Dapat Kepastian Jembatan Paralel Landak Dibangun, Sutarmidji Sujud Syukur

Dijadikan Kota Baru, Pontianak Dapat Kucuran Rp4,6 Triliun

_Desain jembatan paralel [email protected]

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Wali Kota Pontianak H Sutarmidji SH MHum mengaku gembira setelah mendengar adanya kepastian bahwa jembatan paralel Landak akan segera dibangun. Saking gembiranya, ia pun melakukan sujud syukur.

“Sehubungan dengan adanya kepastian jembatan paralel Landak. Saya atas nama wali kota, masyarakat kota dan Kalbar mengucapkan terima kasih kepada para anggota DPR RI dapil Kalbar khususnya Komisi V, yang mengawal pelaksanaan dari perjuangan kita dalam membangun jembatan landak,” terangnya, Rabu (7/12).

Kepastian ini kata Sutarmidji, menunjukkan bahwa Anggota DPR RI khususnya Komisi V komitmen dalam menjalankan fungsi dan tugas dengan baik. Semoga ke depannya, proyeksi pembangunan Jembatan Kapuas Tiga juga bisa terwujud.

“Pembangunan jembatan Landak ini bagian dari konsep kota baru yang digagas oleh Kementerian PU. Dan Pontianak menjadi salah satu kota baru dari tiga kota yang akan dibangun di Indonesia yang sudah disetujui dan anggaran yang akan dikucurkan sampai 2022,” ungkapnya.

Untuk pembangunan Kota Pontianak sebagai kota baru, pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp4,6 triliun termasuk pembangunan jembatan paralel Landak.

“Bahkan mungkin Jembatan Kapuas Satu yang gandeng juga,” ujarnya.

Guna mendukung pembangunan kota baru itu, Pemkot Pontianak, juga akan mempersiapkan segala sesuatu yang menjadi kewajiban pihaknya. Mulai dari penyelesaian masalah lahan, jalan dan drainase.

“Nah, kajian-kajian ini kemudian FD dan DAD-nya kita siapkan dan selesaikan khusus untuk jalan akses dari Jembatan Kapuas Satu ke Jembatan Landak nanti. kemudian dari Tanjung Raya ke Jembatan Landak, dari H Sabran ke Jembatan Landak yang baru,” jelasnya.

“Akan ada perubahan-perubahan traffict di sana, mudah-mudahan ini segera diselaikan oleh PU Kota dan Provinsi serta Balai Jalan dan Jembatan, karena ini bagian dari penataan kawasan timur dan utara yang menjadi prioritas ke depan,” timpal Sutarmidji.

Selain itu, sambung dia, Pemkot juga akan berupaya mengurai kemacetan lalu lintas yang disebabkan oleh pertumbuhan kendaraan yang tidak dibarengi dengan pertumbuhan jalan di Kota Pontianak. Salah satu caranya dengan memfungsikan fery Jembatan Kapuas Tiga dan di Jembatan Landak.

“Mudah-mudahan ke depan juga masih ada solusi-solusi lain dalam rangka pembangunan Kota Pontianak sebagai kota baru yang semuanya itu demi kenyamanan masyarakat Pontianak dan Kalbar pada umumnya,” katanya.

Terkait dengan perkiraan waktu pembangunan kota baru, lanjut Sutarmidji akan memakan waktu selama dua sampai dua setengah tahun. Namun dia berharap, dapat lebih cepat dari itu.

“Harusnya dengan teknologi seperti saat ini bisa lebih cepat dan saya minta para pedagang yang ada di sana siap-siap pindah ke Pasar Anggrek, karena tahun ini pasar itu selesai,” ujarnya.

Sutarmidji menegaskan, tidak ada lagi satupun pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Sultan Hamid. “Masyarakat harus membuat lancar, jangan ada ganguan-gangguan, saya tidak toleransi jika ada gangguan,” tegas Sutarmidji.

 

Reporter: Fikri Akbar

Redaktur: Arman Hairiadi