Ayani II Rawan Begal, Polisi Bersenjata Lengkap Disiagakan

DPRD Akan Panggil Dinas PUPR Jika PJU Tak Diperbaiki

106
Ilustrasi : Internet

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Aksi pencurian dengan kekerasan yang biasa disebut jambret atau begal semakin mengganas. Kejahatan jalanan ini sering terjadi di jalan-jalan yang sepi dan gelap. Target pelaku adalah kaum perempuan dan orang-orang yang lengah.

Seperti sepekan ini yang terjadi di Jalan Arteri Supadio (Ahmad Yani II), Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Aksi para pelaku begal sangat mengancam keselamatan pengendara di jalan tersebut. Terutama bagi yang melintas pada malam hari. Kondisi ini didukung dengan jalan yang gelap akibat penerangan jalan umum (PJU) banyak yang tak berfungsi.

Informasi yang dihimpun Rakyat Kalbar, beberapa hari lalu terjadi pembegalan di Jalan Ayani II, tepatnya di kawasan antara Sekolah Taruna Bumi Khatulistiwa dengan Indogrosir. Selang beberapa hari kemudian, begal kembali terjadi di Jalan Ayani II. Uang korban dirampas. Kondisi korban dikabarkan mengenaskan.

Kejadian demi kejadian kemudian diposting di media sosial (Medsos) hingga viral. Tak sedikit warganet berharap aparat keamanan mengoptimalkan patroli demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Dikonfirmasi, Kabag Ops Polresta Pontianak, Kompol Alber Manurung berjanji akan menindaklanjuti informasi tersebut. Langkah awal yang dilakukannya, sudah berkoordinasi dengan Kasat Sabhara untuk menerjunkan personel melakukan patroli di daerah dan jam rawan aksi kejahatan jalanan.

“Ada tim Enggang Emas dari Sat Sabhara yang disiapkan untuk menangani hal ini,” ujar Alber kepada Rakyat Kalbar, Kamis (11/1) malam.

Selain itu, Alber juga sudah mengintruksikan kepada satuan lain dan seluruh jajaran Polsek yang ada di wilayah hukum Polresta Pontianak untuk melakukan patroli dengan optimal dan penyelidikan lebih lanjut. “Tak hanya Sabhara, tetapi juga seluruh Polsek. Satuan ataupun Unit Reskrim juga. Ini atensi,” tegas Alber.

Namun khusus dalam rangka pencegahan dan menekan angka kejahatan jalanan, Sat Sabhara kinerja yang diutamakan. “Tim Enggang Emas akan mengeksekusi gangguan yang terjadi di jalanan tersebut,” ucapnya.

Bercermin dari sejumlah kasus, Alber mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak menggunakan handphone (HP) saat berkendara. Terutama untuk kaum perempuan. Karena, lanjutnya, hal tersebut dapat memancing pelaku untuk melakukan kejahatan.

“Apabila menjadi korban segera laporkan, termasuk apabila ada mencurigai. Sehingga polisi bisa cegah dan antisipasi,” terangnya.

Sementara itu Kasat Sabhara Polresta, Kompol Edi Haryanto menegaskan, Tim Enggang Emas yang bersenjata lengkap sudah diturunkan ke lapangan untuk menindaklanjuti informasi tersebut. “Personel saya ada 24 orang yang melakukan patroli selama 24 jam,” kata Edi.

Ia mengatakan, pihaknya mendapat informasi pembegalan di Jalan Ayani II melalui Hotline Sabhara Polresta Pontianak. “Kita segera mengecek kebenaran dengan quick respon Enggang Emas, melaksanakan patroli pada jam rawan,” jelasnya.

Edi melanjutkan, terkait informasi pembegalan di Jalan Ayani II yang beredar di medsos itu, masih belum pasti kebenarannya. Lantaran Polresta Pontianak maupun jajaran Polsek belum menerima laporan resmi adanya kejadian tersebut.

“Meski begitu, kita tetap merespon setiap pengaduan masyarakat baik lisan maupun laporan tertulis dengan segera mendatangi lokasi kejadian baik berupa tindak pidana, balap liar maupun kejahatan lainnya. Sehingga masyarakat tenang terayomi, terlindungi dan terlayani,” pungkas Edi.

Dewan Minta PUPR Bertindak

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi III DPRD Kubu Raya, H Suharso SIP meminta pihak terkait seperti Dinas PUPR Kubu Raya untuk melakukan perawatan dan perbaikan terhadap PJU, khususnya di kawasan Jalan Ayani II.

“Kami minta (PJU) dirawat dan diperbaiki, supaya tidak dijadikan kesempatan oleh orang yang tak bertanggungjawab,” ujarnya.

Jika beberapa hari ke depan tidak ada perbaikan, Suharso menegaskan, akan memanggil pihak yang bertanggung jawab mengenai PJU tersebut.

“Yang jelas perawatan lampu jalan tersebut sudah dianggarkan melalui APBD. Tak masuk akal, kalau alasan tidak ada anggaran. Intinya kami terus koordinasi dengan dinas tehnis,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kubu Raya, Jainal Abidin mengatakan, perlu perhatian khusus terhadap PJU di sepanjang Jalan Ayani II oleh Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui Dinas PUPR.

Memang menurutnya, situasi dan kondisi alam dengan tingkat curah hujan yang tinggi ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan banyaknya PJU di sepanjang Jalan Ayani II mati.

“Kita berharap kepada dinas terkait untuk segera memperbaiki dan bahkan mengganti lampu yang sudah putus, sehingga memudahkan bagi masyarakat pengguna jalan pada malam hari,” ucapnya.

Ia menambahkan, jika tidak cepat diambil tindakan, maka dikhawatirkan akan banyak terjadi aksi kriminalitas dan dapat menimbulkan kecelakaan.

“Perbaikan PJU ini menggunakan dana APBD. Kita berharap ini segera direalisasikan. Lebih baik kita mencegah terjadi kriminalitas dari pada setelah ada korban baru akan diperbaiki,” tandasnya.

Laporan: Achmad Mundzirin dan Syamsul Arifin

Editor: Ocsya Ade CP