Difitnah, Bobby akan Laporkan Akun Penyebar Hoaks

    PERNYATAAN SIKAP Raden Hidayatullah Kusuma Dilaga menunjukkan pernyataan sikap yang ditulis tangan kepada wartawan, Rabu (10/4) di Rakyat Kopi, Kabupaten Kubu Raya. Abdul Halikurrahman/Rakyat Kalbar

    eQuator.co.id – PONTIANAK-RK. Raden Hidayatullah Kusuma Dilaga atau Bobby Crisnawan merasa dirugikan atas informasi liar yang mengaitkan keluarganya dengan kasus penganiayaan AU, pelajar SMP yang kini menjadi perhatian publik.

    Dia pun tegas membantah, kalau akun Salsa Farisha yang diduga terlibat dalam penganiayaan AU itu, bukanlah anak kandungnya. Sebagaimana yang ramai dituduhkan warganet di media sosial.

    Sebab itu, politisi Partai Demokrat tersebut meminta seluruh masyarakat tidak mudah menghakimi sesuatu hal yang belum diketahui kebenarannya. “Kami menyampaikan pernyataan dan klarifikasi ini menyikapi perkembangan kasus kekerasan yang menimpa ananda AU,” kata Raden Hidayatullah Kusuma Dilaga, saat konfrensi perss di Rakyat Kopi, Rabu (10/4).

    Baca Juga: Pernyataan Raden Hidayatullah Kusuma Dilaga

    Menurutnya, semua ia memilih diam atas tudingan tersebut. Agar penegak hukum bekerja dengan tenang. Melakukan investigasi. Untuk mengungkap kasus yang menimpa AU.

    Tetapi, kata dia, isu di media sosial satu hari terakhir ini begitu liar dan simpang siur. Bahkan, secara kejam, menyeret nama baik keluarganya.

    Sampai-sampai, fotonya pun dimasukkan di media sosial. Di-bully sebagai orangtua yang dinilai tak pandai mendidik anak.  Menurutnya, tuduhan itu sangat nyata dan tak mendasar. “Sehingga penting kiranya kami menyampaikan pernyataan sikap kami. Untuk menangkal berita-berita bohong. Yang sengaja dimainkan oleh oknum tertentu. Dengan menjadikan keluarga kami bahan cacian dan makian,” ucapnya.

    Secara pribadi, ia pun  mengaku terkejut, sedih, dan bercampur marah, mendegar peristiwa tragis penganiayaan yang menimpa AU. “Kami sekeluarga mendoakan yang terbaik untuk ananda AU. Agar cepat sembuh secara fisik dan psikis, dan dapat melewati semua cobaan ini dengan tabah,” harapnya.

    Ia pun meyakini, penegak hukum dan KPPAD Kalbar, bisa menganagi persoalan tersebut dengan bijak. Bisa memberikan keadilan yang seadil-adilnya dalam penangan perkara tersebut. “Kami sangat mendukung dilakukannya investigasi oleh para penegak hukum. Biarkan hukum menjadi panglima. Tegakkan hukum tanpa pandang bulu,” pintanya.

    Kasus tersebut, melibatkan anak-anak dibawah umur. Baik pelaku maupun korban. Karena itu, pria yang karib disapa Boby itu pun mengingatkan, penanganan perkara itu, musti dilakukan sesuai koridor Undang-undang Perlindungan Anak. “Karena itu penangannya harus dilakulan dengan cermat untuk menghindari konflik sosial, penghakiman sosial, yang bisa terjadi berlarut-larut, sehingga rentan menyebankan traumatis bagi anak-anak,” katanya.

    Kepada oknum yang telah mengait-ngaikan kejadian tersebut dengan anaknya, Boby mengatakan, akan membawa masalah itu ke ranah hukum. “Untuk penyebar fitnah, berita bohong, hoaks, kami akan kejar sampai dimanapun akan kami data. Akan kami input. Dan akan kami laporkan ke Polda Kalbar,” tegasnya.

    Menurutnya, selama dua hari belakangan, di media sosial, ramai yang bertanya. Bahkan ada yang meminta agar ia menjelaskan hubungannya dengan akun Salsa Farisha itu. “Dikesempatan yang mulia ini kami jelaskan, bahwa pemilik akun Salsa Farisha bukanlah anak kandung kami,” ungkapnya. “Kami harap warganet menahan diri dari mem-bully yang berlebihan mengingat korban ataupun para terduga pelaku masih dibawah umur. Kami percaya biarkan para penegak hukum KPPAD Kalbar dan lembaga yang terlibat lainnya bekerja menemukan kebenaran dan keadilan untuk semua,”pungkasnya.

    Berikut pernyataan lengkap klarifikasi Raden Hidayatullah Kusuma Dilaga:

     

    1. Kami terkejut, sedih, marah, dengan peristiwa yang menimpa ananda Audrey atas musibah yang terjadi kami sekeluarga mendoakan yang terbaik untuk ananda Audrey agar cepat sembuh secara fisik dan psikis, dan dapat melewati semua cobaan ini dengan tabah.
      Demikian juga untuk ananda-ananda yang diduga sebagai pelaku tindak kekerasan, kami sekeluarga juga mendoakan yang terbaik serta mampu melewati cobaan ini juga mengambil hikmah pelajaran untuk masa depan yang lebih baik kelak, kami percaya pada penegak hukum dan para pemimpin serta KPPAD Kalbar akan menjaga rasa keadilan yang seadil-adilnya karena kami memahami masih sangat banyak penegak hukum serta pemimpin yang adil dan bijaksana ditanah ini dengan selalu bekerja azas praduga tak bersalah.

