Boyman: Rekomendasi Sudah Ada untuk Saya dan Milton

Mantan Bupati Sintang Optimis Diusung Gerindra dan PAN

181
BERSAMA PRABOWO. Milton Crosby ketika foto bersama Ketua DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jakarta, Sabtu (23/12). Milton Crosby for RK

eQuator.co.idPONTIANAK-RK. Mendekati pemilihan gubernur (Pilgub) Kalbar, beberapa figur semakin santer digadang-gadang sebagai bakal calon. Termasuk disebut-sebutnya, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Amanat Nasional (PAN) mengusung duet Milton Crosby – Boyman Harun.

Ketika dikomfirmasi, Ketua DPD Partai Gerindra Kalbar Suriansyah belum mau menjelaskan terlalu jauh. Pasalnya, ia belum ada menerima keputusan dari DPP Gerindra. “DPD Gerindra Kalbar belum menerima salinan keputusan tersebut sehingga belum bisa mengkonfirmasinya,” katanya kepada Rakyat Kalbar, Senin (25/12).

Namun, apabila kabar itu benar, maka sebagai Ketua Partai Gerindra di Kalbar dirinya siap mengawal keputusan DPP tersebut.

“Jika memang benar berita tersebut, kami siap melaksanakan dan mengamankan keputusan dan kebijaksanaan tersebut, serta memenangkannya di seluruh Kalbar,” jelas Wakil Ketua DPRD Kalbar ini.

Senada disampaikan Ketua DPW PAN Kalbar Boyman Harun. Dirinya  menegaskan sampai saat ini DPP PAN belum ada mengeluarkan SK. “Kalau rekomendasi sudah ada untuk saya dan Milton,” ungkapnya.

DPP PAN kata dia, sudah merekomendasikan Milton berpasangan dengan dirinya. “Ya, sudah direkomendasikan pak Milton dan saya sendiri. Untuk SK dari PAN tinggal ambil saja karena saya kader PAN. Dan yang pasti akan dikeluarkan dari DPP PAN adalah saya dan Milton. Insya Allah PAN sudah pasti,” tuturnya.

Sedangkan untuk kabupaten/kota sudah ada mendapatkan rekomendasi (surat tugas) yakni Kota Pontianak, Edi Kamtono. Tetapi SK belum keluar. Karena SK yang akan menentukan di KPU, kalau rekomendasi hanya internal dari partai. “Kabupaten Kubu Raya, Weri – Hermanus, kemudian Kabupaten Kayong Utara masih mengeluarkan Calon Bupati yakni Halim dan Kabupaten Sanggau Paulus Andy,” ujarnya. Sementara untuk Kabupaten Mempawah belum ada rekomendasinya.

Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kalbar H Retno Pramudya menegaskan, sampai hari ini (25/12) pihaknya belum menentukan figur calon gubernur maupun calon wakil gubernur Kalbar. Sehingga tidak benar isu yang beredar di media sosial yang menyebutkan bahwa PPP Kalbar sudah mengusung salah satu pasangan calon. Partai berlambang Ka’bah ini mempunyai mekanisme dalam pencalonan Gubernur maupun Wakil Gubernur untuk Pilkada serentak 2018.

“Kita di PPP ini mempunyai mekanisme, diantaranya adalah keputusan diambil dengan memperhatikan masukan dan saran atau suara masyarakat yang disampaikan oleh DPC dalam Rapat Pimpinan Wilayah. Semua DPC se Kalbar kita dengar dan kita perhatikan apa yang menjadi harapan dan keinginan masyarakat,” terangnya.

Hasil Rapimwil itu, bahwa dalam rapat pleno pengurus DPW PPP Kalbar untuk menetapkan nama-nama beberapa pasang calon gubernur maupun calon wakil gubernur. Minimal dua pasang calon yang untuk kemudian diisulkan kepada DPP. Selanjutnya DPP yang menetapkan dan merekomendasikan satu pasang calon gubernur maupun calon wakil gubernur yang diusung PPP pada Pilkada 2018 mendatang. “Itu mekanisme, tidak kita tetapkan begitu saja,” tegasnya.

