Bank Mandiri Sasar Perdagangan Ritel

Perkuat Digital Banking di Kalbar

16
FGD. Suasana Focus Group Discussion bertajuk ‘Peran Serta Digital Banking Pada Sektor Perdagangan Retail’ yang digelar di Hotel Golden Tulip, Pontianak, Rabu (15/8). Rizka Nanda-RK
FGD. Suasana Focus Group Discussion bertajuk ‘Peran Serta Digital Banking Pada Sektor Perdagangan Retail’ yang digelar di Hotel Golden Tulip, Pontianak, Rabu (15/8). Rizka Nanda-RK

eQuator.co.id – PONTIANAK-RK. Bank Mandiri terus mengembangkan layanan digital untuk mendukung transaksi perdagangan ritel di Kalbar. Terlihat dengan perluasan penggunaan channel e-Banking di berbagai di Kalbar.

Vice President Bank Mandiri Pontianak, Ahadi Subri mengatakan, langkah Bank Mandiri mengembangkan layanan digital ini untuk memenuhi dan memudahkan masyarakat melakukan transaksi keuangan. Seiring dengan tumbuhnya sektor perdagangan di Kalbar. Salah satu layanan yang dikembangkan Bank Mandiri adalah dengan memperluas penggunaan e-money untuk memperlancar transaksi perdagangan ritel.

Baca Juga: Penggunaa Cashless Bank Mandiri Meningkat 40 Persen

“Kami akan terus mengembangkan layanan e-money agar masyarakat dapat lebih mudah lagi dalam melakukan transaksi keuangan ritel, seperti pembelian bahan bakar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), pembelian kebutuhan sehari-hari di groceries dan di restoran,” terangnya saat Focus Group Discussion bertajuk ‘Peran Serta Digital Banking Pada Sektor Perdagangan Retail’ yang digelar di Hotel Golden Tulip, Pontianak, Rabu (15/8).

Layanan digital Bank Mandiri di Kalbar terus dikembangkan. Hingga Juni 2018, electronik data capture (EDC) di Kalbar mencapai lebih dari 3 ribu. Tersebar di berbagai gerai perdagangan ritel. Selain digunakan untuk bertransaksi menggunakan kartu debit maupun kredit, sebagian EDC Bank Mandiri tersebut juga dapat melayani transaksi menggunakan e-money.

Sejak Januari hingga Juni 2018, penggunaan kartu e-money mencapai 162.664 transaksi. Dengan nilai lebih dari Rp25 miliar. Sebagian besar transaksi e-money di stasiun SPBU, toko-toko ritel dan restoran.

Penggunaan aplikasi Mandiri Online juga tumbuh signifikan. Hingga Juni 2018, hampir 15 ribu nasabah telah menggunakan layanan ini. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode sama tahun lalu yang tercatat 4.500 pengguna.

“Dengan Mandiri Online, masyarakat dapat dengan mudah melakukan berbagai transaksi keuangan, termasuk mengisi ulang e-money, hanya dengan mengunakan telepon pintar. Kami meyakini, ke depan akan semakin banyak masyarakat yang mengunakan layanan ini karena transaksi keuangan dapat lebih mudah dilakukan,” papar Ahadi

Baca Juga: Libur Panjang, Bank Mandiri Tetap Beri Pelayanan

Wakil Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menuturkan, perlu edukasi untuk masyarakat tentang penerapan transaksi non tunai.

“Khusus di kota akan mengedukasi ASN di lingkup kota. Bagaimana cara mudah bertransaksi melalui gadget masing-masing. Ini mudah, tapi juga perlu di literasi keamanannya,” tuturnya.

Edukasi itu diperlukan karena masih ada masyarakat yang takut menjalankan transaksi non tunai. “Memang untuk pasar tradisional masih perlu waktu untuk melakukan non tunai. Tapi pengusaha ritel saya rasa sudah di atas 50 persen,” sebutnya.

Dikatakannya sebagian besar penduduk Kota Pontianak berada di kelas menengah. Jika masyarakat terbiasa dengan edukasi, maka otomatis akan beralih pembayaran non tunai.
“Saya harap kedepan Kota Pontianak bisa sebagai daerah yang banyak masyarakatnya menggunakan digital banking untuk bertransaksi. Seperti di kapal penyebrangan seharusnya sudah memakai transaksi non tunai,” pungkasnya. (riz/*)