     

    1. Kami sangat mendukung dilakukannya investigasi oleh para penegak hukum, KPPAD Kalbar maupun pihak yang berwenang dalam rangka menegakkan keadilan seadil-adilnya bagi semua pihak yang terlibat. Biarkan hukun menjadi panglima, tegakkan tanpa pandang bulu.

     

    1. Dengan mengingat pihak-pihak yang terlibat adalah masih anak-anak dibawah umur, kami mengimbau penanganan yang dilakukan harus dalam koridor UU Perlindungan Anak dan dilakulan dengan cara yang cermat, cepat tapi hati-hati agar supaya menghindari konflik sosial, penghakiman sosial yang berlarut-larut sehingga rentan menyebankan traumatis untuk anak-anak.

     

    1. Kami difitnah, dibully, dizolimi, dituduh sebagai beking perbuatan jahat, dituduh tidak bisa mendidik anak sampai dicaci sebagai calon pejabat korupsi, semua itu kami terima dengan lapang dada dan kami balas dengan doa yang terbaik untuk semua warganet yang menghujat kami. Hal Itu dikarenakan rasa marah sedih, dan frustasi atas kejadian ini, kami memaklumi karena begitu juga keadaan kami sekeluarga, yang kami rasakan saat ini.
      Kami menyadari begitu cepat penyebaran informasi didunia maya sehingga sangat sulit menyaring yang mana informasi benar maupun yang hoax. Kami percaya pihak kepolisian, KPPAD Kalbar, aparat penegak hukum lainnya tidak akan bisa diintervensi dengan cara apapun hingga bisa akhirnya menemukan keadilan untuk korban maupun terduga pelaku dimana semuanya masih dibawah umur.

     

    1. Tetapi untuk penyebar fitnah, berita bohong, hoax kami akan kejar sampai dimanapun akan kami data, akan kami input dan akan kami laporkan ke Polda Kalbar sebagai sumbangsih kami untuk membantu Kepolisian RI dan TNI melawan, memberantas para perusak, dan pengadu domba negeri ini.

     

    1. Selama dua hari ini dimedia sosial banyak sekali yang menanyakan serta meminta kami beserta keluarga menjelaskan hubungan apa antara kami dengan pemilik akun Salsa Farisha, dikarenakan adanya postingan foto kami didalam akun tersebut yang membuat banyak persepsi yang salah, banyak akun penyebar berita bohong yang mengatakan bahwa kami adalah orang tua kandung pemilik akun Salsa Farisha, ada juga akun penyebar berita bohong yang mengatakan kami adalah pejabat atau beking suatu tindak kejahatan, ada juga akun penyebar berita bohong yang menyatakan bahwa kami memanfaatkan situasi kasus ini untuk popularitas tanpa ada rasa empati.

      Kami sampaikan dengan tegas sekarang bahwa semua itu bohong, bohong yang melukai kami sekeluarga, bohong yang melukai anak kandung saya, sampai berjuang sendiri dimedsos untuk klarifikasi membantu bapaknya yang kemarin tidak bisa membela diri karena kebetulan sibuk kerja, dan kampanye didaerah sampai di Kota Pontianak dan sekarang membuat tulisan tangan ini.

      Dikesempatan yang mulia ini kami jelaskan bahwa pemilik akun Salsa Farisha bukanlah anak kandung kami, melainkan keluarga, keponakan kami.

      Beberapa hari sebelum kejadian, yang lalu kami diberitahu bahwa pemilik akun Salsa Farisha dalam hal ini keponakan kami ingin membantu memposting banner kami diakun Instagram yang bersangkutan, lewat informasi ayahandanya yang mana adalah sepupu kami.

      Tidak ada tebersit sedikitpun hal ini terjadi seperti sekarang ini, baru dua hari ini kami diberitahu bahwa keponakan kami diduga sebagai pelaku dan dituduh sebagai provokator, kami sangat sedih dan kecewa dengan informasi ini, dan kami mengadakan cek langsung ke yang bersangkutan dan keponakan kami mengatakan tidak ada niat untuk jadi provokator dan disaat kejadian tindak pidana kekerasan tersebut keponakan saya tidak berada ditempat kejadian perkara.

      Hingga saat ini akibat hal tersebut, keponakan kami stress, dibully, dihakimi sebagai pelaku secara brutal dan luar biasa yang mengakibatkan sakit fisik, psikis sampai hari ini. Biarlah penegak hukun memutuskan siapa yang salah, siapa yang benar sesuai dengan kapasitasnya.

      Kami harap warganet menahan diri dari membully yang berlebihan mengingat korban ataupun para terduga pelaku masih dibawah umur. Kami percaya biarkan para penegak hukum KPPAD Kalbar dan lembaga yang terlibat lainnya bekerja menemukan kebenaran dan keadilan untuk semua.

      Kami memahami pernyataan sikap ini pasti tidak sesuai harapan sebagian besar warganet dan kontraproduktif dengan perjuangan caleg kami, atau juga yang berfikir sikap kami ini membela keluarga, tapi demi Allah, demi Allah kami hanya bicara yang hak, saya ikhlaskan apa yang kami perjuangkan mungkin bisa gagal, tapi bicara kebenaran adalah keadilan untuk semua pihak.

      Dengan segala kerendahan hati kami memberanikan diri kami, dengan sekuat tenaga untuk keadilan bagi semua pihak, sekali lagi kami tegaskan akan kami kejar pembuat berita bohong dan pengadu domba itu sampai kemanapun, mereka mengadu domba, membuat kabur fakta, fitnah sana sini demi kepentingan tertentu dan tidak akan kami biarkan sampai kapanpun.

      Laporan: Abdul Halikurrahman
      Editor: Yuni Kurniyanto