Honda Ulangi Kesalahan Lama?

140
Ilustrasi-NET

eQuator – Dengan berakhirnya hari ketiga uji coba MotoGP di Jerez kemarin (27/11) ditutup pula semua kegiatan resmi tes di musim 2015. Sampai dua bulan ke depan berlaku pelarangan uji coba sampai tes pra-musim pertama berlangsung di Malaysia Feberuari.

Dari tiga hari uji coba semua tim pabrikan membawa pulang hasil beragam. Honda mengeluh, Yamaha seperti tahun lalu tak banyak bicara, Ducati senang. Suzuki yang memilih melakukan uji coba privat di Malaysia juga tersenyum setelah sukses menjajal seamless gearbox.

Apakah Honda melakukan kesalahan sama seperti musim 2015? Marc Marquez memberikan sinyal. Power mesin RC213V 2016 lagi-lagi terlalu besar. Power besar tak ada gunanya jika berdampak pada lemahnya drivability alias tingkat kemudahan untuk ditunggangi.

Drivability adalah kunci kelemahan Honda musim 2015 yang berujung pada hilangnya peluang Marquez mencetak hattrick gelar juara dunianya. Tahun lalu (2015) mesin sangat agresif di putaran atas. Sekarang kami punya power lebih besar di putaran bawah, tapi kami masih belum mengerti bagaimana mendistribusikan torsi besar tersebut. Rasanya seperti agresif di putaran bawah tapi lebih lembut pada putaran atas jika dibandingkan dengan musim lalu, katanya dikutip Motto Matters.

Torsi yang besar membuat akselerasi keluar tikungan menjadi agresif dan sulit dikendalikan. Terlalu banyak wheelie (roda depan terangkat), ulas rider 22 tahun tersebut. Belum menemukan ritme yang pas Marquez juga mengaku sulit menemukan konsistensi dalam pencapaian waktu satu lap.

Scott Redding adalah rider yang paling pantas menilai performa motor Honda dengan Ducati. Pembalap yang hengkang dari Marc VDS-Honda ke Pramac-Ducati musim 2016 tersebut menyebutkan Desmosedici jauh lebih mudah dikendalikan. Tahun lalu, di atas Honda, aku sudah menggeber 110 persen dan aku tidak bisa melakukan apa-apa, padahal aku sudah sampai limit, katanya.

Nah Ducati lebih mudah dibandingkan Honda. Bahkan hari ini saat rider lain mengeluhkan soal wheelie aku kok tidak. Oke, memang hampir wheelie tapi tidak seperti yang lain, tandasnya puas. Lebih detil dia menyebut, power mesin Ducati di putaran sangat mudah dikendalikan dan bahkan perlu dicarikan setingan tepat agar lebih agresif. Itu mudah dan bisa diprediksi, paparnya.

Hari terakhir uji coba diwarnai kecelakaan parah yang menimpa rider Aspar Ducati Eugene Laverty. Kehilangan kendali pada roda depannya saat melibas tikungan tujuh motornya terpental. Pergelangan tangan kirinya patah, lengannya mengalami dislokasi, kepalanya terbentur cukup keras.

Kemarin dia langsung naik meja operasi ditangangi Dr Xavier Mir di Universitario Quiron Dexeus in Barcelona. Akhir mengecewakan dari uji coba yang positif, kata Laverty dilansir Crash. (cak)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here