
eQuator – Kabupaten Sanggau mendapat tambahan tenaga kesehatan berupa 18 dokter interenship. Mereka akan ditempatkan di RSUD Sanggau dan Pukesmas Entikong selama setahun.
“Penempatan itu dari pemerintah pusat. Selian itu kita juga punya dokter pembimbing di lokasi itu. (RSUD dan Puskesmas Entikong),” kata Bupati Sanggau, Poulus Hadi ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Meski masih dalam tahap pendidikan, orang nomor satu di kabupaten Sanggau itu berharap para dokter interenship itu sungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya. “Kita berharap ini betul-betul sudah pengabdian, karena mereka sudah dokter,” katanya.
Sementara soal gaji dan kesejahteraan semuanya merupakan kewenangan pemerintah pusat. Daerah tujuan, kata bupati, hanya sebatas tempat tujuan.
“Yang kita support adalah kita punya dokter pembimbingnya, kemudian saya yakin di rumah sakit ada kebijakan mereka akan disupport. Soal gaji ini tak ditanggung daerah, kerena ini program nasional,” katanya.
Karena itu tak ada kewajiban bagi para dokter itu mengabdi di Sanggau. Hal itu sepenuhnya tergantung pada yang bersangkutan. “Apakah mereka mengabdi di swasta atau PTT (pegawai tidak tetap). Biasanya pemerintah pusat arahkan dulu ke PTT. Kebanyakan mereka akan disebarkan di seluruh indonesia,” katanya.
Para dokter, terutama yang bertugas di Puskesmas Entikong itu nantinya akan masuk ke kampung-kampung membantu pelayanan kesehatan masyarakat. Penempatan mereka akan dirolling. “Kita berterimakasih, mereka juga akan masuk ke kampung-kampung melayani masyarakat. Yang pasti dibantu oleh staf di sana,” pungkasnya. (KiA)