Ariansyah Dirujuk ke RSUD Soedarso

Kasus Gizi Buruk di Sungai Kakap

DIPERIKSA. Ariansyah diperiksa petugas kesehatan di Puskesmas Sungai Kakap, Selasa (27/8) siang. (Andi Ridwansyah-RK).

eQuator.co.id – Kubu Raya-RK. Akhirnya, Rahayu bisa tersenyum lega saat Kepala Puskesmas dan Sekretaris Desa Sungai Kakap mengunjungi kediamannya di Dusun Merpati, RT 04, RW 07, Desa Sungai Kakap, Kubu Raya, Selasa (27/8) pagi. Keduanya melihat langsung kondisi Ariansyah, bocah delapan tahun yang mengalami gizi buruk akibat kejang-kejang dengan bobot 8 Kg itu.

Eman Sulaeman, dokter umum di Puskesmas Sungai Kakap, mengatakan hasil diagnosa sementara. Pertama terlihat otot Ari mengecil. Kondisi itu diduga akibat cerebral palsy.  Pasalnya Ari pernah mengalami kejang saat menginjak usia 3 hingga 8 bulan, namun tidak berobat ke Puskesmas atau ke dokter.

“Menurut keterangan saat itu berobat ke dukun,” kata Eman.

Fakta lain yang didapat, kondisi Ari yang terus mengalami penurunan bahkan penyusutan berat badan yang berujung pada gizi buruk. Perkembangan tubuh Ari sangat jauh dari ideal. Berat badan Ari hanya menyentuh angka delapan kilogram saja sangat tidak sesuai dengan usianya yang sudah menginjak delapan tahun.

“Idealnya yang harusnya dimiliki anak usia 8 tahun berkisar 17 sampai 20 kilogram. Tapi kondisi Ari ini sangat jauh, hanya delapan kilogram saja. Di sini bisa kita nilai kalau kualitas Ari sangat buruk sekali,” ungkapnya.

Ada beberapa kemungkinan dikemukakan sebagai penyebab masalah Ari. Menurut Eman karena pasien tidak pernah melakukan imunisasi. Hal ini yang dimungkinkan menjadi penyebab infeksi yang berujung pada kejang yang dialami pasien. Ia juga mendapatkan fakta bahwa dari riwayat saat masa kehamilan Rahayu (ibu Ari) tidak pernah melakukan pemeriksaan kandungan ke petugas kesehatan.

Kepala Puskesmas Sungai Kakap, Abang Darmawansyah, menuturkan kasus tersebut baru diketahui lantaran diduga tidak terdatanya pasien dalam data Puskesmas. “Kalau kami melihat informasi yang ada, kemungkinan belum terdata informasi. Atau belum didapatkan informasi untuk keluarga terkait,” terangnya kepada Rakyat Kalbar, Selasa, (27/8) siang.

Kenyataan itu dikuatkan dengan tidak adanya stiker yang tertempel di rumah pasien. Padahal selama ini, melalui Program Indonesia Sehat, dengan pendekatan keluarga  (PIS-PK). Puskesmas Sungai Kakap terus melakukan pendataan di setiap rumah.

“Namun menurut informasi yang kita terima memang, pada saat tim datang, yang bersangkutan diketahui tidak berada di tempat. Sehingga tidak ada,” ungkapnya.

Kendati demikian, melalui kader-kader Posyandu, keluarga Rahayu sebelumnya juga telah diarahkan untuk ke Puskesmas.

“Namun yang bersangkutan memang setiap kali disampaikan mengiyakan, namun tidak pergi. Termasuk melakukan Imunisasi,” tambahnya.

Kasus ini pun baru diketahui, Senin, (26/8) lalu. Sehingga menindak lanjuti itu, kita langsung menerjunkan tim mendatangi dan mengkonfirmasi keadaan pasien tersebut,” paparnya.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan komunikasi dan pemeriksaan lebih lanjut degan membawa Ari ke Puskesmas, dan memberikan obat. Kondisinya pun lumayan baik. Hari ini Ari kembali diperiksa ke Puskesmas agar berkordinasi dengan dokter yang menanganinya.

Dari hasil pemeriksaan itulah, didapati beberapa rekomendasi dari dokter yang menangani kasus tersebut. “Sehingga hari ini anak tersebut kita rujuk ke RSUD Soedarso. Sementara biayanya akan ditanggung Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya,” kata Abang.

Puskesmas malalui petugas-petugasnya terus sosialisasi dan mengkomunikasikan kepada masyarakat, agar setiap pelayanan yang ada dioptimalkan dan diikuti. “Terutama mengaktifkan Posyandu untuk memantau tumbuh kembangnya,” katanya.

Dilihat informasi dan riwayat penyakit Ari, memang kepedulian membawa dan memeriksa ke Posyandu belum dilakukan.

“Untuk itulah, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan jejaring yang ada. Fasilitas yang ada. Dan jadwal yang telah ditetapkan di Posyandu, terutama di Puskesmas kami kan kegiatannya 24 jam,” ujarnya dan mengajak berkunjung ke Puskesmas dalam rangka menjaga kesehatan masyarakat itu sendiri .

Rahayu, ibu Ariansyah, mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak terkait yang tanggap dan peduli terhadap kesehatan anak semata wayangnya itu. Bersama keluarga dia mengatakan siap mengikuti saran dokter untuk dirujuk di RSUD Soedarso.

Dia berharap terjadi perubahan pada anaknya. “Saya berharap anak saya bisa lebih baik lagi. Pandai ngape ke. Megang ke ape. Ini megang pun tak bisa dia,” katanya

 

Laporan: Andi Ridwansyah

Editor: Mohamad iQbaL