Berusia 15 Tahun, Maling Motor di Sintang ‘Dibebaskan’

Diversi. Proses diversi dihadiri Kanit Reskrim Polsek Sintang Kota Ipda Sopar Aritonang bersama anggota, Bapas Sintang, DKBP3A Kabupaten Sintang, korban, pelaku beserta orang tuanya, Selasa (29/10/2019). Polisi for eQuator.co.id

SINTANG – eQuator.co.id. Nasib baik masih menghampiri TMI, 15, pelaku pencurian sepeda motor. Lantaran masih di bawah umur, warga Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang itu pun akhirnya dibebaskan.

TMI diamankan petugas Polsek Sintang Kota beberapa hari yang lalu. Dia tersangkut perkara tindak pidana pencurian dengan pemberatan satu unit sepeda motor Yamaha Mio M3 125 warna putih perak dengan Nopol KB 6297 VP. Mengingat pelaku masih di bawah umur, Unit Reskrim Polsek Sintang Kota mengambil langkah diversi, Selasa (29/10/2019) siang.

Proses diversi tersebut dihadiri oleh Kanit Reskrim Polsek Sintang Kota Ipda Sopar Aritonang bersama anggota, Bapas Sintang, DKBP3A Kabupaten Sintang, korban dan pelaku beserta keluarga. Diversi memang diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Pasal 1 ayat 7.

Menurut Undang-Undang ini, Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. Pasal 5 ayat (3) undang-undang yang sama menyatakan bahwa dalam sistem peradilan pidana anak, wajib diupayakan diversi.

“Anak yang dimaksud dalam Undang-Undang ini adalah mereka yang berusia antara 12-18 tahun,” ujar Kapolres Sintang, melalui Kapolsek Sintang Kota IPTU Harjanto, Rabu (30/10/2019).

Menurutnya, tindakan yang dilakukan pelaku tidak semuanya karena kesalahan anak semata. Namun faktor kurangnya pengawasan orang tua kepada anak.

Dalam proses Diversi dihasilkan kesepakatan pelaku meminta maaf kepada korban. Kemudian meminta agar permasalahan ini diselesaikan secara damai dan bersepakat tidak melanjutkan ke tingkat penuntutan atau persidangan. Kemudian, pihak korban tidak akan menuntut ganti rugi kepada pelaku. Dan korban mengharapkan pelaku tidak mengulangi perbuatannya lagi serta pelaku bersedia mengembalikan barang yang masih ada kepada korban.

Selanjutnya, orang tua pelaku sanggup menjadi penjamin dan akan mendidik serta membimbing anaknya agar tidak lagi mengulangi perbuatannya.  Apabila mengulangi pencurian lagi, pelaku bersedia diproses hukum.

Para pihak bersungguh-sungguh membuat kesepakatan dengan hukum dan Undang-Undang tanpa adanya janji imbalan atau pemberian dari pihak manapun. (pul)