bandong, Kantor KPw BI Kalbar. (Nova Sari-RK)

eQuator.co.id – PONTIANAK-RK. Sejumlah pondok pesantren di Kalbar mendapatkan pembinaan dari Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Kalbar. Pembinaan tersebut berupa pemberdayaan dan edukasi pelatihan manajemen usaha sebagai upaya menciptaka Ponpes mandiri.

Satu diantaraya adalah Ponpes Nurul Jadid. Pesantren di Kubu Raya, Desa Ambangah Kecamatan Sungai Ambawang ini mendapatkan pelatihan teknik budidaya pertanian hidroponik dan holtikultura.

“Pembinaan yang diberikan ini agar Ponpes bisa lebih mandiri. Tidak bergantung atau meminta bantuan secara terus menerus, bahkan harapan kita Ponpes juga dapat memotivasi Ponpes lainnya,” ungkap Kepala KPw BI Kalbar, Prijono saat Talkshow Fastabiqul Khoirot untuk membangun ekonomi umat yang digelar di Aula Keriang Bandong, Rabu (15/1).

Kegiatan dihadiri oleh beberapa narasumber. Mereka memberikan berbagai inovasi atau apa saja yang dapat dilakukan guna mendorong usaha di Ponpes.

“Misalnya Ponpes yang punya kebun kelapa, bagaimana mereka mengembangkannya. Sehingga hal ini sangat dibutuhkan terlebih ketika harga kelapa turun drastis. Jadi tidak serta merta memukul pelaku usaha. BI dalam hal ini memberikan edukasi seperti pelatihan, bagaimana memanajemen, di samping juga membantu memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi, ini bentuk empati sosial kami,” paparnya.

Salah satu narasumber, Umi Waheeda, Pimpinan Ponpes Nurul Iman, Bogor memberikan contoh sebagai pemilik Ponpes mandiri. Sedikitnya terdapat 41 unit usaha, dengan jumlah santri sebanyak 15 ribu di Ponpes ini.

“Kita mendorong agar Ponpes tidak bergantung kepada donatur, pimpinan Ponpes harus merubah mindset ini. Tidak melulu bergantung pada proposal, harus lebih kreatif bagaimana berupaya memperoleh dana dengan bekerja,” kata Umi.

Terlebih menurut Umi, Indonesia memiliki SDA yang cukup berlimpah. Sehingga sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Bahkan dengan kekayaan ini bisa menjadi sebuah bangsa yang lebih kuat mandiri dan merdeka.

“Untuk itu, dengan SDA inilah kita ingin Ponpes bisa menjadi penggerak, dengan tujuan agar Ponpes bisa berkelanjutan dengan cara bisnis, bahkan harapan dapat berdampak pula pada masyarakat sekitar,” pungkasnya. (ova)