BAKTI Kominfo Diapresiasi Bupati Bengkayang

22
KENALKAN TI. Suasana pengenalan teknologi informasi yang digelar BAKTI Kominfo Rabu (31/10). Di halaman Pondok Pesantren (Ponpes) Mamba'ul Huda, Desa Kamuh, Kecamatan Tujuhbelas, Kabupaten Bengkayang. Kemenkominfo for RK

eQuator.co.id – Bengkayang. Pesatnya teknologi informasi (TI) tak terbendung. Merambah ke segala sisi kehidupan masyarakat.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sangat menyadari itu. Melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi-nya, Kemenkominfo bekerja sama dengan Majelis Pesantren Indonesia, serta Yayasan Santripreneur Indonesia.

Kerja sama besutan badan yang lebih karib disingkat BAKTI itu untuk meningkatkan pengelolaan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Agar bisa menunjang pembangunan redesain Universal Service Obligastion (USO).

Sebagai informasi, USO adalah program Kemenkominfo untuk memenuhi kewajiban pelayanan universalnya. Tujuan utamanya untuk mengatasi kesenjangan teknologi informasi, mendukung kegiatan perekonomian, memantapkan pertahanan dan keamanan, serta mencerdaskan bangsa melalui teknologi informasi dan komunikasi.

Target USO meliputi daerah terpencil, daerah perbatasan, daerah perintisan, dan daerah yang belum mendapatkan akses atau jaringan telekomunikasi. Program ini melibatkan pengusaha dalam peningkatan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.

Nah, kerja sama BAKTI dengan Majelis Pesantren Indonesia dan Yayasan Santripreneur Indonesia berupa pengenalan perkembangan teknologi informasi yang dapat membantu masyarakat dan santri dalam aktivitas sehari-harinya. Untuk bekerja.

Pengenalan itu digelar di Kabupaten Bengkayang, Rabu (31/10). Di halaman Pondok Pesantren (Ponpes) Mamba’ul Huda, Desa Kamuh, Kecamatan Tujuhbelas.
“Bupati mengapresiasi atas terlaksananya sosialisasi pemberdayaan masyarakat mengenai teknologi informasi yang diadakan di Ponpes Mamba’ul Huda ini,” ucap Asisten 2 Sekretariat Daerah (Setda) Bengkayang, Ir. H. Supriadi, mewakili Bupati Suryadman Gidot.

Kegiatan dimulai pukul 13.00 WIB. Berakhir 16.00 WIB. Dihadiri 250 Santri dan masyarakat sekitar Ponpes Mamba’ul Huda. Pemerintah kecamatan, kepolisian sektor, Koramil, Angkatan Udara Kecamatan Tujuhbelas, dan kepala desa setempat terlihat pula.
Supriadi menyatakan, akan berkomunikasi lebih lanjut dengan Kominfo daerah serta BAKTI Kominfo pusat agar peningkatan teknologi informasi dan komunikasi dapat terealisasi di Bengkayang. Khususnya di Desa Kamuh.

Pengasuh Ponpes, yang diwakili Kyai Nory Ahmed Nur Aji, berterima kasih telah dipercaya sebagai tempat pelaksanaan sosialisasi dari BAKTI Kominfo. Ia ingin ada tindak lanjut dari kegiatan ini.

BAKTI Kominfo menghadirkan tiga narasumber dalam pengenalan teknologi informasi tersebut. Yang pertama disampaikan Dr. Mohammad Sobirin M.Hum, yang mewakili KH. Ahmad Sugeng Utomo, selaku Ketua Umum Majelis Pesantren Indonesia. Materi yang disampaikannya: “Pesantren harus lebih kreatif serta menjadi wirausaha di era digitalisasi saat ini”.

Narasumber berikutnya KRT. Noor Wahjudi dari Yayasan Santripreneur Indonesia. Ia menyampaikan tentang “Kewirausahaan dalam Pondok Pesantren”. Dan narasumber terakhir Dr. Ir. Sujadmogo. M.Sc., yang mewakili BAKTI Kominfo. Ia berbicara tentang “Masyarakat sadar akan Teknologi Informasi”. Rangkaian acara pemberdayaan masyarakat ini ditutup dengan doa bersama. (lid/miq)