-ads-
Home Patroli Bocah 9 Tahun Tenggelam di Parit Jepang

Bocah 9 Tahun Tenggelam di Parit Jepang

Ilustrasi.NET

eQuator.co.id – Kubu Raya-RK. IW, bocah sembilan tahun yang tinggal di Jalan Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya meninggal dunia setelah tenggelam di Parit Jepang, Kecamatan Sungai Raya, Senin (1/7) sekira pukul 18. 00 WIB. Korban sebelumnya sempat dilarikan ke Rumah Sakit dr. Mohammad Sutomo untuk mendapatkan pertolongan. Namun nyawanya tak dapat diselamatkan.

Kapolsek Sungai Raya Kompol Kompol Ida Bagus Gede Sinung menuturkan, hasil pemeriksaan sementara diketahui bahwa kejadian tersebut bermula saat korban dan temannya Za (7) mandi di tepian Parit Jepang. Saat itu kondisi air sungai memang sudah dalam keadaan pasang.

“Tidak lama berselang, seorang saksi yang bernama Mita melihat salah satu dari bocah itu, Za, sudah dalam keadaan lemas di dalam parit,” kata Kapolsek kepada wartawan, Selasa (2/7) siang.

-ads-

Mita kemudian bergegas berenang untuk memberikan pertolongan kepada korban dengan membawanya ke pinggiran parit. “Lalu korban digendong dan dibawa ke rumah neneknya. Saksi pun memberitahu bahwa korban ini tenggelam di parit,” terangnya.

Satu jam setelah ditemukannya Za, datang orangtua IW yang bernama Asmani untuk mencari keberadaan anaknya itu. Warga setempat pun membantu melakukan pencarian terhadap IW.

Sampai akhirnya IW berhasil ditemukan oleh seorang saksi bernama Prilli.

“Korban ditemukan di bawah pohon ketapang tak jauh dari lokasi,” jelasnya.

Usai ditemukan, warga setempat kemudian membawa korban ke RS untuk diberi pertolongan terhadap korban. Namun korban sudah meninggal dunia.

“Selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga. Pihak keluarga pun menolak untuk dilakukan otopsi,” jelas Kapolsek.

Atas peristiwa ini, Kapolsek mengimbau agar para orang tua lebih meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap anak-anaknya. Terlebih bagi warga yang tinggal di pinggir sungai.

“Bagi warga khususnya yang tinggal di pinggir sungai, kita imbau agar meningkatkan pengawasan kepada anak-anaknya agar tidak terjadi hal serupa,” imbaunya. (and)

Exit mobile version