Ban Pecah, Grand Max Hantam Mobil Dinas Pemkot Singkawang

Satu Penumpang Meninggal, Lima Alami Luka dan Patah Tulang

TABRAKAN. Kondisi mobil yang terlibat kecelakaan Desa Sungai Rusa, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas--Warga for RK

eQuator.co.id – SINGKAWANG-RK. Mobil dinas milik Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang bernomor polisi KB 1560 CE terlibat tabrakan dengan mobil angkutan barang Daihatsu Grand Max KB 1466 YL di Desa Sungai Rusa, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas.

Dalam kecelakaan ini, empat penumpang mobil dinas itu mengalami luka hingga tulang patah. Mereka merupakan warga Kota Singkawang.

Yakni, Robby Sanjaya sebagai sopir dan Eka, Mardiana Maya Satrini, dan Sri Ardhayanti yang merupakan Aparatur Sipil Nergara (ASN) di Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Singkawang. Keempat korban sudah dirujuk ke RSUD dr Abdul Aziz Singkawang.

Sarni (42) sopir mobil Grand Max juga mengalami luka. Sementara Haryanto (38) penumpang Grand Max meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazah korban yang diketahui merupakan warga Semparuk itu langsung dibawa ke Puskesmas Selakau.

Kapolres Sambas AKBP Permadi Syahid Putra melalui Kasat Lantas Polres Sambas AKP Andihka Yudistira Maeyasa Dezchy menjelaskan, hasil pemeriksaan sementara kecelakaan disebabkan karena ban mobil Grand Max itu pecah.

“Awalnya, mobil Grand Max dari arah Singkawang menuju arah Pemangkat dengan kecepatan sedang diperkirakan 70 kilometer per jam,” jelas Yudistira.

Setibanya di Jalan Raya Desa Sungai Rusa, ban mobil pecah. “Sehingga sopir tidak mampu mengendalikan mobilnya yang akhirnya menabrak mobil Rush (dinas, red) dari arah berlawanan,” terang Yudistira.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medis RSUD dr Abdul Aziz Singkawang, Mularso mengatakan, para korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 13.00 Wib. “Begitu sampai, petugas langsung memberikan penanganan,” katanya.

Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesra Setda Kota Singkawang, Hendryan yang juga menjenguk para korban mengatakan, kondisi korban cukup parah.

“Dari kecelakaan itu, keempatnya mengalami luka parah dan bahkan ada yang patah tulang. Pada tulang rusuk dan kaki,” ujar Hendryan.

Dia menjelaskan, meski mengalami luka yang cukup parah, semua korban masih dalam kondisi sadar. Tetapi masih membutuhkan penanganan yang intensif dari rumah sakit. Terutama yang dialami korban Mardiana Maya Satrini dan Sri Ardhayanti.

“Semoga semua korban selalu dalam keadaan baik-baik saja dan segera diberikan kesembuhan,” ucapnya.

Menurut dia, berdasarkan keterangan yang diperolehnya, kecelakaan itu terjadi saat Sri Ardhayanti dan rekan-rekannya sedang melaksanakan tugas mengantarkan tamu ke Kabupaten Sambas.

“Namun dalam perjalanan pulang dari Sambas ke Singkawang, mengalami kecelakaan tepatnya di Sungai Rusa,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengaku baru mendapat kabar adanya kecelakaan yang melibatkan istri Kepala Dinas Perkimta beserta rombongan mengalami patah kaki.

“Sekarang (korban, red) lagi dirawat di RSUD dr Abdul Azis Singkawang. Saya berharap korban yang mengalami kecelakaan lalu lintas semoga cepat sembuh,” katanya.

Kepada masyarakat Singkawang, khususnya yang mengendarai mobil, diimbau untuk berhati-hati dalam berkendaraan.

“Jika capek istirahat dan konsentrasi penuh serta berdoa sebelum memulai perjalanan,” ujarnya.

Laporan: Sairi, Suhendra Yusri

Editor: Ocsya Ade CP

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!