DPW PPP Kalbar akan menggelar Rapimwil awal Januari 2018. Saat ini persiapannya sedang dilakukan. “Tunggu saja waktunya, insya Allah dalam waktu dekat akan kita selenggarakan, apa pun keputusannya nanti, kawan-kawan dari DPC-DPC akan memberikan peran suara atau kontribusi pemikiran untuk itu,” ucapnya.

Lanjut Retno, DPW PPP Kalbar terus menjalin komunikasi dengan berbagai partai politik untuk mensikapi Pilkada serentak 2018. Karena PPP hanya mempunyai empat kursi di DPRD Kalbar, sehingga tidak bisa mengusung sendiri. “Kita harus membangun koalisi dengan partai lain untuk mengusung calon, ini yang sedang kita bangun dan kita jajaki,” tuturnya tanpa menyebut partai mana saja yang dibangun komunikasi tersebut.

“Sekali lagi kami tegaskan, soal nama dan soal pasangan calon mana, sampai saat ini belum, kita belum ada keputusan untuk itu,” timpal Retno.

Ia berharap umat untuk tidak terpancing dengan desas-desus berita di media sosial yang dapat memojokkan PPP. Dalam sejarah Pilkada, posisi PPP selalu menjadi “kunci” dalam penentuan bakal calon yang akan diusung. Sehingga wajar jika sampai saat ini terus menjadi tanda tanya, siapa calon yang akan diusung oleh PPP Kalbar. “Sabar, insya Allah kami memahami aspirasi umat dan masyarakat Kalbar,” tegasnya.

Untuk Pilkada Kayong Utara, Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Kuburaya, PPP sudah mengusung nama. Di Kayong Utara sudah ditetapkan Citra Duani – Effendi Ahmad, Kabupaten Sanggau mengusung Paulu- Andy dan Kuburaya Muda – Jiwo. “Sedangkan untuk Kabupaten Mempawah dan Kota Pontianak masih dalam tahap penjaringan dan berkoalisi pada calon yang ada,” tutup Retno.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah memastikan mengusung pasangan Sutarmidji dan Ria Norsan. SK sudah dikantongi duet Midji-Norsan tersebut. “Kemarin kita sudah rapat kerja wilayah PKS, dan Insya Allah 14 DPD kabupaten/kota di Kalbar siap mendukung dan mensukseskan Pilkada 2018 mendatang dengan memenangkan Sutarmidji – Ria Norsan,” ujar Ketua DPW PKS Kalbar Arif Joni Prasetyo.

Kalau jumlah kursi kata dia sudah cukup. Tidak hanya Golkar, Nasdem dan PKS, kemungkinan ada yang lain lagi mengusung duet Midji-Norsan. “Tapi yang saya tau yang sudah keluar SK nya 3 partai ini,” ucapnya.

Di Pilkada Kubu Raya, PKS sudah memberi dukungan kepada Muda-Jiwo, Kota Pontianak Edy Kamtono-Bahasan dan  Kayong Utara Citra-Efendy. Di Sanggau kata dia, sepertinya PKS mendukung incumbent. Tapi dukungan ini masih dalam proses pengajuan ke presiden PKS. “Sedangkan Kabupaten Mempawah masih belum ada, karena masih dalam proses pembicaraan,” jelas Arif.

 

Milton Ketemu Prabowo

Mantan Bupati Sintang Milton Crosby membenarkan sudah bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jakarta, 23 Desember lalu. Pertemuan keduanya memperbincangkan seputar Pilgub Kalbar 2018. “Benar. Kemarin saya diterima Pak Prabowo dikediamannya,” kata Milton ditemui dikediamannya saat menggelar open house Natal, Senin (25/12).

Hanya saja Milton belum bisa menyampaikan hasil pertemuan tersebut. Sebab menjadi kewenangan partai untuk mengumumkan dukungan terhadap pasangan calon yang akan diusung. Hanya saja, dari diskusi dengan Prabowo, visi misinya sejalan dengan arah politik Partai Gerindra.

