Bikers Indonesia Tunggangi Moge Lintasi 15 Negara Bagian Amerika

Mahendra Jaya: Sebanyak 315 Bikers Indonesia Ketika Parade Mengenakan Kostum Daerah Masing-masing

Tour di Negeri Paman Sam. Menancapkan bendera merah putih dan bendera Harley Davidson Kalbar, Mahendra Jaya dan Fariz Adrian berhasil mengitari negeri Paman Sam, baru-baru ini. Harley Davidson Kalbar for Rakyat Kalbar

eQuator.co.idMempawah-RK. Menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi dua bikers asal Kalimantan Barat, yakni Mahendra Jaya, SE, MM dan Fariz Adrian, yang berhasil mengelilingi Negeri Paman Sam. Dengan menunggangi motor gede (Moge) Harley Davidson dalam memeriahkan 115th Anniversary Harley Davidson 2018, baru-baru ini.

Perbedaan iklim Indonesia dan Amerika tak menjadikan halangan bagi keduanya. Untuk melenggang menggunakan Moge yang telah menjadi hobi mereka sejak muda.

Ketua Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Kalimantan Barat, Mahendra Jaya menjelaskan, kebanggaan dirinya bisa berkendara dengan tunggangannya di Negeri Paman Sam. Meskipun merupakan kali kedua dalam rangkaian tour. Namun dalam kesempatan ini dirinya mendapat kesempatan langsung untuk mengendarai motor yang berbobot 400 kilogram tersebut.

Pria kelahiran Bukittinggi, 5 Mei 1962 itu menuturkan, selain Amerika, ia pun pernah menjelajahi negara-negara lain dengan Harley Davidson. Seperti di Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam dan terakhir yang saat ini masuk dalam rangkaian tour yaitu Amerika Serikat, tepatnya di daerah Wisconsin dan Milwaukee.

Dalam rangkaian tour di Amerika, dirinya menempuh perjalanan dengan total delapan hari di jalanan serta melewati 1.800 mil hamparan kebun bersama 7.824 biker dari seluruh dunia. Untuk merayakan ulang tahun Harley Davidson pada tahun ini.

“Kita mengikuti kegiatan sejak tanggal 29 Agustus 2018 dan berakhir 2 September 2018 lalu di Milwaukee, Amerika,” ujar Mahendra Jaya, Rabu (12/9).

Bikers senior yang aktif sebagai dosen Politeknik Negeri Pontianak ini mengatakan, agenda lima tahunan sekali ini, dimana dirinya dan Fariz mewakili Kalbar dan perwakilan Indonesia lainnya yang berjumlah 315 bikers. Sekaligus merupakan perwakilan terbanyak dari seantero dunia yang hadir.

Dalam rute yang ditempuh, Mahendra menuturkan, total jarak untuk rute Los Angeles-Chicago adalah sepanjang 3.000 mil. Rute ini ditempuh dengan waktu delapan hari. Selama perjalanan para bikers Kalbar menyinggahi Kota Las Vegas, Salt Lake City, Idaho Fall, Billing MT, Rapid City, Sioux Falls, La Crosse WI, Milwaukee dan finish di Chicago.

Sedangkan perjalanan dari barat ke timur dengan waktu tempuh delapan hari itu, yakni total melewati 12 negara bagian serta beberapa kota metropolitan maupun kota-kota kecil di Amerika Serikat.

Perjalanan dimulai dari Negara Bagian California. Dengan kotanya Los Angeles menuju Las Vegas di Negara Bagian Nevada. Kemudian, petualangan dilanjutkan lagi ke utara di Negara Bagian Utah dengan Kota Salt Lake City. Setelah sampai di Utah, mereka menuju barat, tepatnya Negara Bagian Idaho dengan Kota Idaho Fall.

Dari Idaho, mereka kembali melanjutkan perjalanan ke utara. Di Negara Bagian Montana dan Wyoming dengan Kota Bilings. Lalu, turun ke timur di Rapid City. Mereka lalu menyambangi negara bagian South Dakota dengan Kota Sioux Fall dan terus ke timur ke Kota La Crosse. Kemudian ke Milwaukee di Negara Bagian Wiconsin serta finish di Chicago Negara Bagian Illinois.

Selama delapan hari perjalanan, para bikers ditemani cuaca panas melewati daerah tandus nan gersang. Menurut Mahendra ini adalah tantangan bagi para bikers. Selain itu, mereka juga melalui daerah dingin pegunungan dan daerah pertanian jagung sepanjang 1.800 mil.

“Secara pribadi ini pengalaman yang luar biasa. Sepanjang mata memandang yang terlihat hanya perkebunan jagung,” ulasnya.

Di samping melewati jalan perkampungan, mereka juga menikmati jalan tol. Sepanjang perjalanan kecepatan maksimal seluruh peserta dibatasi 80 mil per jam.

Saat acara puncak, para bikers dari semua negara berkumpul di Milwaukee. Khusus 315 bikers Indonesia yang ikut dalam parade itu mengenakan kostum daerah masing-masing. Tak lupa bendera merah putih dan bendera HDCI dikibarkan ketika parade melewati jalan sepanjang delapan kilometer.

Di sana, kata Mahendra, bikers Indonesia mendapat respon hangat dan aplaus dari penonton. Bahkan, sebelum start parade dimulai, Bill Davidson mendatangi bikers Indonesia. Bill menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua Rombongan, Bro Nanan Soekarna. Di situ, Bill juga menyampaikan bahwa rombongan bikers dari Indonesia adalah peserta terbanyak dalam kegiatan ini.

Disisi lain, Mahendra mengungkapkan, hobi yang terbilang jarang dilakoni orang ini digelutinya sejak berumur 40 tahun (1998) hingga saat ini. Bahkan menurun ke anak tunggalnya yakni Aufaa Atto Mahendra, yang aktif dalam pengurusan HDCI Pontianak.

Saat ini tunggangan Moge yang dimiliki Mahendra Jaya. Yakni, Harley Davidson berjenis Ultra Police buatan tahun 2014 dan Harley Davidson Fatboy buatan tahun 2003.

Walaupun sering ditinggal keluar kota, Mahendra Jaya salut terhadap istri tercinta. Yakni, Harniwati yang merupakan pensiunan birokrat di Pemerintahan Kota Pontianak. Dirinya berterima kasih kepada sang istri yang telah mendukung hobinya hingga saat ini. Walaupun sering ditinggal ke luar kota hingga keluar negeri. Seperti ke Amerika Serikat saat ini.

Tak hanya itu, dulunya Mahendra Jaya juga aktif pada olahraga otomotif Slalom Car pada tahun 2004-2005. Bahkan sempat menorehkan prestasi di tingkat Provinsi.

“Saya juga dulunya pernah hobi di bidang otomotif car. Namun sekarang telah menurun ke anak saya saja. Saya hobi motor-motoran saja,” ujarnya seraya tersenyum.

Sementara itu, Aufaa Atto Mahendra menceritakan, ketertarikan dirinya mengikuti jejak sang ayah menggeluti dunia Moge. Karena asik melihat sang ayah yang sering touring ke berbagai daerah. Dengan berbagai pengalaman yang pasti dialami ketika berkendara.

“Saya bisa belajar banyak dari menggeluti hobi ini. Selain saya senang motor, saya juga dapat menambah rekanan baik di bidang bisnis maupun menambah teman perkumpulan,” ucap Aufaa Atto Mahendra.

Reporter: Ari Sandy

Redaktur: Andry Soe