Cabuli Pacar Sepanjang Perjalanan Menuju Sintang

Ilustrasi.NET

eQuator.co.idPontianak-RK. FH, lelaki bawah umur ini, harus berurusan dengan hukum. Tanpa sepengetahuan istrinya, ia memacari dan menyetubuhi gadis bawah umur, sebut saja Bunga.

Pelajar kelas tiga SMA ini ditangkap Sat Reskrim Polresta Pontianak atas laporan dari kakak Bunga berinisial Ds. Warga Jalan dr Wahidin Sudirohusodo, Sintang ini ditangkap di rumah keduanya di Komplek Permata Ampera, Jalan Ampera, Pontianak Kota, Kamis (23/2) lalu.

“Kakak korban setelah mendengar cerita persetubuhan ini, langsung melapor ke kami. Lalu, anggota melakukan penangkapan,” kata Kompol Andi Yul Lapawesean, Kasat Reskrim Polresta Pontianak di ruangan Jatanras, Jumat (24/2) sore.

Hasil pemeriksaan sementara, lanjut Andi, persetubuhan ini terjadi sejak pertengahan September 2016 hingga 22 Februari 2017, sebanyak tiga kali. “September itu, tersangka menelepon korban untuk dijemput. Selanjutnya menuju ke Hotel Duta Inn, Pontianak Kota, untuk melakukan persetubuhan,” jelasnya.

Setelah itu, korban yang merupakan warga Pontianak Timur ini tak pulang-pulang. Keluarga cemas. Ternyata ia terus bersama tersangka. Pada akhirnya, ia dibawa tersangka menuju Kabupaten Sintang, pada 21 Februari 2017, tanpa sepengetahuan keluarganya.

Sekitar pukul 01.00, di pertengahan perjalanan, mereka menginap di penginapan Jalan Raya Sosok, Kabupaten Sanggau. “Di penginapan ini, mereka bersetubuh lagi,” jelasnya.

Kemudian mereka beranjak ke Sintang, keesokan harinya. Sesampainya di penginapan Garuda, Kabupaten Sintang, mereka mengulangi lagi perbuatan itu.

“Setelah dihubungi keluarganya berkali-kali, akhirnya korban mau pulang. Dan ia bercerita apa yang dialaminya selama bersama pacarnya,” ujar Andi Yul.

Untuk menutupi aib, keduanya akan dinikahkan. Tapi, keluarga tersangka keberatan, lantaran tersangka merupakan suami siri orang lain, yang juga masih bawah umur. “Keluarga korban tak terima, sehingga lapor ke kita,” papar Andi Yul.

Meski suka sama suka, namun ini persetubuhan anak bawah umur, tersangka tetap dapat dijerat hukum. Ia dijerat pasal 81 dan 82 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. “Tersangka sudah dititipkan di PLAT,” pungkas Andi. (oxa)