Bandar Ganja di Sintang Semakin Berani, Pesan Melalui Instagram

press release. Kapolres Sintang, AKBP Adhe Hariadi didampingi Kasat Narkoba, Samsul Bakrie beserta para tersangka saat press release Ops Pol Antik Kapuas 2019, di Aula Mapolres Sintang, Selasa (5/11/2019). Saiful Fuat/eQuator.co.id

SINTANG – eQuator.co.id. Bahaya narkoba sudah sangat luar biasa. Bahkan transaksi dilakukan melalui media sosial (Medsos).

Seperti yang dilakukan MN. Tersangka tindak pidana narkoba yang diringkus saat Ops Pol Antik 2019 ini membeli ganja melalui Instagram dan dipaketkan melalui jasa pengiriman. Barang haram itu dibelinya untuk dijual kembali ke pelangan-pelangannya yang ada di Kabupaten Sintang.

Kasat Narkoba Polres Sintang, AKP Samsul Bakrie mengatakan, tersangka MN ditangkap saat hendak mengantarkan ganja tersebut ke pelanggannya, 22 Oktober 2019.

“Kita ringkus tersangka di Jalan M Sa’ad, Kelurahan Tanjung Puri, Kecamatan Sintang Kota saat hendak mengantar barang haram itu ke pelanggannya,” ujar Samsul saat press release hasil pengungkapan Ops Pol Antik Kapuas 2019 di Aula Mapolres Setempat, Selasa (5/11/2019).

Saat hendak digeledah, MH sempat membuang Ganja tersebut. Namun terlebih dulu diketahui oleh petugas. Barang bukti ganja yang diamankan 24,99 gram. Pengakuan tersangka membeli barang itu melalui instagram. Setiap pemesanan dua bungkus paket.

“Untuk sekarang kami belum bisa menyebutkan nama akun yang digunakan, baik pembeli maupun penjual, karena dalam proses pendalaman,” terangnya.
Samsul menerangkan, tersangka sudah satu tahun terlibat dalam jual beli ganja. Namun sempat berhenti karena kesulitan mendapatkan barang haram itu.

“Dari pengakuan tersangka, baru tiga bulan belakangan ini bermain ganja lagi. Kita juga melakukan pengintaian selama satu bulan, karena tersangka ini mainnya bersih dan sangat hati-hati,” katanya.

Sepanjang tahun 2019, ini pertama kalinya jajaran Sat Narkoba Polres Sintang berhasil mengungkap Tindak Pidana Narkoba jenis ganja. Ops Pol Antik Kapuas digelar jajaran Sat Reskrim Polres Sintang selama 14 hari, dari 21 Oktober hingga 3 November 2019. Ada 13 tersangka yang didapat dari 9 TKP. dari 13 tersangka itu 1 terlibat narkoba jenis ganja dan 12 sabu. (pul)