eQuator.co.id-Pontianak. Melihat Kondisi Kalimantan Barat beberapa bulan terkahir terjadi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sehingga menghadapi kondisi yang cukup memprihatinkan, teruma dari sisi kesehatan dan alam dimana kondisinya berkabut.
Melihat hal tersebut, Astra Motor Kalbar sebagai Main Dealer sepeda motor Honda dan bagian dari PT Astra International Tbk untuk wilayah Kalbar memberikan imbauan khususnya bagi pengendara sepeda motor untuk lebih mengedepankan keselamatan berkendara.
Terjadinya kabut asap sendiri tentu mengakibatkan berkurangnya jarak pandang bagi pengguna kendaraan, untuk itu mengurangi aktiftas diluar rumah juga menjadi penting yang perlu dilakukan.
Selain kabut asap, dampak kesehatan juga cukup besar bagi masyarakat ketika melakukan kegiatan diluar rumah, terlebih dengan perlengkapan berkendara yang minim, tentu juga rentan terhadap kesehatan. Mata perih, irutasi serta gangguan pernafasan hal ini tentu yang dikhawatirkan.
Dalam rilisnya, Febri Andrian selaku Inspektur Safety Riding Astra Motor Kalbar, turut menekankan pentingnya menerapkan teknik berkendara yang aman dan mengenali batas kemampuan diri ketika berada dalam kondisi di jalan raya dalam kondisi berkabut.
“Pengendara harus mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta memastikan lampu kendaraan berfungsi dengan baik. Jika jarak pandang semakin terbatas, jangan mengambil risiko dengan tetap melanjutkan perjalanan. Berhentilah di tempat yang aman sampai kondisi memungkinkan untuk berkendara kembali,” ucap febri.
Ia juga menerangkan, sebelum memulai perjalanan, pengendara disarankan memeriksa informasi kualitas udara dan kondisi cuaca di rute yang akan dilalui.
“Memeriksa kualitas udara sendiri bisa dipantau lewat handphone, apakah kondisi kabut asap memburuk atau tidak, terkecuali perjalanan mendesak,” terangnya
Namun apabila tidak dapat ditunda, gunakan perlengkapan berkendara yang sesuai dan pilih rute yang lebih aman dengan paparan asap seminimal mungkin.
Tentunya saat berkendara, kurangi kecepatan dan jaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Jarak pandang yang terbatas membuat pengendara membutuhkan waktu lebih untuk mengenali hambatan dan melakukan pengereman.
Lalu menghindari menyalip secara agresif, melakukan pengereman mendadak, maupun berpindah jalur tanpa memastikan kondisi sekitar,
Menggunakan lampu utama sesuai ketentuan dan hindari penggunaan lampu jauh secara sembarangan karena pantulan cahaya dapat semakin mengganggu pandangan.
“Perlengkapan berkendara juga perlu diperhatikan. Gunakan helm berstandar SNI dengan visor yang
bersih dan tidak buram agar pandangan tetap optimal,” sambungnya
Menggunakan masker yang sesuai juga dapat membantu mengurangi paparan partikel di udara, tetapi tidak menjamin perlindungan penuh dari polusi.
Pastikan pula kondisi sepeda motor prima, terutama fungsi lampu, rem, dan ban yang menunjang keselamatan selama perjalanan.
Apabila kabut asap semakin tebal, pandangan tidak lagi memadai, atau pengendara mengalami mata perih, pusing, maupun gangguan pernapasan, jangan memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan.
Cari tempat berhenti yang aman dan jauh dari arus lalu lintas. Jika muncul sesak napas atau gejala serius lainnya, segera cari bantuan medis.
Melalui imbauan ini, Asmo Kalbar mengajak masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas dalam setiap perjalanan.
“Keselamatan bukan hanya tentang kemampuan mengendalikan sepeda motor, tetapi juga tentang kesiapan diri, kepedulian terhadap kondisi lingkungan, dan keberanian mengambil keputusan untuk tidak berkendara ketika situasi tidak aman,” pungkas Febri (Ova)




