Dinas Sosial Menunggu Laporan Masyarakat

Problem Warga Telantar di Sanggau

ilustrasi. net

eQuator – Sanggau-RK. Sejumlah sudut di Kota Sanggau, saat ini di hiasi dengan fenomena warga telantar yang semestinya segera mendapat pertolongan. Namun begitu, warga mengaku bingung harus melapor kemana. Sebab Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Sanggau tidak berani langsung memulangkan warga telantar tanpa mendapat laporan dari Ketua RT maupun Lurah setempat. Demikian disampaikan Sekretaris Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnakertrans) Kabupaten Sanggau, Ade Sarbini belum lama ini.

Kepada wartawan, ia menyampaikan, pihaknya bisa saja memulangkan atau memberikan bantuan terhadap warga yang terlantar, namun sebelumnya, harus melalui prosedur. Misalnya ada warga yang melapor termasuk pihak RT atau Lurah yang merasa terganggu dengan keberadaan warga tersebut bisa melapor ke Bupati ditujukan ke Dinas Sosial baru bisa ditindaklanjuti. Hal itu supaya tidak ada komplain dari pihak keluarga saat ditangani nantinya.

“Prosedurnya warga yang melapor ke kita, atau Ketua RT atau Lurah, baru kita siap menanganinya, itu kalau bicara prosedur. Kalau tiba-tiba kita bantu pulangkanlah misalnya, tiba-tiba ada keluarganya yang lapor atau tidak terima, bisa bermasalah,” kilahnya.

Dikatakan Ade Sarbini, kecuali yang bersangkutan ditangkap tangan oleh Pol PP, maka secara otomatis bisa langsung ditangani oleh Dinas Sosial.

“Kalau misalnya dia sakit, kita bisa bantu urus BPJSnya, begitu juga kalau memang dia orang luar bisa kita pulangkan ketempat asalnya,” beber Ade Sarbini.

Menanggapi fenomena tersebut, Munjirin salah seorang warga Sanggau saat ditemui wartawan di salah satu pasar di Kelurahan Ilir Kota mengaku prihatin atas keberadaan warga terlantar yang tersebar di Kota Sanggau. Dikatakannya, Dinas Sosial semestinya cepat tanggap menangani persoalan tersebut. Jika tidak, Ia khawatir warga yang terlantar tersebut bisa saja meninggal karena tidak pernah diurus.

“Saya lihat sendiri bagaimana kondisinya, sakit, kurus dan tidak punya uang, tidurpun sembarangan tidak peduli di depan ruko orang. Kalau dibiarkan begitu saja, tiba-tiba meninggal, siapa yang mau bantu? Itulah tujuan didirikannya Dinas Sosial, harus punya sifat sosial, kalau tidak mampu sebaiknya bubarkan saja Dinas Sosial itu karena tidak sesuai namanya,” kesalnya, Minggu (15/11). (KiA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.