Ditemukan Penghuni Panti Asuhan di Kuburan

Dinsosnaker Pontianak Terima Bayi Telantar

374
BAYI TELANTAR. Anggota Unit PPA Polsek Pontianak Kota Bripka Nur Al Fahzri Rahayu menggendong bayi laki-laki yang ditemukan di kuburan Sungai Bangkong, Jalan Alianyang Pontianak, Rabu (26/4). RIZKA NANDA

Bayi laki-laki yang ditemukan warga di kuburan kawasan Sungai Bangkong, Jalan Alianyang Pontianak diserahkan ke Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Pontianak, Rabu (26/4).

Riska Nanda, Pontianak

eQuator.co.id – Bayi seberat 2,7 kilogram dan panjang tubuh 50 cm sudah sepekan dirawat di Ruang Perinatologi RSU dr Soedarso Pontianak. Diduga bayi tersebut sengaja dibuang oleh orangtuanya, Kamis (20/4) lalu.

Setelah diterima Dinsosnaker Kota Pontianak, bayi tersebut akan diserahkan ke Lembaga Kesehatan Ibu dan Anak (LKIA) untuk mendapatkan perawatan. Serah terima bayi dihadiri Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polsek Pontianak Kota dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kalbar.

Kasi Penyandang Disabilitas, Lansia dan Orang Terlantar Dinsosnaker Kota Pontianak, Oskar Ibrahim mengatakan, bayi tersebut diterima dari Unit PPA Polsek Pontianak Kota. “Kita akan serahkan ke LKIA untuk mendapatkan perawatan selama masih dalam proses hokum. Bayi berjenis kelamin laki-laki ini akan dirawat di LKIA,” jelasnya.

Saat ini polisi masih menyelidiki pelaku pembuangan bayi tersebut. Setelah proses hukumnya selesai, pihak yang berhak menentukan adopsi adalah PPA. Sembari menunggu proses penyelidikan, Dinsosnaker juga akan memantau perkembangan bayi. “Kita hanya melayani. Sementara belum ada nama. Nanti prosesnya bersama PPA,” kata Oskar.

Anggota PPA Polsek Pontianak Kota, Bripka Nur Al Fahzri Rahayu mengatakan, proses hukum bayi yang ditemukan di kuburan Sungai Bangkong masih dalam proses penyelidikan. “Selama proses hokum berjalan, bayi ini kita serahkan ke Dinsosnaker,” ungkapnya.

Rahayu menuturkan, pada 20 April 2017 bayi tersebut ditinggalkan oleh orangtuanya di samping Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sungai Bangkong tepat di belakang Panti Asuhan Al Amin. Sekitar pukul 22.30, penghuni panti mendengar suara tangisan bayi dan membawanya langsung ke panti asuhan. “Kemudian mereka menghubungi Polsek Pontianak Kota. Bayi tersebut sempat di asuh semalam di situ,” jelasnya.

Saat ditemukan, bayi laki-laki tersebut mengenakan sarung tangan, pakaian dan popok. Kemudian di alas dengan kain putih dan selimut kecil.

Komisioner KPAID Kalbar, Alik R Rosyad mengaku pihaknya memantau dan memastikan proses hukum pembuangan bayi tersebut. “Ketika ditemukan, bayi ini sudah dirawat dengan baik,” ujarnya.

Alik mengatakan, yang akan berwenang mencari ibu kandung bayi adalah polisi. Termasuk proses hukumnya. Ketika tidak ditemukan ibu kandungnya dan bila ada keluarga yang melakukan adopsi, KPAID memastikan prosesnya benar dan yang mengadopsi sudah sepantasnya. “Tentu yang kita harapkan terbaik buat semuanya. Termasuk buat bayi ini,” harap Alik. (*)