Bandar Narkoba Dijerat TPPU

18
DISITA. Sejumlah mata uang asing, perhiasan dan kunci kendaraan disita sebagai barang bukti dari Jk, tersangka TPPU terkait narkoba, kemarin. Ambrosius Junius-RK

eQuator.co.id – PONTIANAK-RK. Jk tak cuma dijerat Undang-Undang Narkotika. Warga Saigon Kecamatan Pontianak Timur 41 tahun itu dijadikan tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait bisnis narkobanya.

Kasus Jk ini merupakan pengembangan dari pengungkapan  jaringan narkotika beberapa bulan lalu. Sebelumnya, gabungan BNNP dan Direktorat Narkoba Kalbar menangkap Jk pada 4 September. Sebab pelaku ada kaitannya dengan dua orang kurir, RBS dan RS.

Sebelumnya, RBS dan RS dibekuk setelah keluar dari Rumah Tahanan (Rutan) Pontianak di Jalan Sungai Raya Dalam, tepatnya di depan Masjid Ikhwanul Murminin, Kamis (30/8). Dengan barang bukti narkoba sabu seberat 916,47 gram. Selain kedua orang kurir tersebut, aparat juga mengamankan sejumlah tersangka lainnya terlibat dalam jaringan ini.

“Selanjutnya dilakukan penyelidikan terhadap Jakaria.  Kemudian pada 5 November dibuatkan Laporan Polisi tentang TPPU dengan tersangka Jk,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar AKBP Gembong Yudha, Minggu (11/10) sore.

Dijelaskannya, Jk merupakan bandar narkoba di Kota Pontianak. sebelumnya, ia pernah menjalani hukuman di Lapas Nusa Kambangan dengan kasus yang sama. “Baru bebas bersyarat setahun lalu,” ucap Gembong.

Dari tangan Jk, kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti berupa mobil Honda Civic warna hitam KB 1228 WK dan CRV warna abu-abu KB 1278 SO. Kemudian uang tunai sebesar 7.100 Ringgit Malaysia, 3.000 Dolar Singapora dan Rp165.972.000. Petugas juga menyita seutas kalung emas putih, dua gelang rantai emas putih, sebuah cincin emas putih, sebuah cincin emas kuning dan buku tabungan Bank BCA atas nama Sartika. Tak hanya itu, kepolisian juga menyita sejumlah perhiasan dari tangan Hn, istri Jk. Yaiti seutas kalung emas putih, sebuah gelang kaki emas putih, dua buah cincin emas putih, sepasang anting anting emas putih, sebuah anting emas putih. “Saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan melaksanakan proses penyidikan lebih lanjut,” pungkas Gembong.

 

Laporan: Ambrosius Junius

Editor: Arman Hairiadi