Capgome di Singkawang, Kamar Hotel Nyaris Full Booking

Jelang Pra dan Pasca-Imlek, BI Kalbar Siapkan Rp1,4 Triliun

MEDIA BRIEFING. Prijono di dampingi Asisten Direktur BI Kalbar Adhinanti Cahyono memberikan penjelaskan dikegiatan Media Briefing yang digelar di ruang rapat BI Kalbar, Senin (28/1). Nova Sari-RK

eQuator.co.id – PONTIANAK-RK. Uang cash untuk sambut perayaan tahun baru Imlek dan Capgome dipastikan aman. Bank Indonesia Kalbar menyiapkan Rp1,4 triliun.

Kepala Kepala BI Kalbar, Prijono mengatakan, uang keluar atau outflow biasanya dibagi menjadi dua kebutuhan. Pertama, kebutuhan pra Imlek. Kemudian pasca-Imlek sekaligus mencover Capgome. “Artinya kebutuhan masyarakat akan uang dipastikan aman,” jelasnya dalam kegiatan Media Briefing di ruang rapat Kantor BI Kalbar, Senin (28/1).

BI Kalbar mencatat, uang yang sudah keluar sejak 5-15 Januari 2019 sebesar Rp163 miliar. Atau 12 persen dari yang dipersiapkan. Jumlah ini akan terus dipantau. Masyarakat tidak perlu khawatir. Termasuk yang ingin melakukan penukaran uang dalam bentuk pecahan pihaknya siapkan. “Bahkan kita mengimbau apabila ada masyarakat yang membutuhkan uang pecahan tapi tidak ada, mohon diinfokan ke BI Kalbar,” imbuhnya.

Untuk penukaran uang, masyarakat dapat melakukannya melalui bank-bank yang menjadi pilihan masyarakat. Di samping itu, dapat juga dilakukan melalui mobil kas keliling BI Kalbar yang beroperasi sesuai jadwalnya. “Masyarakat bisa datangi banknya masing-masing sebab untuk mekanisme pengambilan atau penyediaan uang melalui bank,” terangnya

Prijono melihat, data historis di tiga tahun terakhir, kebutuhan uang saat pra maupun pasca Imlek terjadi peningkatan. Tahun 2016 dan 2017 rata-rata uang keluar pada momen pra Imlek diangka Rp450-500 miliar. Sementara setelah Imlek sekitar Rp500 miliar. Sedangkan tahun 2018, satu bulan sebelum Imlek sekitar Rp700 miliar  dan pasca Imlek Rp520 miliar. “Sebab agendanya banyak juga ditambah dengan momen Pilkada,” tutup Prijono.

Capgome di Kota Singkawang selalu menjadi magnet wisatawan, baik lokal, nasional dan mancanegara. Tak heran jauh-jauh hari sebelum Capgome, hotel dan penginapan di Kota Amoy tersebut telah dipesan. Dari jumlah 1.298 kamar, saat ini tersisa 215. Yang lainnya sudah terjual atau dipesan wisatawan.

“Menjelang Imlek dan Capgome, pemesanan reservasi hotel sudah hampir 85 persen dari hotel- hotel yang representatif bagi tamu atau wisatawan yang datang ke Singkawang,” ujar Kabid Pariwisata pada Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang, Supardiyana di sela melakukan pengecekan di Hotel Sentosa, Jalan Yos Sudarso, Singkawang, Senin (28/1).

Di Kota Singkawang terdapat 30 hotel representatif. Sebanyak 1.527 kamar dan tempat tidur sebanyak 2.043 seat.

“Wisatawan tidak perlu khawatir, kami sudah mengantisipasinya sampai acara puncak pada 19 Februari 2019 mendatang,” katanya.

Menurut Supardiyana, melihat kondisi sisa kamar yang belum terjual, tentu masih dirasakan masih kurang. Sehingga pihaknya mendata sejumlah home stay atau kamar kost di Kota Singkawang. Hasil data sementara disiapkan sebanyak 12 kost atau home stay. Terdata sementara sebanyak 97 kamar yang  belum dihuni dan layak untuk wisawatan atau tamu. “Kami masih melakukan pendataan lagi,” ujarnya.

Jika wisatawan yang datang ke Kota Singkawang membludak, pihaknya akan mensinergikan dengan hotel-hotel terdekat di Kabupateng Bengkayang. Seperti Hotel Rina samping Pasir Panjang dan Hotel Samudera. “Ttentunya kita berusaha menciptakan kenyamanan bagi wisatawan yang datang ke Singkawang,” tegas Supardiyana.

Sementara Pengurus Persatuan Hotel dan Restoran Seluruh Indonesia (PHRI) Kota Singkawang, Erik Sudarto mengatakan, setiap tahun rata-rata reservasi hotel menjelang Capgome memang selalu penuh. Booking hotel juga sudah full. Tahun ini juga sudah ada booking dari Surabaya dan Jakarta. “Untuk harga tetap sama merujuk pada tahun sebelumnya,” ujarnya.

General Manager Grand Mandarin Hotel Singkawang ini mengatakan, pihaknya berusaha agar tidak ada kenaikan harga pada Capgome tahun ini. Pelayanan tentu akan ditingkatkan. “Memang tingkat okupansi hotel boleh dikatakan sudah 100  persen penuh,” jelasnya.

Kendati begitu, wisatawan yang datang ke Kota Singkawang tidak perlu khawatir. Sebab hotel-hotel di Kota Singkawang saling sinergi dengan adanya group WhatsApp (WA) PHRI Kota Singkawang. Mereka saling membagi info terkait kamar yang kosong.

“Kalau ada kamar kosong kami akan sampaikan kepada calon pengunjung, dan kita akan merekomendasikan hotel mana saja untuk mereka menginap,” tutup Erik.

 

Laporan: Nova Sari, Sehendra

Editor: Arman Hairiadi