Banjir Sanggau, PH: Jaga Anak-anak Kita

BERSAMPAN. Dua bocah asik mendayung sampan di tengah-tengah banjir yang merendam sebagian daerah di kawasan Sungai Liku, Sanggau, Rabu (2/3). Kiram Akbar

eQuator.co.id – Sanggau-RK. Bupati Sanggau Poulus Hadi kembali mengingatkan para orangtua untuk mengawasi buah hati mereka selama musim banjir ini. Jangan biarkan mereka berenang di sungai.

“Jaga anak-anak kita, walaupun pandai berenang tetap berbahaya. Apalagi arus sungai deras saat banjir. Di Sanggau sudah ada kejadian, yaitu di Parindu. Saya perlu menyampaikan ini supaya menjadi pengingat kita,” ujarnya ketika menyerahkan bantuan banjir di RT 25 dan RT 26 Liku dan lingkungan Pudu RT 27 Pudu Kelurahan Beringin, Rabu (2/3) sore.

Bukan tanpa alasan PH, karib ia disapa, mengatakan itu. Berdasarkan ramalan cuaca yang didapatnya, Sanggau masih akan diguyur hujan. “Tapi kita berdoa bersama supaya ramalan itu tidak terjadi. Ini hanya ramalan cuaca, Tuhan yang menentukan. Kita berdoa supaya air tak naik lagi,” harap dia.

Ia mengaku telah menginstruksikan dinas/badan/kantor agar meneliti laporan dari para camat. “Jangan nanti ada cerita dilaporkan 10 ternyata yang banjirnya 50. Dikasih (bantuan) 10 ujung-ujung bagi rata. Ini yang kita tidak mau, kesannya percuma karena tidak bisa dirasakan bantuan itu,” tegas PH.

Ia menyatakan, bantuan tersebut sudah diatur oleh pemerintah. Tidak bisa dikurangi ataupun dilebih-lebihkan. “Nanti dibagi adil ya Pak RT, saya minta juga yang tidak kena banjir jangan ngotot minta, karena yang kita tolong inikan yang tidak bisa ke ladang mencari nafkah,” tutupnya.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Sanggau, Hj. Jamilah menjelaskan, bantuan korban banjir di Liku dan Pudu telah sesuai dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) dan jiwa yang dilaporkan RT, lurah dan camat. Berdasar catatannya, RT 25 dan RT 26 lingkungan Liku ada 110 KK dengan 420 jiwa. RT 27 lingkungan Pudu sebanyak 49 KK dengan 132 jiwa.

“Kami hanya membantu tugas bupati memfasilitasi bantuan kepada warga yang menjadi korban banjir,” terangnya.

Bantuan yang diberikan pihaknya berupa beras, ikan kaleng, minyak goreng, dan perlengkapan khusus bayi. Sedangkan dari BPBD ada ikan kaleng, air mineral, makanan tambahan, minyak goreng, dan lauk pauk. “Jadi bantuan ini diperuntukkan selama tujuh hari, nanti kalau banjirnya lama diusulkan lagi, kami siap membantu,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua RT 25 lingkungan Liku Kelurahan Beringin, Tafsir, 43, mengaku sejak dilanda banjir sepekan lalu baru kali ini ada perhatian yang begitu besar dari pemerintah daerah. “Dari mulai masih rendah sampai sekarang hampir dua meter, baru ada bantuan dari bupati. Kami sekali lagi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Sanggau yang telah menunjukkan kepeduliannya kepada kami masyarakat korban banjir di RT 25 lingkungan Liku,” singkat dia.

 

Laporan: Kiram Akbar