Ditempa Melalui Ekskul di Sekolah, Aprilia Selalu Juara

Gelar Lomba Da'i Cilik Sekaligus Promosikan Tugu Khatulistiwa

34
DA'I CILIK. Aprilia Putri Khatlista, peserta juara pertama lomba da’i cilik kegiatan Ramadan Fair yang digelar di kawasan Tugu Khatulistiwa, Minggu (27/5). Nova Sari-RK
DA'I CILIK. Aprilia Putri Khatlista, peserta juara pertama lomba da’i cilik kegiatan Ramadan Fair yang digelar di kawasan Tugu Khatulistiwa, Minggu (27/5). Nova Sari-RK

Banyak cara mengisi bulan penuh berkah. Salah satunya dengan menggelar lomba bernuansa Islami.

Nova Sari, Pontianak

eQuator.co.id – ITULAH yang dilakukan Pontianak Creative Feature.  Menggelar Lomba Da’i Cilik di kawasan Tugu Khatulistiwa, Minggu (27/5). Event bertemakan ‘Ramadhan Fair’ ini sekaligus mengajak masyarakat mengenalkan destinasi Tugu Khatulistiwa yang merupakan icon Kota Pontianak

Lomba Da’i Cilik diikuti tujuh. Seorang anak laki-laki dan enam perempuan. Lomba ini menghantarkan Aprilia Putri Khatlista sebagai juara pertama. Aprilia merupakan siswi kelas IV SDIT Al-Karimah Kabupaten Kubu Raya.

Kepiawaian Aprilia berda’i tidak diragukan lagi. Bakatnya ini muncul sejak duduk di bangku kelas 2 SD. SDIT yang memiliki extrakulikuler da’i cilik memotivasinya menekuni sebagai da’i cilik. “Suka ikut lomba da’i cilik, selain menambah pengalaman di sini saya dilatih untuk berani tampil, dan Alhamdulillah bisa menang, “ ujarnya kepada Rakyat Kalbar.

Kompetisi da’i cilik bukan pertama kali diikuti bocah yang saat itu mengenakan hijab pink. Sebelumnya Aprilia juga pernah mengikuti kompetisi yang sama dan meraih juara. “Pernah ikut lomba da’i cilik di Hotel Aston dan di sekolah, alhamdulillah semuanya juara,” ungkap putri pasangan Kusamadita dan Sri Mahanani ini.

Mengikuti lomba, Aprilia tidak memiliki persiapan khusus. Ia hanya kerap berlatih di sekolah pada saat ekskul da’i cilik. “Kalau untuk persiapan paling hanya lihat teks yang nanti bakal disampaikan pada saat tampil,” tutur Aprilia.

Sementara itu, Bowi selaku guru yang mendampingi Aprilia saat mengikuti lomba menuturkan, selain da’i cilik, SDIT Al-Karimah ada ektrakurikuler olahraga dan bercerita. Ekskul da’i cilik sudah ada sejak SDIT itu berdiri. Tujuannya untuk melatih murid-muridnya berani tampil du muka umum. “Termasuk ikut lomba kita juga memfasilitasi anak-anak untuk memicu mereka agar lebih berkembang,” sebut Bowi.

Ketua Panitia Pontianak Creative Future, Ery Arrumanix menuturkan, kegiatan Ramadan Fair merupakan kali pertama digelar di Bumi Khatulistiwa. Event ini dilakukan sebagai salah satu upaya mengisi momen Ramadan dengan cara yang berbeda. Selain da’i cilik, pihaknnya menyelenggarakan fashion show dan kreasi hijab, akustik, tari nusantara, pemilihan duta khatulistiwa serta berbagai macam kegiatan lainnya. “Kegiatan digelar dari 12 Mei-3 Juni 2018,” jelasnya.

Lomba dai’i cilik sebagai bagian dari pengembangan kreativitas anak-anak. Sehingga dapat menuai prestasi yang lebih baik kedepannya. Sementara dipilihnya Tugu Khatulistiwa sebagai lokasi kegiatan sebagai salah satu upaya memperkenalkan obyek wisata yang menjadi icon Kota Pontianak itu.

“Kita berharap masyarakat juga ikut membantu mempromosikan wisata Tugu Khatulistiwa melalui ajang Ramadan Fair ini,” pungkasnya. (*)

Editor: Arman Hairiadi