Selepas bertemu Prabowo, semakin memperkuat keyakinan Milton untuk maju dalam Pilgub. Dia optimis Gerindra akan memberi dukungan untuk pengusungannya mencalonkan diri. “Nanti akan diumumkan,” ucap Milton.

Menurut Milton, yang menjadi penilaian Gerindra untuk figur yang diusung adalah mempunyai elektabilitas tinggi. Beberapa lembaga survei menempatkan dirinya dengan elektabilitas tinggi. Hal itu juga menambah keoptimisan Milton untuk mendapat dukungan Gerindra.

Maju Pilgub, Milton akan didampingi Boyman Harun, mantan Wakil Bupati Ketapang sekaligus ketua DPW PAN Kalbar. Keduanya sudah berkomitmen sejak awal. Deklarasi akan dilakukan bila dukungan partai sudah didapati. “Komunikasi politik dengan PAN sudah hampir final,” jelas Milton.

Seperti diketahui, Partai Gerindra memiliki 7 kursi di DPRD Kalbar dan PAN punya 6 kursi. Jika kedua partai ini nantinya resmi mengeluarkan rekomendasi kepada pasangan Milton-Boyman Harun, maka dapat dipastikan duet ini dapat mengikuti tahapan Pigub 2018.

Terpisah, bakal calon Gubernur Kalbar Karolin Margret Natasa menuturkan, survei adalah salah satu indikator yang paling ilmiah dibandingkan yang lainnya. Jika dilakukan dengan metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan, maka paling tidak itu peta terakhir situasi di Kalbar. Tanggal 21 Desember, Cirus Surveyors Group merilis survei menjelang Pilgub Kalbar dan menempatkan Karol pada tingkat elektabilitas tertinggi. Hasil survei menunjukkan Karol mengalami kenaikan dari 69,7 persen di Juli menjadi 71,1 persen di November. Sementara Sutarmidji naik tipis dari 73,3 persen di Juli menjadi 73,4 persen. “Kita baru mulai efektif bekerja di lapangan itu dua bulan terakhir ini. Kami masih mencoba pantau untuk sebelumnya. Ini buktikan sebenarnya tim kita efektif, yang penting adalah bagaimana mengkomunikasikannya dengan masyarakat di bawah. Kita bersyukur jika kita mendapat kepercayaan,” ungkapnya ditemui di Istana Rakyat, Senin (25/12).

Meski demikian, Bupati Landak itu menganggap hasil itu masih sangat dinamis. Makanya ia tidak memandang itu sebagai hasil final.”Tetap harus bekerja keras menyakinkan masyarakat dan partai politik,” tegasnya.

Mantan anggota DPR RI itu menilai masih banyak pekerjaan rumah di Kalbar yang harus dikejar. Gubernur Cornelis katanya, sudah bekerja selama 10 tahun. Ia merasa bisa memberikan penjelasan, kalau masih banyak kekurangan.

“Untuk itu diperlukan kontinuitas pembangunan. Keberlangsungan dari apa yang sudah dilaksanakan oleh Cornelis hari ini,” katanya.

Putri sulung Gubernur itu menilai selama 10 tahun ayahnya memimpin, secara politik ketika ada perbedaan pendapat dengan kader tingkat kabupaten/kota, persoalan pasti akan timbul. Akibatnya, pembangunan pasti terhambat dan yang jadi korban tentulah rakyat. Oleh karena itu kesatuan visi keberlanjutan yang selaras menjadi sesuatu hal penting dalam tata kelola pemerintahan. “Dalam hal ini untuk Kalbar, tentu kita harus selaras, dengan pemerintah pusat dapat mengamankan kebijakan pusat sehingga dapat meyakinkan pusat,” ungkapnya.

Kemudian hal itu juga untuk menyelaraskan antara kabupaten/kota yang akan dipimpin. “Karena provinsi tidak memiliki wilayah dan rakyat. Jadi tantangan menjadi seorang gubernur dan tantangan menjadi kepala daerah kabuparen/kota itu berbeda. Oleh karena itu, untuk Kalbar, di luar hal-hal bersifat positif,” pungkas Karol.

 

Laporan: Zainudin, Achmad Munandar, Rizka Nanda

Editor: Arman Hairiadi